Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbandingan Biaya Pemeliharaan Runway Sebelum dan Sesudah Pekerjaan Overlay di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Rika Fitriani; Bhayu satrio wibowo; Syaflenedi; Ahmad Sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2025): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v11i2.1213

Abstract

Runway Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, mengalami kerusakan signifikan sebelum pekerjaan overlay, menyebabkan biaya pemeliharaan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pemeliharaan runway sebelum dan sesudah overlay untuk mengevaluasi efisiensi biaya. Perhitungan Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data sekunder dari PT Angkasa Pura Indonesia dianalisis, mencakup laporan pemeliharaan tiga tahun sebelum overlay (2022–2024) dan empat bulan pasca-overlay (Oktober 2024–Februari 2025). Hasil menunjukkan biaya pemeliharaan sebelum overlay sebesar Rp1.657.000.000 per tahun, turun menjadi Rp387.000.000 per tahun (proyeksi dari Rp32.250.000 per bulan) pasca-overlay, dengan efisiensi 76,65%. Overlay jenis debt overlay (aspal HMA, tebal 5–7 cm) efektif mengurangi frekuensi kerusakan seperti alligator crack, longitudinal crack, dan raveling, mendukung strategi pemeliharaan berkelanjutan dan keselamatan penerbangan.
PERAN KONSULTAN PENGAWAS DALAM MENGANTISIPASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN PADA PROYEK PENGAWASAN JALAN SENDAWAR-MARAS PROVINSI BENGKULU DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA Ahmad Sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.581

Abstract

Pembangunan jalan di Indonesia saat ini menjadi prioritas utama dalam Pembangunan Infrastruktur. Konsultan Pengawas merupakan bagian dari struktur Organisasi Proyek pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tersebut. Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana, dalam hal ini pada proyek Pembangunan Jalan Sendawar-Maras Provinsi Bengkulu dimana sering terjadi keterlambatan baik dari segi teknis maupun non teknis. Penulisan Laporan Teknik ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor utama pendukung yang mempengaruhi keterlambatan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan berbagai kajian Pustaka dan hasil studi yang relavan tentang peran Konsultan Pengawas dalam proses pelaksanaan konstruksi serta indikator kinerja konstruksi/construction performance proyek jalan yang diteliti, (Proyek Jalan Sendawar-Maras Provinsi Bengkulu). Metodelogi penelitian menggunakan tahapan proses, mengkaji berbagai isu, kajian pustaka, hasil penelitian yang relavan, identifikasi permasalahan penelitian, mempersiapkan instrument penelitian, menganalisis permasalahan penelitian dan membahas hasil penelitian yang diperoleh. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan mengkaji berbagai data primer dan sekunder yang dikumpulkan, studi kasus ini menghasilkan identifkasi peran Konsultan Pengawas pada keberhasilan pembangunan proyek nantinya.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN SEMEN PADA TANAH: ANALISIS PENGARUH CAMPURAN AIR TERHADAP PENCAMPURAN SEMEN PADA TANAH Arif Rahman Hakim Sitepu; R. Delfinna; S. Hazizi; CE. Sigalingging; R. Shabirah; A. Salsabila; A. Nurlela; Rahmat Kurniawan; Cahyo Agung Saputra; Syahidus Syuhada; Ahmad Sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.707

Abstract

Institut Teknologi Sumatera berada di Kabupaten Lampung Selatan termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dapat di lihat dari semakin meningkatnya bangunan infrastruktur pendukung yang dapat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dan berinovasi. Jenis tanah yang cukup banyak ditemui di Kabupaten Lampung Selatan adalah area persawahan, alluvial berawa-rawa yang di tandai dengan lahan sawah yang terbanyak. Permasalahan yang ditimbulkan yaitu tanah tersebut memiliki karakteristik daya dukung yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meninjau pengaruh penambahan air yang digunakan pada potensi semen sebagai bahan tambah alternatif untuk menstabilisasi tanah secara kimiawi.
ANALISA PERBANDINGAN KADAR LUMPUR PASIR DARAT PERMU DAN PASIR TALANG BENIH TERHADAP KUAT TEKAN BETON: ANALISA PERBANDINGAN KADAR LUMPUR PASIR DARAT PERMU DAN PASIR TALANG BENIH TERHADAP KUAT TEKAN BETON weni Febrianti; Tugiman; R. Gunawan; Alit Aswito; Ahmad sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah bahan bangunan yang sering digunakan untuk pembangunan gedung, jalan, dan jembatan. Beton merupakan satu kesatuan yang homogen, beton ini terbuat dari campuran agregat halus (pasir), agregat kasar (krikil), atau beberapa jenis agregat, air, dengan menggunakan semen portland dan semen hidrolik dan ditambahkan bahan kimia atau adiktif. Pasir Permu yang terletak di kabupaten Kepahiang dan pasir Talang Benih yang terletak di kabupaten Rejang Lebong. Pasir ini sering digunakan oleh masyarakat lokal dan daerah setempat untuk bahan campuran beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimen, untuk mengetahui kuat tekan beton maka peneliti mengunakan tabung silinder ukuran 15 x 30 cm dengan mengunaka pasir Permu dan Talang Benih, kadar lumpur pada pasir darat Permu sebesar 3,58% dan pasir Talang Benih sebesar 3,64% terhadap kuat tekan beton sebagai campuran agregat halus. Metode yang digunakan untuk mengetahui hasil dari penelitian ini dapat dilalui oleh beberapa tahapan, dan experimen ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kadar lumpur terhadap kuat tekan beton fc 15 Mpa Pengaruh Kadar Lumpur Pasir Talang Benih dan Permu Terhadap Kuat Tekan Beton. tersebut disebabkan oleh kandungan lumpur, pada beton yang berumur 7 hari pengaruh kadar lumpur sudah mulai terlihat. Beton dengan kadar lumpur tinggi akan menunjukan kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan beton yang kadar lumpur rendah. Pada umur 14 hari kuat tekan antara beton dengan kadar lumpur tinggi dan rendah akan semakin jelas terlihat pada umur 14 hari dan 28 hari.
EVALUASI KONDISI FISIK JALAN DAN SISTEM DRAINASE PADA RUAS JALAN MADRASAH SIDOREJO CURUP SEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN PERKERASAN fahira rhomianti; Astri Dera Audia; M Ali; Ahmad Sajid
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2026): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Madrasah yang terletak di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong merupakan ruas jalan sepanjang 473 meter dengan lebar perkerasan 3-4 meter yang mengalami berbagai jenis kerusakan permukaan akibat kondisi drainase yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi fisik perkerasan jalan dan sistem drainase pada ruas tersebut sebagai upaya mitigasi kerusakan lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif berupa perhitungan luas kerusakan dengan rumus panjang kali lebar, dan pendekatan kualitatif berupa observasi kondisi fisik drainase di lapangan serta wawancara dengan warga sekitar. Hasil penelitian pada 36 titik kerusakan menunjukkan total luas kerusakan sebesar 203,7871 m² atau 13,46% dari total luas perkerasan 1.513,60 m², sehingga tergolong kategori Rusak Ringan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2011. Dari sepuluh segmen yang diamati, empat segmen (Segmen 1, 3, 5, dan 10) tergolong Rusak Berat, dua segmen (Segmen 2 dan 4) tergolong Sedang, dan empat segmen (Segmen 6-9) tergolong Baik. Kondisi drainase yang buruk pada beberapa titik menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan perkerasan, terutama pada segmen yang salurannya tersumbat sedimen dan vegetasi liar atau bahkan tidak memiliki saluran sama sekali. Rekomendasi penanganan berupa perbaikan struktural pada segmen Rusak Berat, pemeliharaan berkala pada segmen Sedang, serta normalisasi drainase secara menyeluruh disarankan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.