Suwanti Suwanti
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP KECEMASAN DAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Ika Yunitasari; Suwanti Suwanti; Siti Halimatusyaadiah
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v3i2.117

Abstract

Wanita hamil dianjurkan melakukan olahraga ringan selama hamil agar ibu dan janin lebih sehat dan berkurangnya masalah-masalah yang timbul pada kehamilannya. Salah satu olahraga ringan yang dapat dilakukan ibu hamil ialah senam hamil. Gerakan senam hamil terkandung efek relaksasi yang bermanfaat menstabilisai kecemasan dan mengurangi rasa takut dengan cara relaksasi fisik dan mental, serta mendapatkan informasi yang mempersiapkan mereka untuk mengalami apa yang akan terjadi selama persalinan dan kelahiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi kecemasan dan kualitas tidur ibu hamil trimester 3 dalam menghadapi persalinan. Desain penelitian yang akan digunakan adalah Quasi Experimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design yaitu rancangan yang tidak ada kelompok pembanding, tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (prestest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya Experiment. Hasil penelitian rata-rata skor tingkat kepercayaan diri ibu hamil sebelum diberikan sebesar 65,66 dengan standard deviasi 4,73, skorterendah 56 danskortertinggi 77. Dan rata-rata skor tingkat kualitas tidur sebesar 70,80 dengan standard deviasi 3,06, skor terendah 64 dan skor tertinggi 78. Kesimpulan: Ada pengaruh senam hamil terhadap kecemasan dan kualitas tidur ibu hamil trimester II dan  III. AbstractPregnant women are encouraged to exercise lightly during pregnancy so that the mother and fetus are healthier and reduce the problems that arise in pregnancy. One of the light exercise that can be done by pregnant women is pregnancy exercise. In fact the pregnancy exercise contains relaxation effects that are useful to stabilize anxiety and reduce fear bymeans of physical and mental relaxation, and get information that prepares them to experience what will happen during labor and birth.To find out what affects the anxiety and sleep quality of third trimester pregnant women in the face of labor. The research design that will be used is Quasi Experiment with the One Group Pretest Posttest Design approach that is a design that has no comparison group, but at least the first (prestest) observation has been carried out which allows testing of changes that occur after the Experiment. Results: The average score of the confidence level of pregnant women before being given was 65.66 with a standard deviation of 4.73, the lowest score of 56 and the highest score of 77. And the average score of sleep quality was 70.80 with a standard deviation of 3.06 , lowest score 64 and highest score 78. Conclusion: There is an Effect of Pregnancy Gymnastics on Anxiety and Sleep Quality of Trimester II and III Pregnant Women. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KECAMASAN MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI DUSUN KEBUN INDAH WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS GUNUNGSARI Suwanti Suwanti; Devi Ratnasari
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v2i2.98

Abstract

Berdasarkan data Dikes Lobar tahun 2017 dari 17 Puskesmas kasus Lansia terbanyak Di UPT BLUD Puskesmas Gunungsari. Masa menopause dapat menimbulkan gangguan kesehatan baik fisik maupun psikologi yang menimbulkan dampak jangka panjang apabila tidak ditangani dengan serius, sehingga mengakibatkan perempuan menopause mengalami kecemasan. Di Indonesia menunjukkan gejala kecemasan dan depresi pada usia 55-64 tahun sebesar 6,9%, pada usia 65-74 tahun sebanyak 9,7% dan pada usia diatas 75 tahun sebesar 13,4%. gejala yang paling banyak diseluruh jumlah wanita premenopause yaitu 401% merasa hot flashes, 38% mengalami susah tidur, 37% mengalami cepat lelah dalam bekerja 35% mengatakan menjadi lebih sering lupa, 33% mengatakan mudah tersinggung, 26% mengatakan nyeri sendi dan 21% mengatakan seringsakit kepala berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kecemasan menghadapi masa menopause di Dusun Kebun Indah Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Tahun 2018. Penelitian ini mengggunakan rancangan penelitian Observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 42 orang, tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 42 orang. Penelitian ini menggunakan analisa data uji Chi Square. Hasil  penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan ibu baik dan cukup yang memiliki kecemasan sedang dan berat sebanyak 16 orang (59,3%), dan ibu dengan pengetahuan kurang yang memiliki kecemasan sedang dan berat sebanyak 13 orang (86,7).dan terdapat nilai p (0,089), p > 0,05. Kesimpulannya  tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kecemasan menghadapi masa menopause.Based on data from Lobar Dikes in 2017 from the 17 highest number of Elderly Puskesmas in Gunungsari Public Health Center. The menopause can cause health problems both physical and psychological that cause long-term effects if not handled seriously, resulting in menopausal women experiencing anxiety, in Indonesia showing symptoms of anxiety and depression at the age of 55-64 years at 6.9%, at the age of 65 -74 years as much as 9.7% and at age above 75 years is 13.4%. the most symptoms in the total number of premenopausal women were 401% felt hot flashes, 38% experienced insomnia, 37% experienced fatigue at work 35% said they became more forgetful, 33% said they were irritable, 26% said joint pain and 21 % said frequent headaches were excessive. Purpose To determine the relationship between maternal knowledge and anxiety in the face of menopause in Kebun Indah Hamlet Working Area UPT BLUD Gunungsari Health Center in 2018. This study used a research design Analytical observation with approach crosssectional Population as many as 42 people, sampling technique uses total sampling so that the number of samples is 42. This study usestest data analysis Chi Square. Result: Majority knowledge of good and sufficient mothers who have moderate and severe anxiety as many as 16 people (59.3%), and mothers with less knowledge who have moderate and severe anxiety as many as 13 people (86.7). and there is a p value (0.089), p > 0.05. Conclusion: There is no Relationship between Mother's Knowledge with Anxiety Facing Menopause.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PUS (PASANGAN USIA SUBUR) MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KB IUD Suwanti Suwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 1 (2019): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.78 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i1.456

Abstract

Program BKKBN memberikan penekanan pada kontrasepsi IUD terutama adalah CuT 380A yang menjadi primadona BKKBN. Namun begitu tidak semua klien berminat terhadap alat kontrasepsi IUD dikarenakan berbagai alasan yang berbeda-beda seperti takut efek samping, takut proses pemasangan, dilarang oleh suami, dan kurang mengetahui tentang KB IUD. Maka dari itu perlu diberikan penyuluhan tentang KB IUD. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan PUS (Pasangan Usia Subur) di Kelurahan Dasan Geres. Tempat penyuluhan di Kelurahan Dasan Geres pada hari Sabtu, 10 November 2018, alat yang digunakan adalah LCD, phantom uterus, alat kontrasepsi  IUD CuT 380A, leaflet dan lembar balik. Sasaran pengabdian  adalah  ibu-ibu PUS (pasangan usia subur) di Kelurahan Dasan Geres sebanyak 30 orang, kegiatan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan mengenai data ibu-ibu yang menggunakan alat kontasepsi, pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan metode ceramah dilanjutkan dengan demontrasi tentang pemasangan IUD. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan. Hasil kegiatan penyuluhan tentang KB IUD adanya respon yang positif dari peserta 67% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang KB IUD. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana sesuai dengan tujuan dan rencana, kegiatan ini mendapatkan sambutan yang baik dari para ibu PUS (Pasangan Usia Subur) di Kelurahan Dasan Geres, kegiatan ini memberikan pengetahuan yang baru pada ibu PUS (Pasangan Usia Subur) untuk menggunakan KB IUD. 
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TENTANG STUNTING TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI Baiq Meisha Indah Melia Kinanti; Yunita Marliana; Suwanti Suwanti
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i1.133

Abstract

 Organisasi Kesehatan dunia  (WHO) mengestimasikan prevalensi balita kerdil (stunting) diseluruh dunia sebesar 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020 dan pemerintah menetapkan stunting sebagai salah satu prioritas dalam program pembangunan nasional karena stunting memiliki dampak yang  berpengaruh terhadap masa depan anak apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh penyuluhan menggunkan media leaflet terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai stunting. Metode Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juni 2021. Populasi siswi kelas X di MA Ad Diinul Qayyim. Sampel jumlah 30 siswi Analisis data menggunakan Uji Mc Nemar dan Marginal Homogenity. Hasil Penelitian menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar pengetahuan remaja putri cukup sebanyak 47%,  kurang sebanyak 23% dan sikap negative sebanyak 67%, setelah diberikan penyuluhan mayoritas pengetahuan menjadi baik sebanyak 40%, cukup sebanyak 60%  dan sikap menjadi positif sebanyak 77% dan negative sebanyak 23%. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan nilai pengetahuan (p=0,012) dan sikap (p=0,000). Adapun Kesimpulan  pada penelitian ini ada pengaruh penyuluhan menggunakan media leaflet terhadap perubahan pengetahuan dan sikap remaja putri.
Pengaruh Edukasi Pada Ibu Hamil Anemia Melalui WAG (Whatsapp Group) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Sang Putri; Irmayani Irmayani; Suwanti Suwanti
Bima Nursing Journal Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v4i1.1006

Abstract

Anemia is one of the most common health problems during pregnancy, especially in developing countries. Untreated anemia can lead to significant adverse health consequences for both mother and baby including death of both mother and baby. Health education and counseling during pregnancy are important strategies in the management of anemia. One strategy that can be used during the Covid-19 pandemic is online Health Education through the Whatsapp Group application for pregnant women who experience anemia. The purpose of this study was to determine the effect of pregnant women's education through WAG (Whatsapp Group) on increasing Hb levels in the Ampenan Health Center Work Area 2021. This research method used a Quasi Experiment with One Group Pre Test and Post Test design. The population in this study were pregnant women with anemia in the Ampenan Health Center Work Area. The sampling technique used non-probability sampling, namely purposive sampling with a sample of 30 pregnant women with anemia. Data analysis using Friedman test and Post Hoc analysis with Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of education through the Group on the increase in Hb levels of pregnant women (p value =0,000) and significant differences in Hb levels on two  measurement evaluations (p value=0,000). It is recommended to use online class media for pregnant women through WAG as an alternative media for health education or provide reinforcement after visits from health facilities.
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA UNTUK MENCEGAH KEPUTIHAN Suwanti Suwanti; Yesi Patria Julyartha; Imtihanatun Najahah
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i2.149

Abstract

Di Indonesia tahun 2015 sebanyak 987.012.145 jiwa sebesar 90.000 wanita berpotensi mengalami keputihan dan tahun 2016 sebanyak 999.156.124 jiwa sebesar 98.000 mengalami keputihan. Negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan pada perempuan Indonesia.Cara mencegah keputihan adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui media. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah media video.Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan perilaku remaja untuk mencegah keputihan. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian Pre Eksperimental menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi berjumlah 72 remaja. Sampel penelitian 35 remaja. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan  pretest rata-rata pengetahuan sebanyak 58,11, pada posttest meningkat menjadi 75,63. Pretest rata-rata perilaku 53,20, pada posttest meningkat menjadi 67,97.Kesimpulan: Didapatkan hasil analisis pengetahuan dan perilaku remaja pvalue=0,000 (<0,05), yang artinya hipotesis diterima sehingga dinyatakan ada pengaruh edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan perilaku remaja untuk mencegah keputihan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN TRIMESTER III: FACTORS ASSOCIATED WITH ANEMIA IN THE 3rd TRIMESTER OF PREGNANCY Fitra Arsy Nur Cory'ah; Suwanti Suwanti; Ni Nengah Arini Murni
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i1.406

Abstract

Prevalensi anemia secara global pada kehamilan masih cukup tinggi, salah satunya di Indonesia yang merupakan negara yang sedang berkembang Anemia dalam kehamilan berkaitan erat dengan morbiditas bahkan mortalitas pada ibu serta bayi, serta meningkatkan kasus keguguran, kelahiran prematur, infeksi, bahkan anemia zat besi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin hingga dewasa jika tidak tertangani dengan baik. Faktor eksternal lainnya yang dapat biasa berkontribusi terhadap terjadinya anemia pada kehamilan, meliputi usia, pekerjaan, pendidikan, pendapatan keluarga, tingkat pengetahuan, jumlah anak, jarak kehamilan, dan komitmen ibu hamil untuk minum tablet tambah darah dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor penyebab dengan kejadian anemia pada kehamilan trimester III di Puskesmas wilayah kota Mataram dan Lombok Barat. Rancangan dari penelitian ini yaitu korelasional melalui pendekatan crossectional. Populasi penelitian yaitu ibu hamil dan dengan jumlah sampel 188 orang. Data di analisis  secara bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara usia p-value 0,036, pendapatan p-value 0,037 dan kepatuhan mengkonsumsi Fe p-value 0,031 dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diharapkan pihak puskesmas secara berkesinambungan dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif dalam mengatasi anemia pada kehamilan. Kata Kunci: Anemia, Kehamilan, Trimester III   Globally, anemia in pregnancy is still very high, mostly in developing countries, including Indonesia. Decreasing hemoglobin in our blood, primarily during pregnancy, is closely related to morbidity and mortality. It increases the risk of miscarriage, premature birth, infection, and even iron deficiency anemia which often occurs in pregnancy and can hurt the growth and development of a fetus or baby to adulthood if not appropriately handled. Other external factors contributing to anemia in pregnancy include age, profession, education, family income, level of knowledge, parity, the distance between pregnancies, and the commitment of pregnant women to take vitamins during pregnancy, etc. This study aims to analyze the relationship between the causal factors and the case of anemia in the third trimester of pregnancy at Primary Health Care in Mataram and West Lombok—the research designed by correlational study with a cross-sectional. The population of this research is pregnancies, with a total sample are 188 peoples: Bivariate and multivariate analysis. The research results were obtained. There is a correlation between age p-value of 0.036, income p-value of 0.037, and adherence to consuming Fe p-value of 0.031 with the incidence of anemia in pregnancies. It is hoped that the puskesmas can continuously improve promotive and preventive efforts in overcoming anemia in pregnancy. Keywords: Anemia, Pregnancy, 3rd Trimester
Hubungan Pola Makan dan Kadar Hb Pada Remaja Putri Suwanti; Erna Widyastuti; Fina Nurul Azizah
Midwifery Care Journal Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v7i2.14384

Abstract

The prevalence of anemia in adolescent females constitutes a notable public health issue, given its potential detrimental implications for growth, development, and academic achievement. Dietary patterns are commonly considered one of the contributing factors to anemia. This investigation sought to analyze the correlation between dietary patterns and hemoglobin (Hb) concentrations in adolescent females. A quantitative research methodology employing a cross-sectional design was implemented. The study population comprised 80 adolescent girls, of whom 76 were included as respondents using a total sampling technique. Dietary patterns were assessed using a structured questionnaire, while hemoglobin levels were measured using a hemoglobin testing device. The data were subjected to analysis employing both univariate and bivariate methodologies, with the Chi-square statistical test being utilized at a significance threshold of α = 0.05. The findings indicated that a higher proportion of adolescent girls with good dietary patterns had normal hemoglobin levels (81.8%) compared to those with adequate dietary patterns (66.7%). However, statistical analysis revealed a p-value of 0.148 (p > 0.05), suggesting that there was no statistically significant association between dietary patterns and hemoglobin levels among adolescent girls. In conclusion, hemoglobin levels in adolescent girls are influenced by multiple factors beyond dietary patterns alone. Therefore, comprehensive anemia prevention strategies, including nutrition education, regular health monitoring, and iron supplementation programs, are strongly recommended.