Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Literasi Keuangan Mahasiswa melalui Pelatihan Pengelolaan Keangan Pribadi dalam Menukung Perilaku Finansial yang Bijak Ade Vidya Eryanti; Muh. Nur Fadel Hamzah; Fitriani Rahim; Indah Lestari Anwar
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i1.3835

Abstract

Rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan mahasiswa menjadi permasalahan serius yang berdampak pada perilaku finansial tidak bijak, seperti pengeluaran konsumtif berlebihan, minimnya tabungan, dan ketidakmampuan merencanakan keuangan jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi melalui serangkaian pelatihan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi anggaran pribadi, serta pendampingan langsung yang dilaksanakan selama satu hari pada bulan Mei 2026 di Universitas Negeri Makassar, dengan melibatkan 39 mahasiswa dari program studi manajemen. Materi pelatihan mencakup konsep dasar literasi keuangan, pengelolaan arus kas pribadi, strategi menabung, pengenalan instrumen investasi, serta perencanaan keuangan jangka pendek dan panjang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada skor literasi keuangan peserta, dari rata-rata 52,3 pada pra-tes menjadi 78,6 pada pasca-tes (peningkatan sebesar 50,3%). Tingkat kepuasan peserta mencapai 91,7%, dan sebesar 87% peserta menyatakan komitmen untuk mengubah perilaku finansial mereka pasca pelatihan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif secara efektif mampu meningkatkan literasi keuangan mahasiswa serta mendorong terbentuknya perilaku finansial yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
What Do Viewers Talk About? Sentiment and Topic Analysis of Audience Comments on a Samsung Galaxy S26 Review on YouTube Mufidatul Azmi; Ade Vidya Eryanti; Rika Kurniawati
JUMINTAL: Jurnal Manajemen Informatika dan Bisnis Digital Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/jumintal.v5i1.7841

Abstract

The rapid growth of digital media has positioned YouTube as a key platform for consumer information seeking, particularly through smartphone review content that shapes purchasing decisions. This study examines audience sentiment and identifies dominant discussion topics within comments on a YouTube review video of the Samsung Galaxy S26 Series. A quantitative descriptive approach was employed using text mining techniques, with data collected via web scraping yielding a dataset of 1,001 comments. The analysis comprised text preprocessing, lexicon-based sentiment analysis using the Indonesian Sentiment Lexicon (InSet), and topic modeling using Latent Dirichlet Allocation (LDA). The results indicate that positive sentiment dominates the discussion, accounting for 665 comments (66.4%), while 336 comments (33.6%) reflect negative sentiment. Positive comments cluster around themes of feature innovation, design appreciation, and favorable product evaluations, while also reflecting active audience engagement through content requests directed at the creator. Negative comments are primarily driven by concerns over screen reliability issues, particularly the green line problem associated with previous Samsung Galaxy devices. These findings highlight the value of YouTube comment analysis as a source of consumer intelligence, offering practical insights for digital marketing practitioners in managing brand perception and communication strategies during new product launch phases.
Inklusif Human Resource Development di Pendidikan Tinggi: Analisis Gender terhadap Multidimensional Psychological well-being Mahasiswa Perantau di Kota Makassar Muhaidir Ikram; Ade Vidya Eryanti
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4247

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan berbasis gender dalam multidimensional psychological well-being pada mahasiswa yang tinggal jauh dari keluarga di Kota Makassar dalam perspektif inclusive Human Resource Development. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional comparative study. Sebanyak 416 mahasiswa dipilih melalui purposive sampling. Psychological well-being diukur menggunakan adaptasi 18-item Scale of Psychological Well-Being yang mencakup enam dimensi, yaitu autonomy, environmental mastery, personal growth, positive relations with others, purpose in life, dan self-acceptance. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan one-way Multivariate Analysis of Variance (MANOVA), dilanjutkan dengan pengujian univariat dan koreksi Holm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki memiliki skor deskriptif yang sedikit lebih tinggi pada seluruh dimensi, tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan secara multivariat. Setelah koreksi terhadap pengujian berganda, tidak terdapat perbedaan signifikan pada satu pun dimensi psychological well-being, dan seluruh ukuran efek berada pada kategori kecil. Temuan ini menunjukkan bahwa gender bukan merupakan pembeda utama psychological well-being mahasiswa perantau. Implikasinya, praktik inclusive HRD di pendidikan tinggi lebih tepat diarahkan pada dukungan berbasis kebutuhan individual daripada program yang dibedakan secara apriori berdasarkan gender.
Paradoks Konektivitas Digital dalam Work–Life Balance: Tinjauan Literatur Sistematis dan Agenda Penelitian Masa Depan Ade Vidya Eryanti; Muhaidir Ikram M
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4249

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara kerja sekaligus hubungan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, bukti empiris mengenai pengaruh kerja digital terhadap work–life balance (WLB) masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan mensintesis hubungan kerja digital dan WLB, mengidentifikasi mekanisme yang mendasarinya, serta menelaah kondisi personal, organisasional, dan kontekstual yang memengaruhi hubungan tersebut. Systematic literature review dilakukan terhadap literatur Scopus yang dicari pada 20 Agustus 2026 dengan mengikuti prinsip PRISMA 2020. Dari 88 rekaman awal, 13 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan integrative narrative synthesis, dengan kualitas metodologis dievaluasi menggunakan instrumen JBI sesuai desain studi. Hasil menunjukkan bahwa kerja digital menghasilkan dua jalur yang dapat berlangsung secara simultan. Jalur sumber daya mendukung WLB melalui fleksibilitas, otonomi, efisiensi, dan kontrol, sedangkan jalur tuntutan menurunkan WLB melalui techno-overload, techno-invasion, permeabilitas batas, ketersediaan terus-menerus, dan tekanan psikologis. Efek tersebut dipengaruhi oleh boundary control, self-efficacy, resiliensi, dukungan organisasi, pengalaman kerja jarak jauh, dan tuntutan pekerjaan tambahan. Sintesis ini mengembangkan konsep digital flexibility–hyperconnectivity paradox untuk menjelaskan variasi konsekuensi kerja digital terhadap WLB.