Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi Ruang Publik Sebagai Media Edukasi Kesehatan dan Skrining Kesehatan Jantung Bagi Masyarakat Rahmat Kurniawan; Supriadi B; Sumiaty Sumiaty; Nurmiaty Nurmiaty; Novica Ariyanti Putri; Sarliana Sarliana; Eli Saripah; Aminuddin Aminuddin; Siti Kusnul Khotimah; Nirva Rantesigi; Helena Pangaribuan; T. Iskandar Faisal; Nuswatul Khaira
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mgd8s913

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang dapat dicegah melalui pendekatan promotif dan preventif. Optimalisasi ruang publik berpotensi menjadi media strategis untuk edukasi kesehatan dan skrining kesehatan jantung yang menjangkau masyarakat secara luas. Tujuan pengbamas untuk untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit jantung pada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan sederhana serta meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku hidup sehat. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di ruang publik pada kegiatan Car Free Day dengan pendekatan promotif–preventif. Intervensi yang diberikan berupa skrining kesehatan jantung meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, serta pengukuran antropometri, disertai edukasi kesehatan jantung secara langsung dan interaktif. Peserta kegiatan adalah masyarakat umum yang hadir secara sukarela. Hasil: Menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek, di mana sebelum kegiatan hanya 40% responden yang memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Setelah kegiatan, seluruh responden (100%) menunjukkan peningkatan menjadi kategori baik di kedua aspek tersebut. Simpulan: Pemanfaatan ruang publik sebagai media edukasi dan skrining kesehatan jantung efektif mendukung upaya promotif–preventif dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.
Hubungan Resiliensi Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa Eli Saripah; Helena Pangaribuan; Novica Ariyanti Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.308

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa merupakan orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Hubungan Resiliensi Keluarga Dengan Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa di Rsud Madani Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dan keluarga ODGJ yang berobat ke Rsud Madani Palu. Jumlah sampel yaitu 33 sampel, dengan teknik pengambilan sampel adalah sampling Asidental. Data dikumplkan dengan menggunakan kuesioner resiliensi keluarga dan kekambuhan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara Resiliensi Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Gangguan Jiwa di RSUD Madani Palu. di dapatkan hasil P-Value adalah 0,003. Nilai P-Value < 0,05, Maka Ho di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara Resiliensi Keluarga Dengan Kekambuhan Pada Pasien Dengan Gangguan Jiwa di Rsud Madani Palu. Saran bagi Rumah sakit Daerah Madani Palu agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan tentang perawatan pasien gangguan jiwa sehingga keluarga dapat berkolaborasi dengan petugas kesehatan dalam perawatan anggota keluarga yang menderita gangguan  jiwa sehingga mencegah terjadinya kekambuhan berulang
Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Buntuna Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-Toli Dwi Yogyo Suswinarto; Saman Saman; Eli Saripah; Rahmat Kurniawan; Hasni Sova Evie; Novica Ariyanti Putri; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24278

Abstract

ABSTRAK Saat ini kasus Orang dengan masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan jiwa (ODGJ) terus meningkat, Optimalisasi Upaya Kesehatan Jiwa bergeser dari Hospital mental health care mengarah pada Community mental health care. Untuk mendukung upaya berbasis masyarakat maka diperlukan adanya upaya Kesehatan jiwa pada tatanan Desa/Kelurahan. Semakin meningkatnya Kasus Gangguan jiwa, Kasus kekambuhan, kurangnya perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di Masyarakat, peran Kader kesehatan jiwa yang  Belum Optimal , dukungan dan perhatian  dari  tokoh masyarakat serta aparat desa masih rendah. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk Desa Siaga Sehat jiwa dengan target kegiatan Adanya sosialisasi tentang upaya kesehatan jiwa pada aparat desa dan tokoh masyarakat, Pelatihan Kader,  kader melakukan pendataan dan pembinaan kepada keluarga serta terbentuknya pengurus Desa Siaga Sehat Jiwa. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan selama 3 Hari dari tanggal 31 Juli s/d 1 Agustus 2025, dengan rincian kegiatan; Sosialisasi Program Kesehatan jiwa didalam termasuk Desa Siaga Sehat Jiwa yang diikuti Tokoh Masyarakat, aparat desa dan Penanggung jawab program keswa Puskesmas, Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa diikuti oleh 18 kader, yang didahulu dengan pre test dan post Test dengan hasil nilai rata-rata Pre test 56 setelah pelatihan post test rata-rata 87, Pelaksanaan Pendataan  Deteksi kesehatan jiwa oleh kader telah didata  87 KK sebanyak 187 Jiwa dengan rincian hasil pendataan 134 sehat jiwa, resiko 54 jiwa dan 1 didapatkan mengalami gagguan jiwa. Serta pembentukan Pengurus Desa Siaga sehat Jiwa. Kesimpulan; Sosialisasi program Keswa pada tokoh masyarakat , pelatihan dan deteksi dini serta Desa siaga sehat jiwa telah terbentuk. Perlu pendampingan untuk kegiatan selanjutnya. Kata Kunci: Desa Siaga, Sehat Jiwa, Program Jiwa, Kesehatan Jiwa.  ABSTRACT Currently, cases of People with Mental Problems (ODMK) and People with Mental Disorders (ODGJ) continue to increase, Optimization of Mental Health Efforts is shifting from Hospital mental health care towards Community mental health care. To support community-based efforts, mental health efforts are needed at the Village/Sub-district level. The increasing cases of mental disorders, relapse cases, lack of public attention to people with mental disorders in the community, the role of mental health cadres is not optimal, support and attention from community leaders and village officials is still low. The purpose of this activity is to form a Mental Health Alert Village with the target of activities There is socialization about mental health efforts to village officials and community leaders, Cadre Training, cadres conduct data collection and guidance to families and the formation of Mental Health Alert Village administrators. The implementation of the activity was carried out for 3 days from July 31 to August 1, 2025, with details of activities; The socialization of the Mental Health Program within the Mental Health Alert Village was attended by Community Leaders, village officials, and the person in charge of the Community Health Center's mental health program. Mental Health Cadre Training was attended by 18 cadres, preceded by a pre-test and post-test with an average pre-test score of 56 after the training and an average post-test score of 87. The implementation of mental health detection data collection by cadres has recorded data on 87 families totaling 187 people with details of the data collection results: 134 mentally healthy, 54 at risk, and 1 found to have a mental disorder. As well as the formation of the Mental Health Alert Village Management. Conclusion: Socialization of the Mental Health Alert Village program to community leaders, training and early detection, and the formation of the Mental Health Alert Village have been completed. Assistance is needed for further activities. Keywords: Alert Village, Healthy Soul , Soul Program, Mental Health.
Community-Based First Aid Education for Out-of-Hospital Asthma Attack Management among Laypersons Fakrul Ardiansyah; Sudarto Sudarto; Halina Rahayu; Azhari Baedlawi; Hieronimus Amandus; Vitria Handayani; Eli Saripah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4324

Abstract

Airway inflammation, obstruction, and bronchial hyperresponsiveness characterise asthma in children and young adults. Data shows that 38 asthma patients died due to delays in emergency referral, difficulties in initial care, and classroom teachers' incompetence to treat asthma attacks. This Community Service Program teaches SMAN 1 Sungai Ambawang Asthma First Aid. Asthma First Aid teaching at SMAN 1 Sungai Ambawang is essential for community asthma treatment independence. This project attempts to improve asthma attack quality of life. Community service uses lectures, Q&As, and demonstrations. Students, instructors, and the SMAN 1 Sungai Ambawang School Health Unit (UKS) Team will engage in this community service. There are 50 participants. To start community service, follow these steps. Pre-tests are 16 questions and take 16 minutes. The team then teaches asthma first aid for one hour. Steps for first aid are demonstrated. Participant practise what they learned. Following the test, they have 16 minutes to complete a 16-question questionnaire. The pretest-posttest analysis shows that participants learned asthma first aid. Community service can increase asthma attack prevention knowledge. The public health center and education office should increase asthma first aid education. To avoid asthma attacks, SMAN 1 Sungai Ambawang students and community members need regular education.