Abdurahman Hamid
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemahaman Matematis Siswa Field Independent terhadap Konsep Geometri pada Bangun Datar Segiempat Asmaun Asmaun; Abdurahman Hamid; Fauziyyah Alimuddin
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.8076

Abstract

Pemahaman matematis siswa terhadap konsep geometri bangun datar segiempat merupakan kemampuan yang sangat penting sebagai pondasi dalam menyelesaikan masalah khususnya bagi siswa dengan gaya kognitif field independent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman matematis siswa field independent terhadap konsep bangun datar segiempat. Penelitian ini dilakukan di kelas VII MTs 1 Kota Makassar. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang siswa dengan gaya kognitif field independent yang terpilih. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menetapkan kriteria untuk memilih subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Serta teknik analisis data yang digunakan secara kualitatif dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field independent memiliki pemahaman matematis terhadap konsep geometri pada bangun datar segiempat dengan cukup baik. Ditunjukkan dengan siswa yang mampu mencapai 5 indikator dengan baik dari 6 indikator pemahaman konsep matematis yang ditentukan. Siswa dengan gaya kognitif field independent secara umum memahami konsep segiempat dengan mempertimbangkan sifat-sifat setiap bangun sehingga mampu membuat keterkaitan antar bangun segiempat. Hanya pada indikator mengelompokkan yang termasuk contoh konsep dan bukan contoh konsep, siswa mengidentifikasi contoh dan bukan contoh bangun datar segiempat berdasarkan bentuk yang dilihatnya dan juga sifat-sifat yang diketahuinya, akan tetapi siswa kurang cermat dalam memperhatikan sifat-sifat tersebut sehingga belum sepenuhnya bisa mengelompokkan bangun segiempat dengan benar. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru dalam pembelajaran khususnya bagi siswa field independent pada materi terkait bangun datar segiempat.
Pendampingan Pemanfaatan DeepSeek sebagai Alat Pendukung Pengajaran Pendidikan Nonformal di Rumah Belajar Alempureng Muhammad Syarifuddin Rahman; Abdurahman Hamid; Syamsinar Syamsinar; Fajar Arwadi; Norma Nasir
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 05 Nomor 03 (Agustus-September 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/z71b2857

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital pengajar pendidikan nonformal di Rumah Belajar Alempureng melalui optimalisasi pemanfaatan DeepSeek sebagai alat bantu dalam menyusun dan mengembangkan pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pelatihan partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta, dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai Generative Artificial Intelligence dan pemanfaatan DeepSeek dalam pembelajaran, serta praktik penyusunan perangkat dan aktivitas pembelajaran secara langsung menggunakan DeepSeek. Evaluasi dilakukan melalui post-test, angket kepuasan, dan analisis deskriptif terhadap peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi peserta dalam menggunakan DeepSeek untuk menyusun perangkat pembelajaran, membuat soal, serta merancang aktivitas pembelajaran. Tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan digital pengajar pendidikan nonformal serta mendukung transformasi pembelajaran yang inovatif dan adaptif di era teknologi.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif untuk Guru Matematika SMP Jeneponto dengan Pendekatan Problem Solving Terintegrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Asmaun Asmaun; Baharuddin Baharuddin; Abdurahman Hamid; Ayu Rahayu; Fauzan Ramadhana Malik; Wulan Ramadhani Widyanti
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Volume 05 Nomor 03 (Agustus-September 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/e8e7w852

Abstract

Guru matematika SMP yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Jeneponto masih menghadapi keterbatasan kompetensi pedagogik digital dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam media pembelajaran interaktif, khususnya pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru matematika SMP se-Kabupaten Jeneponto dalam membuat media pembelajaran interaktif dengan pendekatan problem solving yang terintegrasi Koding dan KA. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan diikuti oleh guru matematika SMP se-Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam MGMP yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2026 di UPTD SMP Negeri 9 Binamu Jeneponto. Evaluasi dilakukan melalui angket kepuasan serta posttest yang diikuti oleh 24 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta berada pada kategori Sangat Puas pada keenam dimensi evaluasi dengan rata-rata 3,75 dari skala 4, sedangkan capaian pemahaman peserta pascapelatihan tergolong tinggi dengan rata-rata skor posttest 88,08 dan ketuntasan klasikal 87,50%. Ditemukan pula miskonsepsi pada pemahaman fungsi blok warna kuning dalam antarmuka pemrograman Scratch, yang mengindikasikan perlunya penguatan alokasi waktu praktik pada kegiatan lanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemerataan kompetensi digital guru matematika di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi.