Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA USAHA PRODUKSI TAHU DAN TEMPE “ BERKAH ” DI DESA KEBUN PISANG KECAMATAN BADIRI KABUPATEN TAPANULI TENGAH Nova Zulfani Panggabean; Kaharuddin; Alfansuri Tanjung; Nur’ainun Hasibuan; Hendra Saputra; Hadijah Sipahutar; Nelly Azwarni Sinaga
JUBDIMAS ( Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 4 No 2 (2025): Artikel Pengabdian September 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jubdimas.v4i2.399

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku usaha produksi tahu dan tempe usaha ‘Berkah” dalam mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diberikan edukasi mengenai pentingnya pemasaran dengan menggunakan media digital, langkah-langkah dalam membangun identitas usaha, serta pengenalan dasar pemasaran digital seperti pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial. Meskipun implementasi fisik dari merek dan logo belum menyebar hingga akhir kegiatan, pelaku usaha telah memahami secara menyeluruh konsep dasar membangun merek dan menunjukkan kesiapan untuk menerapkannya dalam waktu dekat. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya identitas produk dan strategi pemasaran digital sebagai faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha produksi makanan tradisional. Hasil kegiatan ini juga dapat dijadikan model pendekatan serupa untuk usaha produksi lain di wilayah lokal. Selama pelaksanaan, pelaku usaha diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya merek dalam meningkatkan daya saing produk, teknik dasar membangun merek dan logo, serta strategi pemasaran digital sederhana seperti penggunaan WhatsApp Business dan media sosial untuk promosi. Meskipun hingga akhir kegiatan pemasaran digital diterapkan, pelaku usaha telah menunjukkan pemahaman konseptual yang kuat dan kesiapan untuk mengembangkan identitas produk secara bertahap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memahami strategi pemasaran dan branding menjadi modal awal yang sangat penting bagi perkembangan usahanya ke depan. Kegiatan ini juga memberikan model pendekatan yang dapat direplikasi pada usaha kecil sejenis untuk meningkatkan daya saing lokal.
PENGARUH KESIAPAN MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KOTA SIBOLGA Jeniusman Ahmad Hutagalung; Nur’ainun Hasibuan; Hendra Saputra; Alfansuri Tanjung; Nova Zulfani Panggabean; Hadijah Sipahutar
Jesya Vol 9 No 1 (2026): Artikel Riset Januari 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i1.2557

Abstract

Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan salah satu program inovatif yang digagas Kementerian Dalam Negeri dalam rangka digitalisasi layanan administrasi kependudukan. Program ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses identitas kependudukan secara digital, menggantikan atau melengkapi penggunaan dokumen fisik seperti Kartu Penduduk Elektronik (KTP-el) dengan aplikasi berbasis teknologi. IKD diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, memberikan kemudahan bagi masyarakat, serta mewujudkan administrasi kependudukan yang lebih modern dan terintegrasi. Berdasarkan Laporan Pelaksanaan Administrasi Kependudukan Kota Sibolga bulan November 2024, tercatat hingga bulan November, sebanyak 70.404 penduduk Kota Sibolga telah melakukan perekaman KTP-el dan sebanyak 4.777 jiwa atau 6,78% telah melakukan aktivasi IKD. Angka ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 25% yang kemudian ditingkatkan lagi menjadi 30% atau 21.121 jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus tunggal agar dapat memberikan gambaran yang mendalam tentang kesiapan masyarakat Kota Sibolga dalam melakukan aktivasi IKD dan juga dapat memberikan informasi yang rinci dan kontekstual tentang fenomena yang diteliti. Meskipun begitu, aplikasi IKD tidak serta merta diterima oleh banyak masyarakat.