Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Forest Science Avicennia

Perbedaan Habitat Mangrove Pada Umur 9, 10, 12 Tahun di Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Susanto, Denni
Journal of Forest Science Avicennia Vol 3, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.11354

Abstract

Rehabilitasi mangrove merupakan upaya pengembalian fungsi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi, salah satunya adalah di pesisir pantai utara jawa. Berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan dengan penanaman bibit mangrove, seperti pada kawasan mangrove di Kabupaten Demak. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan habitat mangrove pada unur 9,10, dan 12 tahun. Pengambilan data dilakukan pada tiga umur yaitu 9, 10, dan 12. Jumlah plot pengamatan dengan IS 1% didapatkan 57 plot petak ukur. Setiap petak ukur berukuran 5x5 m. Variabel yang diukur pada setiap petak ukur adalah kerapatan vegetasi, suhu, ketebalan lumpur, DO, salinitas, pH, plankton, dan makrobenthos. Data habitat kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS. Ketiga umur memiliki karakteristik habitat yang berbeda. Kawasan rehabilitasi mangrove Desa Bedono mempunyai kerapatan mangrove berkisar antara 1813 – 2507 ind/ha, suhu sebesar 28,17 – 29,09 oC, kedalaman lumpur 53,19 – 72,06 cm, DO sebesar 5,23 – 6,17 ppm, salinitas sebesar 1,74 – 2,91 o/oo, pH sebesar 7,08 – 7,27, kepadatan plankton sebesar 81.905 – 89.333 ind/ml dengan ID antara 2,38 – 2,98, kepadatan makrobentos sebesar 280.000 – 833.810 ind/ha dengan ID antara 1,62 – 1,85. Hasil analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan karakteristik habitat suhu, salinitas, pH, kepadatan makrobenthos, dan keanekaragaman jenis makrobenthos pada tiap tahun tanam dengan nilai probabilitas < 0,05. Perbedaan rehabilitasi ini menunjukkan kesiapan mangrove yang tumbuh. Semakin tua umur mangrove maka akan semakin baik habitatnya.
Perbedaan Habitat Mangrove Pada Umur 9, 10, 12 Tahun di Desa Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah Denni Susanto
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 3 No. 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.11354

Abstract

Rehabilitasi mangrove merupakan upaya pengembalian fungsi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi, salah satunya adalah di pesisir pantai utara jawa. Berbagai upaya rehabilitasi telah dilakukan dengan penanaman bibit mangrove, seperti pada kawasan mangrove di Kabupaten Demak. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan habitat mangrove pada unur 9,10, dan 12 tahun. Pengambilan data dilakukan pada tiga umur yaitu 9, 10, dan 12. Jumlah plot pengamatan dengan IS 1% didapatkan 57 plot petak ukur. Setiap petak ukur berukuran 5x5 m. Variabel yang diukur pada setiap petak ukur adalah kerapatan vegetasi, suhu, ketebalan lumpur, DO, salinitas, pH, plankton, dan makrobenthos. Data habitat kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS. Ketiga umur memiliki karakteristik habitat yang berbeda. Kawasan rehabilitasi mangrove Desa Bedono mempunyai kerapatan mangrove berkisar antara 1813 – 2507 ind/ha, suhu sebesar 28,17 – 29,09 oC, kedalaman lumpur 53,19 – 72,06 cm, DO sebesar 5,23 – 6,17 ppm, salinitas sebesar 1,74 – 2,91 o/oo, pH sebesar 7,08 – 7,27, kepadatan plankton sebesar 81.905 – 89.333 ind/ml dengan ID antara 2,38 – 2,98, kepadatan makrobentos sebesar 280.000 – 833.810 ind/ha dengan ID antara 1,62 – 1,85. Hasil analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan karakteristik habitat suhu, salinitas, pH, kepadatan makrobenthos, dan keanekaragaman jenis makrobenthos pada tiap tahun tanam dengan nilai probabilitas < 0,05. Perbedaan rehabilitasi ini menunjukkan kesiapan mangrove yang tumbuh. Semakin tua umur mangrove maka akan semakin baik habitatnya.
Kepuasan Dan Persepsi Wisatawan Terhadap Keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai Adi Nugroho; Denni Susanto; Prasetyo Nugroho
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19996

Abstract

Kawasan konservasi dirancang untuk melestarikan alam berikut keanekaragaman hayati dan proses ekosistem yang mendukungnya serta untuk menjadi wahana pendidikan lingkungan. Guna mencapai tujuan tersebut program wisata alam dibuka di berbagai kawasan konservasi, termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai. Selain dapat menambah pendapatan, program wisata alam di TNGC juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan dan persepsi wisatawan terhadap keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey online dengan menggunakan google form. Desain kuisioner dirancang untuk mengetahui 3 (tiga) variable, yakni sosial demografi, kepuasan dan persepsi terhadap keberlanjutan Taman Nasional Gunung Ciremai. Variabel kepuasan dan persepsi diukur dengan skala likert dengan rentang 1-5. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi spearman. Hasil penelelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan searah (rs=0,816) antara kepuasan wisatawan dengan persepsi keberlanjutan TNGC. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar bagi pengelola kawasan untuk mengembangkan rencana pengelolaan terkait dengan penguatan aspek keberlanjutan guna meningkatkan kepuasan wisatawan.