Syahdi Mastar
universitas samawa

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN VARIETAS JAGUNG HIBRIDA DI DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR Siti Nurwahidah; Syahdi Mastar; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Fifi Tri Tarini
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1854

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi penggunaan varietas benih jagung hibrida di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir. Pemelihan Lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa Desa Poto merupakan salah satu Desa yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan memiliki luas lahan pertanian yang cukup besar yaitu seluas 770 Ha. Responden dalam penelitian ini adalah Masyarakat Desa Poto yang merupakan petani jagung hibrida, jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 40 orang responden. Metode analisis Regresi linier berganda. Hasil perhitungan regresi yaitu Y = -1,586 + 0,018X1 + -0,762X2 + 0,000X3 + 0,031X4. Berdasarkan uji simultan diperoleh nilai F hitung sebesar 39,286. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa nilai F hitung > F tabel sebesar 39,286 > 2,641, sehingga dapat dinyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti variabel harga benih, luas lahan, pengalaman dan pendapatan” secara bersama-sama berpengaruh terhadap  penggunaan varietas benih. Hasil analisis koefisien determinasi (R2) menggunakan SPSS 16, diperoleh nilai R (koefisien determinasi) sebesar 0,797  yang artinya 79,7% penggunaan varietas benih (Y) dipengaruhi oleh harga benih, luas lahan, pengalaman dan pendapatan, sedangkan sisanya 20,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian. Hasil perhitungan secara parsial variabel harga benih  (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan varietas benih hibrida (Y), sedangkan variabel luas lahan, pengalaman usahatani dan pendapatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap varietas benih (Y)
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI MINUMAN KEKINIAN (STUDI KASUS DI KEDAI “NGINUM” KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA) Lukman Hakim; Yadi Hartono; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar; M Irfan Adekantari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1856

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pengambilan keputusan terhadap pembelian Minuman Kekinian di Kedai “Nginum” Kecamatan Utan. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan adalah salah satu kedai minuman yang berlokasi sangat strategis sehingga banyak konsumen yang berminat dan cabang yang pertama kali berdiri di Kecamatan Utan. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan, sebanyak 40 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa masing-masing tahap terdiri dari 3 indikator dimulai dari 1). Pengenalan Masalah dengan persentase tertinggi pada indikator pertama harga yang terjangkau, indikator kedua tergantung keinginan dan indikator ketiga tergantung kemauan. 2).Pencarian Informasi dengan persentase tertinggi pada indikator pertama teman, indikator kedua lewat media sosial dan indikator ketiga Facebook. 3). Evaluasi Alternatif dengan persentase tertinggi pada indikator pertama kualitas minuman, indikator kedua mini market dan indikator ketiga membeli minuman lain. 4). Keputusan Pembelian dengan persentase tertinggi pada indikator pertama diri sendiri, indikator kedua harga terjangkau dan indikator ketiga karena lebih enak dari yang lain. 5). Perilku Pasca Pembelian dengan persentase indikator pertama tidak menentu, indikator kedua banyak varian rasa dan indikator ketiga suka banget. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam membelian Minuman Kekinian di Kedai Nginum Cabang Kecamatan Utan.
ANALISIS RISIKO USAHA TERNAK AYAM PETELUR DI KECAMATAN BRANG ENE KABUPATEN SUMBAWA BARAT Syahdi Mastar; Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Lukman Hakim; Amri Kusuma
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1857

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis Risiko usaha ternak ayam petelur di Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. Lokasi ini dipilih atas pertimbangan bahwa di Kecamatan Brang Ene terdapat 6 lokasi usaha peternak ayam petelur, responden dalam penelitian ini adalah peternak ayam petelur dengan jumlah sampel sebanyak 6 peternak. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif. Hasil dari analisis Risiko Budidaya dilihat dari Risiko kematian, Risiko Lingkungan dan Risiko Penyakit, . Risiko kematian disebabkan oleh cuaca dingin dan panas, cara mengatasi cuaca dingin yaitu memberi lampu di kandang agar suhu kandang bisa dalam keadaan normal dan memasang terpal atau waringagar suhu udara yang dingin tidak masuk, sedangkan cuaca panas dengan mensemprot ayam agar tetap lembab dan membuka waring atau terpal agar sirkulasi udara masuk. Risiko lingkungan disebabkan oleh bau tidak sedap dan pencurian, cara mengatasi bau tidak sedap yaitu menjaga kebersihan kandang supaya tidak bau, sedangkan pencurian dengan menjaga kandang lebih ketat lagi dan memberi gembok yang besar agar susah untuk dirusak. Risiko penyakit disebabkan oleh penyakit buta, ngorok dan Virus ND. Cara mengatasi penyakit buta adalah memperbaiki sanitasi kandang. Membersihkan kotoran dalam kandang secara rutin. Peternak bisa menggunakan Starbio sebanyak 0,25 kg yang dicampur ke dalam 100 kg pakan ayam. Ngorok cara mengatasi penyakit ngorok pada ayam peterlur yaitu dengan cara memberikan suplemen yang mengandung vitamin dan mineral esensial. Gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh ayam. Virus ND Pemberian antibiotik akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan pemberian multivitamin agar stamina ayam cepat pulih dan meringankan infeksi yang terjadi. Risiko pasar disebabkan oleh harga yang tidak Stabil. Cara mengatasi harga yang tidak Stabil yaitu peternak dapat menjalin kontrak dengan pembeli telur, seperti pengecer atau perusahaan makanan. Hal ini dapat memberikan kestabilan harga dan permintaan yang lebih konsisten. Selain itu peternak mencari mitra pedagang di luar daerah.
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DI TOKO CV. MULTI TANI AGRO Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Alia Wartiningsih; Lukman Hakim; Syahdi Mastar; Wahyu Fajri Ramdani
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i2.1994

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani  Agro. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive sampling) yaitu dengan pertimbangan bahwa CV. Multi Tani Agro adalah toko sarana pertanian yang baru berkembang dibandingkan dengan toko sarana pertanian yang ada di dalam Kota Sumbawa. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli Sarana Pertanian di CV. Multi  Tani Agro dengan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelititan ini menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan konsumen di toko CV. Multi Tani agro terdiri dari tahap 1). pengenalan kebutuhan terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih sangat penting dalam memilih toko sarana pertanian, indikator kedua memilih untuk digunakan sendiri dalam tujuan membeli sarana pertanian dan indikator ketiga memilih harga produk terjangkau dalam alasan membeli produk. 2). Pencarian informasi terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen l memilih teman sebagai sumber informasi, indikator kedua teman sebagai sumber mempengaruhi dan indikator ke tiga tidak ada  sumber informasi melalui media sosial dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi  Tani Agro. 3). Evaluasi alternatif terdiri dari 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada idikator pertama konsumen lebih memilih harga produk dalam pertimbangan utama, indikator kedua membeli produk serupa yang tersedia  apabila produk yang dibutuhkan habis, dan indikator ketiga cari di tempat lain  jika CV. Multi Tani Agro tutup. 4). Keputusan pembelian terdapat 3 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen memilih diri sendiri dalam pengambilan keputusan, indikator kedua terencana dalam memutuskan membeli dan indikator ketiga langganan. 5). Perilaku pasca pembelian terdapat 2 indikator pertanyaan dengan persentase tertinggi, pada indikator pertama konsumen sering dalam membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro dan pada indikator kedua sangat suka membeli sarana pertanian di CV. Multi Tani Agro.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI LAHAN SAWAH DI KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA Mahadisa Ade Rahman; Syahdi Mastar; Siti Nurwahida; Nila Wijayanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha tani jagung pada lahan sawah di Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari 35 responden petani jagung dari Kecamatan Utan berdasarkan klaster kelompok tani. Penentuan kelompok tani sampel dilakukan secara purposive sampling, dimana dipilih lima kelompok tani yang memiliki jumlah anggota terbanyak sebagai unit sampling. Masing-masing kelompok tani ditentukan sebanyak tujuh orang petani sebagai sampel, yang pengambilan sampelnya secara accidental untuk dijadikan responden. Variabel yang dianalisis meliputi luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja, dan harga jual. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, uji t dan Uji F. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya faktor luas lahan yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha tani jagung. Secara simultan menunjukkan factor luas lahan, biaya benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan harga jual jagung bersama?sama berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung > F tabel pada taraf signifikansi 5 %. Model regresi dengan keenam faktor terbukti valid di 92,4 % menunjukkan bahwa kombinasi faktor menjelaskan hampir seluruh variasi pendapatan usaha tani.
ANALISIS RISIKO BUDIDAYA AYAM KAMPUNG SUPER DI KECAMATAN SUMBAWA Syahdi Mastar; Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Lukman Hakim; Kristijuswati Kristijuswati; Ahmad Rohim Ramdhany
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2301

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis risiko budidaya ayam kampung super di kecamatan sumbawa kabupaten sumbawa. Lokasi ini dipilih karena kecamatan sumbawa memiliki tingkat mobilitas yang mudah untuk dijangkau, responden dalam penelitian ini adalah peternak ayam kampung super dengan jumlah sampel sebanyak 3 peternak. Dalam penelitian ini menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui apa saja faktor risiko dalam budidaya ayam kampung super. Selanjutnya menggunakan PIM untuk mengetahui tingkat risiko dari masing masing faktor risiko. Dalam penelitian initerdapat 7 risiko dan 12 faktor risiko dalam budidaya ayam kampung super dengan 2 faktor risiko dengan tingkat risiko tinggi, 9 faktor risiko dengan tingkat risiko sedang dan 1faktor risiko dengan tingkat risiko rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TEMBAKAU DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Lukman Hakim; Syahdi Mastar; Syaifuddin Iskandar; Fitroh Alvaniah Ahmad
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2302

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (Luas Lahan, Bibit, Pupuk, Pestisida dan Harga terhadap variabel terikat (Produktivitas Tembakau), di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, menggunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Uji-t (parsial) variabel luas lahan, bibit dan pupuk pupuk berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tembakau, sedangkan variabel pestisida dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tembakau. Uji-F (simultan) variabel bebas (luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, pestisida dan harga) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (produktivitas tembakau). Hasil koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,838 yang menjelaskan bahwa pengaruh variabel bebas (Luas Lahan, Bibit, Pupuk, Pestisida dan Harga) terhadap variabel terikat (Produktivitas Tembakau) adalah sebesar 83,8%, sedangkan sisanya 16,2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar model penelitian ini.
UJI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG LAHAN SAWAH DE KECAMATAN UTAN DAN KECAMATAN ALAS BARAT Mahadisa Ade Rahman; Syahdi Mastar; Siti Nurwahida; Nila Wijayanti
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i1.2303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pendapatan pertanian dari budidaya jagung di sawah antara Kabupaten Utan dan Kabupaten Alas Barat. Responden dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan petani individu dipilih melalui accidental sampling. Sebanyak 70 petani jagung berpartisipasi dalam penelitian ini, terdiri dari 35 responden dari masing-masing kabupaten. Analisis komparatif dilakukan menggunakan uji t berdasarkan rumus Fisher. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pendapatan pertanian yang signifikan secara statistik antara petani jagung di Kabupaten Utan dan Kabupaten Alas Barat (sig. 0,012 < 0,05). Pendapatan rata- rata pertanian jagung di Kabupaten Utan lebih tinggi daripada di Kabupaten Alas Barat. Secara spesifik, pendapatan rata-rata petani jagung di Kabupaten Utan adalah Rp 26.165.714,29 per petani, sedangkan di Kabupaten Alas Barat adalah Rp 18.736.285,71 per petani, menghasilkan perbedaan pendapatan rata-rata sebesar Rp 7.429.428,57 per petani.
ANALISIS RANTAI PASOK TELUR AYAM RAS CV SADAK DI KECAMATAN SUMBAWA Putri Ayudiya Salsabillah; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar; Nila Wijayanti; Alia Wartiningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i2.2509

Abstract

The purpose of this study was to analyze the flow of information, financial flows, and product flows in the broiler chicken egg supply chain at CV Sadak in Sumbawa District. The location was selected purposively. Respondents were determined using a snowball sampling technique, involving the owner of CV Sadak as the primary informant, followed by input providers (dayold chicks, feed, medicines, and vitamins), middlemen, retailers, and end consumers. The research method used was descriptive, with data collection through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the product flow begins with input providers (day-old chicks, feed, and medicines) and reaches farmers, who then distribute it to agents, retailers, and end consumers. Financial flows occur directly between farmers and input suppliers, while egg sales transactions are conducted in cash or on credit through agents and retailers. Meanwhile, the flow of information remains rudimentary and limited to direct communication between farmers, suppliers, and buyers. These findings indicate that although the supply chain is operational, strengthening information management and collaboration between stakeholders is still necessary to achieve efficiency and business sustainability.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN KREDIT SAHABAT DI BUMDES BATU PENANING DESA BERARE KECAMATAN MOYO HILIR Wiwin Mindartini; Lukman Hakim; Alia Wartiningsih; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Syahdi Mastar
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v6i2.2510

Abstract

This study aimed to analyze the factors influencing consumer behavior in the use of Kredit Sahabat and to examine the impact of its utilization on community welfare. The research was conducted in May 2025 in Berare Village. Data were collected through observation, interviews, and documentation. A total of 30 respondents were selected using proportional sampling. Consumer behavior was analyzed using both qualitative and quantitative approaches. The qualitative analysis employed the Likert Summated Rating (LSR) scale to assess the influence of cultural, social, personal, and psychological factors on consumer behavior. Meanwhile, the quantitative analysis included the Normality Test, Correlation Test, Simultaneous Test (F-test), and Partial Test (t-test). The results revealed that among the four factors examined, only the psychological factor significantly influenced consumer behavior in using Kredit Sahabat, as indicated by a significance value of 0.003 (< 0.05) and a t-value of 3.271, which exceeded the t-table value of 2.042. Therefore, the null hypothesis (H?) was rejected, and the alternative hypothesis (H?) was accepted. Furthermore, the findings indicate that the use of Kredit Sahabat has a positive impact on improving community welfare.