Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN DASAR DI DESA BINAAN MELALUI INTEGRASI TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA BANGUN SARI BARU TANJUNG MORAWA Roikestina Silaban; Rosma Nababan; Dian Arisetya; Lidia Silaban; Romi Kurniawan Zai
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5222

Abstract

Abstract : The transformation of basic education in rural areas is a significant challenge in achieving equitable quality learning. Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa, as a fostered village, still faces limitations in the use of educational technology, while its potential local wisdom has not been fully integrated into the teaching and learning process. This community service program aims to provide innovative solutions through the integration of simple educational technology and local wisdom to improve the quality of learning while maintaining the community's cultural identity. The method used is a community-based participatory approach with stages of socialization, teacher and student training, development of digital learning media, and the application of local wisdom values in the thematic curriculum. The results of the activity show an increase in teacher skills in using digital media, increased student motivation and understanding of the teaching material, and the formation of synergy between modern technology and local cultural practices in learning. In conclusion, the integration of technology and local wisdom not only strengthens the effectiveness of learning but also fosters students' cultural awareness, thus creating a contextual, adaptive, and sustainable basic education model in the fostered village. Keywords : Transformation, basic education; technology; local wisdom; fostered villages Abstrak:  Transformasi pendidikan dasar di wilayah pedesaan menjadi tantangan yang penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas pembelajaran. Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa sebagai desa binaan masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, sementara potensi kearifan lokal yang dimiliki belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif melalui integrasi teknologi pendidikan sederhana dan kearifan lokal agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan tahapan sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, pengembangan media pembelajaran digital, serta penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan media digital, peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi ajar, serta terbentuknya sinergi antara teknologi modern dan praktik budaya lokal dalam pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi teknologi dan kearifan lokal tidak hanya memperkuat efektivitas pembelajaran tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya siswa sehingga tercipta model pendidikan dasar yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan di desa binaan. Kata Kunci: Transformasi, pendidikan_dasar; teknologi; kearifan_lokal; desa_binaan
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI BIDAN DAN PASIEN PADA KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN UNIVERSITAS AUDI INDONESIA Faija Sihombing; Roikestina Silaban; Tulus Januardi Tua Panjaitan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6626

Abstract

Abstract: Communication is an essential component of healthcare services as it serves as the primary medium for delivering information, education, and support to patients. In midwifery practice, polite communication plays an important role in establishing therapeutic relationships between midwives and patients, particularly in reproductive health counseling that often addresses sensitive and personal issues. This study aimed to describe the language politeness strategies used in communication between midwives and patients during reproductive health counseling at the Midwifery Study Program of Universitas Audi Indonesia. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observations, interviews, documentation, and recorded conversations between midwives and patients during counseling sessions. Data analysis was conducted using the model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña (2020), which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that positive politeness, negative politeness, direct strategies, and indirect strategies were employed in midwife-patient communication. Positive politeness emerged as the most dominant strategy because it fostered comfort, encouraged patient openness, and strengthened therapeutic relationships. The study concludes that the implementation of language politeness strategies contributes significantly to the effectiveness of reproductive health counseling and the improvement of midwifery service quality. Keywords: language politeness, midwifery communication, patient, reproductive health, counseling Abstrak: Komunikasi merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan karena menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, edukasi, dan pemberian dukungan kepada pasien. Dalam praktik kebidanan, komunikasi yang santun berperan dalam membangun hubungan terapeutik antara bidan dan pasien, terutama pada konseling kesehatan reproduksi yang membahas isu-isu sensitif dan bersifat pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien pada konseling kesehatan reproduksi di Program Studi Kebidanan Universitas Audi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman percakapan antara bidan dan pasien selama proses konseling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif, kesantunan negatif, strategi langsung, dan strategi tidak langsung digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien. Strategi kesantunan positif menjadi strategi yang paling dominan karena mampu menciptakan rasa nyaman, meningkatkan keterbukaan pasien, serta memperkuat hubungan terapeutik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kesantunan berbahasa berkontribusi terhadap efektivitas konseling kesehatan reproduksi dan peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Kata Kunci: kesantunan berbahasa, komunikasi kebidanan, pasien, kesehatan reproduksi, konseling
PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN LINTAS BAHASA: STUDI PADA PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL Tulus Januardi Tua Panjaitan; Faija Sihombing; Roikestina Silaban
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6631

Abstract

Abstract: Communication is an essential component of maternal healthcare services because it serves as the primary medium for delivering health information, supporting clinical decision-making, and building therapeutic relationships between midwives and patients. In multicultural societies, cross-language communication often presents challenges in midwifery services. Language barriers may lead to misunderstandings of medical information, unclear informed consent, reduced quality of care, and potential legal disputes between patients and healthcare providers. This study aims to analyze legal protection for patients in cross-language midwifery communication within maternal healthcare services. The research employs a normative legal approach using statutory and conceptual methods. Data were collected through literature studies of laws, regulations, books, scientific journals, and legal documents related to patient protection and midwifery services. The findings indicate that legal protection is based on patients' rights to receive accurate, clear, and understandable information as stipulated in Indonesian Health Law Number 17 of 2023. Midwives have legal and ethical responsibilities to ensure patients understand health information through appropriate language use, interpreter assistance, visual communication tools, and effective therapeutic communication. Strengthening intercultural communication competencies and establishing multilingual communication standards are essential to improving maternal healthcare quality and ensuring patient legal protection. Keywords: legal protection, patient, midwifery communication, cross-language communication, maternal health Abstrak: Komunikasi merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan maternal karena menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi kesehatan, pengambilan keputusan klinis, dan pembentukan hubungan terapeutik antara bidan dan pasien. Dalam masyarakat yang memiliki keberagaman bahasa dan budaya, komunikasi lintas bahasa sering menjadi tantangan dalam pelayanan kebidanan. Hambatan bahasa dapat menyebabkan kesalahpahaman informasi medis, ketidakjelasan persetujuan tindakan medis, penurunan kualitas pelayanan, serta berpotensi menimbulkan sengketa hukum antara pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum pasien dalam komunikasi kebidanan lintas bahasa pada pelayanan kesehatan maternal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum yang berkaitan dengan perlindungan pasien serta pelayanan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum pasien dalam komunikasi lintas bahasa didasarkan pada hak pasien untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan mudah dipahami sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Bidan memiliki kewajiban hukum dan etika untuk memastikan informasi kesehatan dapat dipahami oleh pasien melalui penggunaan bahasa yang sesuai, bantuan penerjemah, media komunikasi visual, serta teknik komunikasi terapeutik yang efektif. Penguatan kompetensi komunikasi lintas budaya dan penyediaan standar pelayanan komunikasi multibahasa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal serta menjamin perlindungan hukum pasien. Kata Kunci: perlindungan hukum, pasien, komunikasi kebidanan, lintas bahasa, kesehatan maternal
ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP KOMUNIKASI PEMERINTAH DI MEDIA SOSIAL: IMPLIKASINYA TERHADAP KEPERCAYAAN PUBLIK DAN GOOD GOVERNANCE Nunti Sibuea; Ramadha Yanti Parinduri; Mahyudin Situmeang; Roikestina Silaban; Barham Siregar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6751

Abstract

Abstract: Government communication through social media has become an important instrument in delivering public information and building public trust. However, differences in discourse, language use, and communication strategies may influence public perceptions of government credibility and the implementation of good governance. This study aims to analyze government communication on social media using Critical Discourse Analysis and examine its implications for public trust and good governance. The study employed a qualitative approach with Critical Discourse Analysis as the primary method. Data were collected from government social media content, official statements, and relevant supporting documents. The analysis focused on language patterns, discourse construction, power relations, and the representation of transparency, accountability, and public participation. The findings indicate that government communication on social media reflects ideological perspectives and institutional interests that shape public understanding. Communication characterized by transparency, consistency, and responsiveness tends to strengthen public trust and support the implementation of good governance. Conversely, unclear or one-way communication may reduce public confidence and limit meaningful public engagement. Therefore, effective government communication strategies are essential to promote transparency, accountability, and stronger public trust. Keywords: critical discourse analysis; good governance; government communication; public trust; social media   Abstrak: Komunikasi pemerintah melalui media sosial telah menjadi sarana penting dalam penyampaian informasi publik serta membangun kepercayaan masyarakat. Namun, perbedaan wacana, penggunaan bahasa, dan strategi komunikasi dapat memengaruhi persepsi publik terhadap kredibilitas pemerintah serta penerapan good governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi pemerintah di media sosial menggunakan Analisis Wacana Kritis serta mengkaji implikasinya terhadap kepercayaan publik dan good governance. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis. Data diperoleh dari konten media sosial pemerintah, pernyataan resmi, dan dokumen pendukung yang relevan. Analisis dilakukan terhadap pola bahasa, konstruksi wacana, relasi kekuasaan, serta representasi transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah di media sosial merefleksikan perspektif ideologis dan kepentingan institusi yang membentuk pemahaman masyarakat. Komunikasi yang transparan, konsisten, dan responsif cenderung meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung penerapan good governance. Sebaliknya, komunikasi yang kurang jelas dan bersifat satu arah dapat menurunkan kepercayaan masyarakat serta menghambat partisipasi publik. Oleh karena itu, strategi komunikasi pemerintah yang efektif menjadi faktor penting dalam mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Kata kunci: analisis wacana kritis; good governance; kepercayaan publik; komunikasi pemerintah; media sosial
EVALUASI KUALITAS PELAYANAN SMART CITY MELALUI ANALISIS SENTIMEN BERBASIS NATURAL LANGUAGE PROCESSING (NLP) PADA APLIKASI SIBISA KOTA MEDAN Ramadha Yanti Parinduri; Mahyudin Situmeang; Roikestina Silaban
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6758

Abstract

Abstract: The quality of Smart City services needs continuous evaluation to ensure that digital public services meet citizens' expectations. This study evaluates the quality of Smart City services through sentiment analysis of user reviews on the Sibisa application of Medan City using a Natural Language Processing (NLP) approach. The research employed a quantitative descriptive method by collecting user review data from the Google Play Store. The data were processed through preprocessing stages, including case folding, tokenization, stopword removal, and stemming, followed by sentiment classification into positive, negative, and neutral categories. The analysis results indicate that user opinions provide valuable insights into the strengths and weaknesses of the Sibisa application. Positive sentiments reflect user satisfaction with service accessibility and convenience, while negative sentiments mainly relate to application performance, system stability, and response speed. The findings demonstrate that NLP-based sentiment analysis is effective in supporting the evaluation of Smart City service quality and can serve as a reference for the Medan City Government in improving digital public services. Keywords: natural language processing; sentiment analysis; Sibisa application; smart city; service quality   Abstrak: Kualitas pelayanan Smart City perlu dievaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan layanan publik digital mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan Smart City melalui analisis sentimen terhadap ulasan pengguna aplikasi Sibisa Kota Medan menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data ulasan pengguna dari Google Play Store. Data diproses melalui tahapan preprocessing yang meliputi case folding, tokenisasi, stopword removal, dan stemming, kemudian dilakukan klasifikasi sentimen ke dalam kategori positif, negatif, dan netral. Hasil analisis menunjukkan bahwa opini pengguna memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan aplikasi Sibisa. Sentimen positif menunjukkan kepuasan pengguna terhadap kemudahan akses dan pelayanan, sedangkan sentimen negatif didominasi oleh keluhan mengenai performa aplikasi, stabilitas sistem, dan kecepatan respons. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis sentimen berbasis NLP efektif digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan Smart City serta dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital. Kata kunci: analisis sentimen; aplikasi Sibisa; natural language processing; kualitas pelayanan; smart city