Bhayu satrio wibowo
Politeknik Raflesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Biaya Pemeliharaan Runway Sebelum dan Sesudah Pekerjaan Overlay di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Rika Fitriani; Bhayu satrio wibowo; Syaflenedi; Ahmad Sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2025): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v11i2.1213

Abstract

Runway Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, mengalami kerusakan signifikan sebelum pekerjaan overlay, menyebabkan biaya pemeliharaan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pemeliharaan runway sebelum dan sesudah overlay untuk mengevaluasi efisiensi biaya. Perhitungan Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data sekunder dari PT Angkasa Pura Indonesia dianalisis, mencakup laporan pemeliharaan tiga tahun sebelum overlay (2022–2024) dan empat bulan pasca-overlay (Oktober 2024–Februari 2025). Hasil menunjukkan biaya pemeliharaan sebelum overlay sebesar Rp1.657.000.000 per tahun, turun menjadi Rp387.000.000 per tahun (proyeksi dari Rp32.250.000 per bulan) pasca-overlay, dengan efisiensi 76,65%. Overlay jenis debt overlay (aspal HMA, tebal 5–7 cm) efektif mengurangi frekuensi kerusakan seperti alligator crack, longitudinal crack, dan raveling, mendukung strategi pemeliharaan berkelanjutan dan keselamatan penerbangan.
ANALYSIS OF THE CAUSES OF TRAFFIC CONGESTION (CASE STUDY OF JATIWANGI—LIGUNG ROAD): ANALYSIS OF THE CAUSES OF TRAFFIC CONGESTION Mushthofa; Muhammad Taufik; Ade Jaya Saputra; Bhayu Satrio Wibowo
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic congestion on Jatiwangi-Ligung Road in Majalengka Regency has become a major problem. The purpose of this study is to find out the causes of congestion and find the best way to solve it. This study found through field observations, traffic data analysis, and literature studies that the main causes of congestion are the increasing number of private vehicles, limited road capacity, and lack of public transportation integration. In addition, conventional markets and non-ideal intersections worsen traffic conditions. Based on these findings, this study recommends several strategies to overcome congestion, including: increasing road capacity, developing an integrated public transportation system, implementing a technology-based traffic management system, and consistent law enforcement. In addition, active community participation in efforts to reduce congestion is also very important. The results of this study are expected to be a basis for local governments in formulating more comprehensive and sustainable transportation policies, so that they can improve the quality of life of the community and reduce the negative impact of congestion on the local economy.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN PRAMUKA KELURAHAN AIR BANG MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Bhayu Satrio Wibowo; Pemas setiwan; Bambang Farizal
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2026): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan merupakan salah satu permasalahan infrastruktur yang dapat menurunkan tingkat pelayanan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan, mengetahui kondisi jalan, serta menentukan urutan prioritas penanganan pada Ruas Jalan Pramuka, Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilakukan dengan metode bina marga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei visual kerusakan jalan, pengukuran dimensi kerusakan, dokumentasi, dan survei Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Ruas jalan sepanjang 2,7 km dibagi menjadi 54 segmen untuk mempermudah analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan yang ditemukan meliputi retak buaya, retak memanjang, lubang, retak tepi, pelepasan butir, tambalan, dan tumpahan aspal, dengan retak kulit buaya sebagai kerusakan yang paling dominan. Nilai LHR sebesar 12.688,8 SMP/hari menunjukkan ruas jalan termasuk Kelas Jalan 6. Berdasarkan analisis Urutan Prioritas (UP), diperoleh 27 segmen memerlukan pemeliharaan rutin, 7 segmen pemeliharaan berkala, 4 segmen program peningkatan, dan 16 segmen tidak mengalami kerusakan. Metode Bina Marga mampu memberikan penilaian kondisi jalan dan rekomendasi penanganan sesuai tingkat kerusakan.