Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH FILTRAT DAUN BUTA-BUTA (EXCOECARIA AGALLOCHA) TERHADAP MORTALITAS DAN AKTIVITAS MAKAN ULAT GRAYAK Rakmawati, Rakmawati; Septyana, Fajar; Suryandari, Lilis; Ahmad, Mahesa
LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi Vol 7, No 3 (2018): Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buta-buta (Excoecaria agallocha) merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pengendali hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika mortalitas dan aktivitas makan ulat grayak setelah diberi perlakuan menggunakan biopestisida yang berasal dari filtrat daun tanaman mangrove jenis Buta-Buta. Pestisida alami dibuat dengan cara merendam 500 gram daun tumbuhan buta-buta yang sudah dikeringkan dan digiling hingga halus dengan aquades sebanyak delapan liter selama 24 jam. Perlakuan uji menggunakan beberapa konsentrasi filtrat, yaitu 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan pengulangan masing-masing sebanyak tiga kali. Setiap unit uji menggunakan 10 ekor ulat grayak instar dua. Filtrat ini kemudian dimasukkan ke dalam botol dan disemprotkan ke ulat grayak yang merupakan salah satu hama penting pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian filtrat daun tumbuhan buta-buta berpengaruh terhadap mortalitas dan aktivitas makan ulat grayak. Perlakuan filtrat 100% lebih berpengaruh dibandingkan dengan perlakuan yang lain, yaitu menyebabkan mortalitas sebesar 90% serta menyebabkan penurunan aktivitas makan yang paling signifikan selama empat hari pengamatan.
KOMUNITAS BIVALVIA YANG BERASOSIASI DENGAN KERANG LENTERA (BRACHIOPODA: LINGULATA) DI ZONA INTERTIDAL SELAT MADURA Rakmawati, Rakmawati; Ambarwati, Reni
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).
Komunitas Bivalvia yang Berasosiasi dengan Kerang Lentera (Brachiopoda: Lingulata) di Zona Intertidal Selat Madura Rakmawati, Rakmawati; Ambarwati, Reni
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p36-41

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).
The Development of Activity-Based Textbooks on Animalia-Invertebrate Materials for Senior High School 10th Grade Students Rakmawati, Rakmawati; Ambarwati, Reni
Journal of Biology Education Vol 9 No 2 (2020): August 2020
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v9i2.39275

Abstract

Activity-based books contain features that emphasize students’ activity, therefore suitable for Invertebrate learning, because have material characteristics that require practical activities. The purpose of this study was to produce activity-based textbooks on Animalia-Invertebrate material, which valid, practical, and easy to be used by senior high school 10th grade students. Meanwhile, the specific purposes of this research were to describe the validity of instructional textbook based on content, linguistic, and presentation validity; to describe the practicality of activity-based book based on the implementation of learning, book readability of textbooks using Fry chart; and to describe the student's response to the ease of use of activity-based textbooks on Animalia-Invertebrate materials by senior high school 10th grade students. This research was conducted from August 2017 until March 2018. This developmental research was referred to 4D model (define, design, develop, and disseminate), but disseminate stage was not done. The development of textbooks was conducted in the Biology department of UNESA and limited trials were conducted on 20 students of SMAN 12 Surabaya class of 10th MIA 2. Validation, practically based on implementation and readability, and student’s responses were analyzed descriptive-quantitatively. The results showed that the developed textbooks got a very decent category mode. The percentage of textbook implementation was 100% and the textbook readability was at the level of legibility of 10. In addition, the students gave positive responses, the average score was 99.74% (positive category). Hence, it can be concluded that the textbook was valid, practical, and easy to be used for Biology learning.
The Development of Activity-Based Textbooks on Animalia-Invertebrate Materials for Senior High School 10th Grade Students Rakmawati, Rakmawati; Ambarwati, Reni
Journal of Biology Education Vol 9 No 2 (2020): August 2020
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v9i2.39275

Abstract

Activity-based books contain features that emphasize students’ activity, therefore suitable for Invertebrate learning, because have material characteristics that require practical activities. The purpose of this study was to produce activity-based textbooks on Animalia-Invertebrate material, which valid, practical, and easy to be used by senior high school 10th grade students. Meanwhile, the specific purposes of this research were to describe the validity of instructional textbook based on content, linguistic, and presentation validity; to describe the practicality of activity-based book based on the implementation of learning, book readability of textbooks using Fry chart; and to describe the student's response to the ease of use of activity-based textbooks on Animalia-Invertebrate materials by senior high school 10th grade students. This research was conducted from August 2017 until March 2018. This developmental research was referred to 4D model (define, design, develop, and disseminate), but disseminate stage was not done. The development of textbooks was conducted in the Biology department of UNESA and limited trials were conducted on 20 students of SMAN 12 Surabaya class of 10th MIA 2. Validation, practically based on implementation and readability, and student’s responses were analyzed descriptive-quantitatively. The results showed that the developed textbooks got a very decent category mode. The percentage of textbook implementation was 100% and the textbook readability was at the level of legibility of 10. In addition, the students gave positive responses, the average score was 99.74% (positive category). Hence, it can be concluded that the textbook was valid, practical, and easy to be used for Biology learning.
Buta-Buta (Excoecaria agallocha) sebagai Biopestisida Rakmawati Rakmawati; Fajar Septyana; Lilis Suryandari; Mahesa Ahmad; Reni Ambarwati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filtrat daun Excoecaria agallocha menunjukkan aktivitas menghambat terhadap pathogen. Hal ini disebabkankarena filtrat daun Excoecaria agallocha mengandung kloroform dan senyawa yang dapat menyebabkan iritasipada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian filtrat daun tanaman Excoecariaagallocha terhadap mortalitas hama pertanian ulat grayak dengan metode eksperimental menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) ANAVA satu arah. Sampel daun tanaman Excoecaria agallocha diperolehdari kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Pestisida alami dibuat dengan cara merendam 500gram daun tanaman mangrove jenis Excoecaria agallocha (nodus ketiga sampai kelima) yang sudahdikeringkan dan digiling hingga halus dengan aquades sebanyak delapan liter selama 24 jam. Digunakan enamperlakuan konsentrasi dalam penelitian ini, yaitu 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan pengulanganmasing-masing sebanyak tiga kali, dan dalam pengujiannya masing-masing menggunakan 10 ekor ulat grayakinstar dua sebagai hewan uji. Filtrat ini kemudian dimasukkan ke dalam botol dan disemprotkan (masingmasing enam ml) ke ulat grayak yang merupakan salah satu hama penting pertanian. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pemberian filtrat daun Excoecaria agallocha berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak.Perlakuan filtrat 100% merupakan konsentrasi yang paling efektif dibandingkan dengan perlakuan yang lain,yaitu menyebabkan mortalitas sebesar 90% selama empat hari pengamatan.
Komunitas Bivalvia yang Berasosiasi dengan Kerang Lentera (Brachiopoda: Lingulata) di Zona Intertidal Selat Madura Rakmawati Rakmawati; Reni Ambarwati
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v2n1.p36-41

Abstract

Kerang lentera merupakan salah satu makrobentos penyusun ekosistem intertidal berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas bivalvia yang yang berasosiasi dengan kerang lentera di zona intertidal Selat Madura. Sampling dengan menggunakan metode simple random sampling pada lima lokasi yang telah ditentukan, yakni di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Kwanyar-Bangkalan, dan Kabupaten Pamekasan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai 15 spesies anggota kelas Bivalvia yang memiliki ko-eksistensi dan berasosiasi dengan kerang lentera (Brachiopoda) yang berasal dari famili Arcidae, Veneridae, Solenidae, Cardiidae, Lucinidae, Lasaeidae, Laternulidae, Mactridae, dan Tellinidae. Koreamya sp. merupakan spesies yang berasosiasi komensalisme dengan kerang lentera (Brachiopoda: Lingulata).
Assessing Pb and Cd levels in the water of Kapuas River of Central Kalimantan using water hyacinth as a biomonitor plant Olfa, Maria; Santoso, Heri Budi; Rakmawati, Rakmawati; Mintowati, Evi Kuntorini
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 5 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.125.8525

Abstract

This study evaluated heavy metal pollution in the Kapuas River, Central Kalimantan, with a focus on lead (Pb) and cadmium (Cd). This study focused on the Kapuas River due to the high anthropogenic activities that cause pollution and the lack of previous biomonitoring studies. Water and water hyacinth (Eichhornia crassipes) samples were collected from four locations in Kapuas Regency between March and April 2023 using a purposive sampling method. This study aimed to evaluate the levels of Pb and Cd in water bodies and the roots of water hyacinth in the Kapuas River. The results showed that the Pb concentration in river water averaged 0.00184-0.00451 mg/L, and Cd in river water averaged 0.00182-0.02595 mg/L, indicating that the river water has been contaminated with Pb and Cd but still within the quality standard. The Pb concentration in water hyacinth roots averaged 4.98-7.33 mg/kg, while the Cd concentration was <0.001 mg/kg. The pollution index of the Kapuas River ranged from 2.29 to 3.08, classified as lightly polluted. The correlation between Pb in the roots of water hyacinth and the water was between -0.60 and -0.89, indicating that the lower the Pb in the water, the higher the Pb in the roots of water hyacinth. Therefore, water hyacinth has the potential to be a bioindicator of Pb pollution.
Fauna Asosiasi Kerang Lampu (Lingula spp.) di Perairan Kalimantan Timur Rakmawati, Rakmawati; Umam, Hairul; Utari, Nofi
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 2 (2025): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v13i2.21291

Abstract

Kerang lampu merupakan salah satu fauna penyusun ekosistem perairan intertidal. Kerang lampu merupakan anggota filum Brachiopoda, yang juga dikenal sebagai tauge laut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fauna intertidal yang berasosiasi langsung dengan kerang lampu di perairan Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling di perairan Pantai Pendopo, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm menggunakan garpu pancing. Spesimen yang diperoleh kemudian diawetkan menggunakan alkohol 70%. Identifikasi, analisis, dan deskripsi spesimen dilakukan di Laboratorium Biosistematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Analisis jenis substrat (komponen substrat) dilakukan di Laboratorium Ekologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan spesies fauna intertidal yang berasosiasi langsung dengan kerang lampu. Kedelapan spesies ini berasal dari enam famili yang berbeda, yaitu famili Arcidae, Veneridae, Oxudercidae, Muricidae, Balanidae, dan Holothuriidae.