Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Impact of Policy and Resources on Public Service Performance: The Mediating Role of Implementer Attitude (A Study at Gapura Surya Nusantara Passenger Terminal) Sapit Hidayat; Siswo Hadi Sumantri; Sri Umiyati; Sudirman Sudirman
International Journal of Applied Research and Innovation Vol. 1 No. 2 (2026): April: Resocia: International Journal of Applied Research and Innovation
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/manncx23

Abstract

This study examines the influence of policy and resources on public service performance through the mediating role of implementer attitude at the Gapura Surya Nusantara Passenger Terminal, Tanjung Perak Port, Surabaya. The research adopts a quantitative explanatory approach by integrating policy implementation theory and organizational resource perspectives to explain service performance dynamics within the maritime transportation sector. Data were collected from 400 passengers using structured questionnaires and analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The findings demonstrate that policy, resources, and implementer attitude satisfy the required standards of reliability and validity, confirming the robustness of the measurement model. Structural analysis reveals that policy and resources exert significant positive effects on both implementer attitude and public service performance. Implementer attitude also has a significant positive effect on performance outcomes. Mediation testing confirms that implementer attitude partially mediates the relationships between policy and performance as well as between resources and performance. The study highlights the importance of combining institutional arrangements with behavioral factors to improve service quality. These findings contribute to public administration literature by providing empirical evidence from the maritime public service context and offer practical implications for strengthening passenger service management.
Penguatan Kapasitas Nelayan Pesisir melalui Pelatihan Manajemen Rantai Pasok dan Logistik Hasil Perikanan Berbasis Cold Chain untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat Pesisir: Pengabdian Ainun Nasihah; Sudirman; Toto Dwijaya Saputra; Sapit Hidayat; Budi Priyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7577

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan pesisir dalam menerapkan manajemen rantai pasok hasil perikanan berbasis cold chain guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan, mengurangi kehilangan pascapanen, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan interaktif, demonstrasi penanganan hasil tangkapan sesuai prinsip cold chain, simulasi pengemasan dan penyimpanan ikan menggunakan media pendingin sederhana, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58,4 menjadi 85,7 pada post-test, atau meningkat 46,7%. Sebanyak 90% peserta mampu menerapkan teknik sortasi dan penanganan hasil tangkapan yang benar, 86,7% memahami alur rantai pasok hasil perikanan, 83,3% mampu menerapkan penggunaan media pendingin secara efektif, dan 93,3% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha perikanan mereka. Simulasi juga menunjukkan potensi penurunan kerusakan mutu hasil tangkapan hingga 25% dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, 88,9% peserta berkomitmen menerapkan prosedur penanganan hasil tangkapan berbasis cold chain dalam aktivitas penangkapan dan distribusi sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan manajemen rantai pasok hasil perikanan berbasis cold chain mampu meningkatkan kompetensi nelayan pesisir dalam pengelolaan logistik hasil tangkapan, memperbaiki kualitas produk perikanan, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat. Model pelatihan yang diterapkan layak direplikasi pada wilayah pesisir lainnya sebagai upaya mendukung penguatan logistik maritim dan pembangunan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.