Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Nelayan Pesisir melalui Pelatihan Manajemen Rantai Pasok dan Logistik Hasil Perikanan Berbasis Cold Chain untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat Pesisir: Pengabdian Ainun Nasihah; Sudirman; Toto Dwijaya Saputra; Sapit Hidayat; Budi Priyono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7577

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan pesisir dalam menerapkan manajemen rantai pasok hasil perikanan berbasis cold chain guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan, mengurangi kehilangan pascapanen, dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di Desa Tajungan, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan interaktif, demonstrasi penanganan hasil tangkapan sesuai prinsip cold chain, simulasi pengemasan dan penyimpanan ikan menggunakan media pendingin sederhana, serta pendampingan dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 30 peserta nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 58,4 menjadi 85,7 pada post-test, atau meningkat 46,7%. Sebanyak 90% peserta mampu menerapkan teknik sortasi dan penanganan hasil tangkapan yang benar, 86,7% memahami alur rantai pasok hasil perikanan, 83,3% mampu menerapkan penggunaan media pendingin secara efektif, dan 93,3% menyatakan kegiatan sangat bermanfaat bagi peningkatan usaha perikanan mereka. Simulasi juga menunjukkan potensi penurunan kerusakan mutu hasil tangkapan hingga 25% dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, 88,9% peserta berkomitmen menerapkan prosedur penanganan hasil tangkapan berbasis cold chain dalam aktivitas penangkapan dan distribusi sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan manajemen rantai pasok hasil perikanan berbasis cold chain mampu meningkatkan kompetensi nelayan pesisir dalam pengelolaan logistik hasil tangkapan, memperbaiki kualitas produk perikanan, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat. Model pelatihan yang diterapkan layak direplikasi pada wilayah pesisir lainnya sebagai upaya mendukung penguatan logistik maritim dan pembangunan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan.
Analisis Risiko Keselamatan Operasional Kapal Berdasarkan Data Near Miss dengan Pendekatan Formal Safety Assessment (FSA) pada KM. Meratus Kahayan Hillari Intan Avrilla Baitanu; Sudirman Sudirman; Ainun Nasihah
Logistics and Supply Chain Insights Vol. 2 No. 2 (2026): September: Logistics and Supply Chain Insights
Publisher : Indonesian Maritime Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65428/login.v2i2.164

Abstract

Operational safety of ships is a crucial aspect in shipping to prevent accidents. One of the early indicators of potential hazards is near miss, an incident that almost causes an accident but does not result in any loss. This study aims to analyze the operational safety risks of the KM. Meratus Kahayan based on near miss data using the Formal Safety Assessment (FSA) approach. The FSA method was chosen because it is able to systematically identify hazards, assess risks, and formulate control recommendations in accordance with IMO standards. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of near miss reports on KM. Meratus Kahayan. The data obtained were then analyzed through the 5 stages of FSA: hazard identification, risk assessment, identification of risk control options, cost-benefit analysis, and decision recommendations. The results showed that the main causes of near miss were human factors, non-optimal work procedures, and the working environment conditions on board. The highest risks were found in cargo handling and navigation activities. Based on the analysis, it is recommended to enhance safety training for the crew, evaluate and improve standard operating procedures, and strengthen the near miss reporting culture as an effort to prevent accidents. The conclusion of this study is that the implementation of FSA based on near miss data is effective in identifying and controlling ship operational safety risks. The recommendations are expected to improve shipping safety and support the establishment of a better safety management system on KM. Meratus Kahayan.