Syahdi Mastar
universitas samawa

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN GARAM RAKYAT DI DESA LABUHAN KURIS KECAMATAN LAPE KABUPATEN SUMBAWA siti nurwahidah; Syahdi Mastar; Restika Sari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 2 No 2 (2022): jurnal sosial ekonomi pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v2i2.938

Abstract

Tujuan dari penenlitian ini adalah Menganalisis saluran dan margin pemasaran Garam Rakyat di Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape serta struktur dan fungsi pasar dari lembaga pemasaran garam. Penelitian ini telah dilaksanakan  pada bulan Februari 2021 di Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape.  Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 7 pegaram dan 8 responden dari lembaga pemasaran garam. Teknik pengambilam sampel yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan melalui wawancara. Adapun tehnik analisis data yang di gunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelusuran dilapangan memperlihatkan bahwa pada proses penyaluran garam terdapat 3 pola saluran pemasaran yaitu sebagai berikut: 1) Pegaram – Koperasi – Pedagang Pengecer – Konsumen akhir 2).Pegaram – koperasi – konsumen akhir  3).Pegaram – konsumen akhir. Pada saluran I margin pemasaran antara pegaram dengan Koperasi sebesar Rp. 2.500/kg, koperasi ke pedagang pengecer sebesar Rp. 4.000/kg, total margin pada saluran I sebesar Rp. 6.500, saluran II sebesar Rp. 4.500 dan Saluran III tidak memiliki margin. Struktur pasar yang dihadapi oleh pegaram yaitu pasar tidak sempurna yaitu pasar Monopsoni. Pegaram melakukan fungsi pasar  berupa fungsi pertukaran (penjualan), fungsi fisik (pengangkutan, penyimpanan) dan fungsi fasilitas (penanggungan risiko, pembiayaan, informasi pasar). Koperasi melakukan fungsi pertukaran (pembelian ,penjualan), fungsi fisik (pengolahan, pengangkutan, penyimpanan) dan fungsi fasilitas (penanggungan risiko, pembiayaan, informasi pasar). Pedagang pengecer melakukan fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (penyimpanan) dan fungsi fasilitas (penanggungan risiko, pembiayaan, informasi pasar).
BAURAN PEMASARAN PENGOLAHAN KACANG METE DI UD. KARYA SUBUR DI DESA LUK KECAMATAN RHEE Syahdi Mastar; Nila Wijayanti; Jumi Awalia
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 2 No 2 (2022): jurnal sosial ekonomi pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v2i2.943

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bauran pemasaran usaha kacang mete di UD. Karya Subur Kecamatan Rhee. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Desa Luk Kecamatan Rhee .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang membeli kacang mete UD. Karya Subur yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui bauran pemasaran yang dilakukan perusahaan pada produk yaitu memasarkan produk kacang mete rasa original. Penetapan harga menggunakan harga yang sesuai dengan harga pasaran dan juga memberi potongan harga. Tempat/saluran distribusi produk dilakukan secara langsung yaitu konsumen datang langsung ketempat usaha dan juga melalui pengecer. Promosi menggunakan media offline yang berupa promosi dari mulut ke mulut dan pemasangan baliho untuk mempromosikan kegiatan usahanya. Tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran berdasarkan masing-masing aspek sebagai berikut: (1) aspek produk kategori baik, (2) aspek harga kategori sangat baik, (3) aspek tempat kategori baik, (4) aspek promosi kategori baik dan dapat dikatakan bahwa bauran pemasaran yang diterapkan oleh UD. Karya Subur sudah berjalan dengan baik
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KERUPUK KULIT SAPI (STUDI KASUS LINGKUNGAN SURYA BAKTI KELURAHAN PEKAT KECAMATAN SUMBAWA) Aulia Agustina; Syahdi Mastar; Alia Wartiningsih
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v3i1.1119

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi seperti apa yang mempengaruhi konsumen terhadap keputusan pembelian kerupuk kulit sapi di Lingkungan Surya Bakti Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini telah dilksanakan pada bulan April 2022 di Lingkungan Surya Bakti Kelurahan Pekat Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan metode deskriptif dengan jumlah sebanyak sempel sebanyak 60 responden dengan mengambil 10 responden dari masing-masing para pemilik home industry yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara atau kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan rating scale. Dari hasil penelitian diketahui bahwa preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian yang dilakukan pada harga kerupuk kulit sapi yaitu harga yang ditawarkan penjual sesuai dengan kualitas produk yang dijual. Cita rasa kerupuk kulit sapi yang ditawarkan oleh pejual memiliki tekstur yang gurih sehingga responden tertarik untuk membeli produk dan responden menyukai kerupuk kulit sapi untuk dikonsumsi sebagai pendamping makanan sehingga menambah cita rasa yang gurih. Ukuran dari kerupuk kulit sapi yang beragam sehingga membuat responden merasa puas dengan kualitas kerupuk kulit sapi dan bentuk yang ditawarkan penjual kepada responden sesuai dengan harga baik kemasan kecil maupun kemasan besar sesuai dengan harga masing-masing. Lokasi atau tempat penjualan kerupuk kulit sapi mudah dijangkau dan strategis. Preferensi konsumen terhadap krupuk kulit sapi sebagai berikut : (1) harga kriteria sangat setuju, (2) cita rasa kriteria sangat setuju, (3) ukuran kriteria setuju, (4) lokasi kriteria setuju dan dapat dikatakan bahwa preferensi konsumen yang diterapkan oleh krupuk kulit sapi pada cita rasa dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
PERILAKU KONSUMEN TERHADAP JAJANAN TRADISIONAL (PALOPO) DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nandini Ika Wardani; Syahdi Mastar; M. Aries Zuhri Angkasa
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v3i2.1281

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian Palopo. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 Di pasar kuliner Kecamatan Taliwang. Penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode deskriftif dengan sampel sebanyak 30 responden yang membeli Palopo di Pasar Kuliner yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara atau kuesioner, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian tentang perilaku konsumen dalam pembelian Palopo di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat diperoleh kesimpulan bahwa keempat faktor yang diteliti berpengaruh pada perilaku konsumen. Adapun skor dari masing-masing faktor yaitu faktor budaya dengan nilai skor 18,33 sekaligus menjadi pertimbangan konsumen karena menepati urutan paling tinggi, kemudian diikuti oleh faktor psikologi dengan nilai skor 17,26 selanjutnya diikuti oleh faktor pribadi dengan nilai skor 16,9 kemudian faktor sosial dengan nilai skor 16,53.
MANAJEMEN PRODUKSI MAKANAN KHAS TALIWANG (PALOPO) DI KECAMATAN TALIWANG KAB. SUMBAWA BARAT Iis Dahlia; M. Aries Zuhri Angkasa; Syahdi Mastar
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v3i2.1283

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Manajemen Produksi Pada Bisnis Makanan Tradisional palopo yang ada di Kecamatan Taliwang. Penelitian ini telah dilksanakan pada bulan Agustus 2022 di Lingkungan Sebok Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan metode deskriptif kualitatif dengan jumlah sebanyak sempel sebanyak 1 responden Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara atau kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan metode field reserch (penelitian lapangan). Dari hasil penelitian diketahui bahwa Manajemen Produksi Makanan Khas Taliwang (Palopo) Di Kecamatan Taliwang Kab.Sumbawa Barat memiliki beberapa tahapan sebagai berikut: (1) Tahap persiapan bahan, (2) Tahap Pengadonan, (3) Tahap Pengukusan, (4) Tahap Pendinginan.
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA JAJANAN PALOPO DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Alia Wartiningsih; Syahdi Mastar; Joni Kantari
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah pada agroindustri Palopo di Kecamatan Taliwang. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Juli 2023 di pengusaha palopo Kecamatan Taliwang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, kuantitatif dengan jumlah 4 pengusaha palopo, pengambilan sampel dilakukan secara sensus. Adapun analisis data yang akan di gunakan untuk menghitung nilai tambah dalam penelitian ini adalah Metode Hayami. Hasil penelitian mengenai Analisis Nilai Tambah Usaha Jajanan Palopo di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, Diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Nilai tambah usaha sebesar Rp. 46.006,28 dengan nilai rasio sebesar 32.39% dan untuk indikator rasionya nilai tambanya sedang. ( 2) Keuntungan usaha sebesar Rp. 45.906,28 dengan tingkat keuntungan yang diperoleh adalah 99,78%, (3) Marjin balas jasa sebesar Rp.100.334 yang didapat dari pendapatan tenaga kerja 45,753%, dengan sumbangan input 0,100% dan keuntungan usaha 54,147%.
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN NASABAH KREASI DI PT. PEGADAIAN UPC BRANG REA KABUPATEN SUMBAWA BARAT Syahdi Mastar; Alia Wartiningsih; Aan Riansyah
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i1.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepuasan Pelayanan Nasabah Kreasi di PT. Pegadaian UPC Brang Rea Kabupaten mbawa Barat. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 20 orang.Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peryataan dapat di simpulkan hasil penelitian menurut tanggapan responden atau nasabah mengenai aspek persyaratan dan penyelsean mencapai total skor 22,40 dengan katagori sangat puas, (2) Biaya tarif dapat dilihat dari hasil penelitian menurut tanggapan responden atau nasabah mengenai aspek biaya atau tarip mencapai total skor 21,05 dengan katagori sangat puas, (3) Prilaku plaksana dapat dilihat dari hasilpenelitian ini menurut tanggapan responden mengenai aspek prilaku plaksana mencapai total skor 23,15 dengan katagori sangat puas, Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 20 orang.Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peryataan dapat di simpulkan hasil penelitian menurut tanggapan responden atau nasabah mengenai aspek persyaratan dan penyelsean mencapai total skor 22,40 dengan katagori sangat puas, (2) Biaya tarif dapat dilihat dari hasil penelitian menurut tanggapan responden atau nasabah mengenai aspek biaya atau tarip mencapai total skor 21,05 dengan katagori sangat puas, (3) Prilaku plaksana dapat dilihat dari hasilpenelitian ini menurut tanggapan responden mengenai aspek prilaku plaksana mencapai total skor 23,15 dengan katagori sangat puas.  
ANALISIS RISIKO PADA USAHA TERNAK AYAM BROILER DI KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Alia Wartiningsih; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Jihat Akbar
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang terjadi pada usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dan penanggulangannya. Penelitaian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2023 dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 8 peternak. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara mendalam dengan salah satu peternak yaitu Bapak Ibrahim, dokumentasi dan koesioner. Hasil dari analisis ini didapatkan 16 risiko yaitu 10 risiko dari peroses budidaya dan 6 risiko dari penjualan, adapun penanggulangannya terdapat 22 penanggulangan dari risiko budidaya dan 13 penanggulangan dari risiko penjualan. Pada peroses budidaya terdapat 4 faktor yang menghasilkan risiko yaitu lahan memilik 2 risiko dengan 4 penanggulangan, kandang memiliki 2 risiko dengan 5 penanggulangan, peralatan memiliki 2 Risiko dengan 6 penanggulangan dan yang terakhir DOC memiliki 4 Risiko dengan 7 penanggulangan. Untuk proses penjualan terdapat 3 faktor yang menghasilkan risiko yaitu fluktuasi harga memiliki 3 risiko dengan 7 penanggulangan, lingkungan sosial memiliki 2 risiko dengan 3 penanggulangan dan yang terakhir nonteknis memiliki 1 risiko dengan 3 penanggulangan. Kesiapan peternak dalam penanggulangan risiko sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari jumlah penanggulangan yang lebih banyak dari pada risiko yang ada.
ANALISIS MANAJEMEN PRODUKSI BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA BBI PERTANIAN UPB UTAN KABUPATEN SUMBAWA Yadi Hartono; Siti Nurwahidah; Lukman Hakim; Syahdi Mastar; Annas Annas
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v4i2.1681

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, proses dan pengawasan produksi benih padi bersertifikat pada BBI Pertanian UPB Utan. Tujuan penelitian dijawab dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen telah dijalankan oleh BBI Pertanian UPB Utan dalam kegiatan produksi benih sertifikat. Hal ini ditandai dengan tersedianya dokumen perencanaan produksi yang dinamai Rencana kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). RKAB memuat hal-hal diantaranya: target produksi dan luas lahan tanam, jadwal semai dan tanam; jadwal pemeriksaan tanam; (c). jumlah/target produksi dan mekanisme penyaluran benih ke pasar/petani, dan lain-lain. BBI Pertanian UPB Utan juga telah menjalankan manajemen produksi yang mencakup penetapan rancangan sistem produksi serta pengoperasian dan pengendalian sistem produksi. Hal ini dilihat dari mekanisme pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi. Dalam hal produksi benih BBI Pertanian UPB Utan selalu mengacu pada SOP produksi benih bersertifikat dimulai dari: pengadaan benih sumber, penyiapan lahan lahan/areal penangkarang hingga pengemasan dan pemasangan label. Terakhir, BBI Pertanian Utan juga telah menjalankan ke 4 fungsi pengawasan, yaitu fungsi Routing, fungsi Loading dan Scheduling dan fungsi Dispatching dan fungsi Follow-up. Hal ini tercermin dari mekanisme pengawasan yang melibatkan pihak luar yakni BPSB dan pengawasan dilakukan secara sistematis mulai dari fase sebelum tanam sampai pelabelan benih. Pengawasan juga dilakukan pengaturan muatan pekerjaan baik pada pengawasan lapangan maupun pengawasan laboratorium.
ANALISIS TATA NIAGA DAN STRUKTUR PASAR USAHA GARAM RAKYAT DI DESA LABUHAN BONTONG KECAMATAN TARANO Yadi Hartono; Nila Wijayanti; Syahdi Mastar; Muhammad Aries Zukhri Angkasa; Riski Andira
JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Alia Wartiningsih, M.Si

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jsep.v5i1.1853

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis tata niaga, struktur pasar serta perilaku pasar dan efisiensi Usaha Garam Rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja yaitu dengan pertimbangan bahwa Desa Labuhan Bontong merupakan daerah penghasil garam rakyat terbesar di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dimana jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 18 petani garam 8 pengecer garam. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan melalui wawncara. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data deskriptif kuantitatif Berdasarkan penelusuran dilapangan memperlihatkan bahwa pada proses penyaluran garam terdapat 2 saluran yaitu sebagai berikut: 1) Petani - Pedagang Pengecer - Konsumen 2) Petani- Konsumen. Struktur pasar dan perilaku usaha garam rakyat di Desa Labuhan Bontong Kecamatan Tarano yaitu 1.) Struktur pasar pada komoditas garam cukup terkonsentrasi pada satu pengecer sehingga struktur pasar berbentuk monopolistik (CR4) karena >80%, 2) Perilaku pasar pada sistem penentuan harga ditetapkan oleh pengecer ataupun konsumen dan bersifat stabil di segala musim Selanjutnya efisiensi tataniaga garam terjadi pada saluran 2 dimana konsumen membeli secara langsung ke petani garam