Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Fitoplankton sebagai Bioindikator Saprobitas Perairan di Situ Bulakan Kota Tangerang Sinta Ramadhania Putri Maresi; Priyanti Priyanti; Etyn Yunita
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 8, No 2 (2015): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.839 KB) | DOI: 10.15408/kauniyah.v8i2.2697

Abstract

Industry, homes activites, and aquaculture around situ or lake could contaminate and affect the water quality. This study aimed to determine the diversity of phytoplankton and water pollution level in Situ Bulakan Kota Tangerang based on saprobite index. The research was conducted on December 2014 until March 2015 at Situ Bulakan Kota Tangerang. Observations were made based on 4 points sampling with three repetitions for one day that could represented existing condition. Sampling sites in this study were at inlet flow, middle, outlet, and alleged utilized areas such as floating fish net. The result showed  26 species of phytoplankton from four classes, namely 9 species of Cyanophyceae, 4 species of Bacillariophyceae, 11 species of Chlorophyceae, and 2 species of Euglenophyceae with moderate diversity index (H' = 1.77─2.05). Monoraphidium sp. was a species dominated in Situ Bulakan Kota Tangerang which was found 215 individuals. So it can be said as saprobite bioindicator. Saprobite index in Situ Bulakan Kota Tangerang showed moderate to severe contaminated with α-mesosaprobic (0.14).
Prediksi Waktu Pemurnian Diri (Self Purification) pada Danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan Sinta Ramadhania Putri Maresi; Tri Edhi Budhi Soesilo; Ami Aminah Meutia
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.603-608

Abstract

Gangguan pada danau Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan disebabkan oleh masuknya limbah domestik ke perairan karena aktivitas antropogenik dan banyaknya sisa pakan yang tidak terkonsumsi dari aktivitas keramba jaring apung. Kondisi ini menyebabkan danau semakin rentan terhadap gangguan lingkungan dan diperlukan upaya pengelolaan agar danau perkotaan dapat berkelanjutan. Analisis kemampuan pemurnian diri (self purification) danau secara alami dibutuhkan karena secara alaminya suatu danau dapat memperbaiki dirinya sendiri secara alami dari unsur pencemar. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi waktu yang diperlukan Situ Gintung dalam melakukan pemurnian diri. Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara mengumpulkan data kualitas air untuk menghitung lamanya waktu pemurnian diri. Waktu pemurnian diri suatu danau membutuhkan perhitungan morfometri danau, hasil kualitas air dengan parameter fisika (debit air dan kedalaman) dan kimia (BOD, COD, PO4, dan NH-3N) yang diolah menggunakan rumus Retention time (Rt), komparasi aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow), dan waktu pemurnian diri (Water Substitue Rate/WSR). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa debit air rata-rata tahunan yang keluar dari Situ Gintung tersebut adalah 92,79 m3/det, sehingga dapat diketahui bahwa waktu tinggal air danau sekitar ± 89,90 hari. Artinya air yang ada di danau akan berganti setiap 89,90 hari. Selanjutnya, waktu terlama yang dibutuhkan agar parameter-parameter kualitas air memenuhi baku mutu kelas 2 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lampiran 1) adalah selama 443 hari. Namun demikian, kondisi lama pemurnan diri tersebut akan berulang setiap tahun jika tidak ada upaya untuk mengurangi kandungan pencemar di danau tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu mengoptimalkan strategi berkelanjutan agar danau dapat memurnikan diri secara alami tanpa adanya penambahan sumber pencemar secara terus-menerus.
Upaya meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap keberlangsungan lingkungan Maresi, Sinta Ramadhania Putri; Basoeki, Agastyo Djanardono
Journal of Character and Environment Vol. 1 No. 2: (January) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jocae.v1i1.2024.474

Abstract

In Indonesia, Education purposes of developing students’ potency to be religious, moral, healthy, competent, creative, and independent people and to be democratic and responsible societies. Related to environmental issues, schools should educate their students to be healthy and have responsibilities to their environmental condition. This is because healthy schools can improve students’ life expectancy then they can optimally study, grow, and develop to be capable people. Following this explanation, schools should integrate environmental education with their curriculum. Environmental education is also part of government efforts to increase students’ environmental knowledge to improve their environmental care behaviour and to reduce environmental degradation. This is based on the small degree of environmental care students behaviour in Indonesia, although the government has been many efforts to improve it. Therefore, the knowledge of the correlation between students and environmental issues and approach to improve students’ environmental care should be realized. This can be applied with a qualitative approach and method with literature study and documentation of previous researches and environmental theories as data collection techniques. This research also applies an interactive method, including data reduction, data presentation, and concluding, as data analyses technique. As a result, there is a significant correlation between students’ educational background and students’ environmental care behaviour. However, students’ contribution to environmental knowledge and environmental care is in a low position. Furthermore, schools should integrate environmental literacy and educational curriculum. If schools can apply this curriculum model continually, then students’ environmental knowledge and care can be improved and will effect on environmental sustainability positively.
Policy Consider of Green Chemistry in Indonesia Maresi, Sinta Ramadhania Putri
Journal Warta AKAB Vol 49, No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v49i1.248

Abstract

Green chemistry frameworks in Indonesia encompass a range of regulatory, industry-specific, and policy initiatives aimed at promoting sustainable industrial practices and aligning with global sustainability goals. In Indonesia, where industrial activities and environmental concerns are significant, the application of green chemistry can play a crucial role in fostering a more sustainable future. This research explores the potential impact of green chemistry on Indonesian industry, focusing on its integration within the framework of the Omnibus Law on Job Creation (No. 11/2020) and its alignment with the Sustainable Development Goals (SDGs). Green chemistry, which emphasizes the design of products and processes that minimize the use and generation of hazardous substances, offers a strategic approach to achieving sustainable industrial development in Indonesia. A comprehensive literature review will be conducted to understand the current state of green chemistry practices in Indonesia. This review will draw upon a wide range of sources, including academic journals, government reports, policy papers, industry publications, and relevant case studies. The combination of supportive regulatory frameworks, industry adoption, and alignment with global sustainability goals positions alignment with global sustainability goals positions Indonesia to advance towards a greener, more sustainable future.
Strategi Pengelolaan Berkelanjutan pada Danau Perkotaan (Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan) Maresi, Sinta Ramadhania Putri; Soesilo, Tri Edhi Budhi; Meutia, Ami Aminah
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.2.39-55

Abstract

Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan menjadi salah satu danau perkotaan (situ) yang wilayahnya diarahkan menjadi wisata alam dan rekreasi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2031. Multiguna ekosistem yang ada pada situ ini perlu suatu sistem dalam pengelolaannya, sehingga dapat memenuhi fungsi kelestarian ekosistem, kaidah tata ruang, regulasi dan kelembagaan yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi yang tepat dalam rangka mewujudkan pengelolaan danau perkotaan yang berkelanjutan pada Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan data primer melalui kuesioner. Kuesioner melibatkan pakar ahli atau yang memiliki fokus penelitian terkait situ. Kuesioner digunakan untuk menentukan tingkat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki serta tingkat kepentingannya. Berdasarkan hasil analisis SWOT ditemukan bahwa strategi berada di kuadran I, yaitu strategi kekuatan-peluang atau strengths-opportunities (SO). Strategi SO yang dirumuskan yaitu pemerintah perlu menyinergikan peraturan tentang pengelolaan situ dan sempadan situ agar seluruh pihak berwenang memahami dengan baik tentang pentingnya fungsi situ dan menjaga kebersihannya. Pihak berwenang harus mengutamakan pemulihan kualitas air, sehingga setelah kualitas air situ pulih melalui proses pemurnian diri secara alami, pemerintah daerah dapat memulai proses revitalisasi Situ Gintung sebagai tempat wisata alam dan rekreasi. Revitalisasi tersebut tentunya tidak boleh memperburuk kualitas air Situ Gintung dan ekosistem penunjangnya.
ANALISIS PENGATURAN HUKUM PENGELOLAAN BERKELANJUTAN PADA DANAU PERKOTAAN DI JABODETABEK, INDONESIA Maresi, Sinta Ramadhania Putri; Purwaka, Tommy Hendra; Purwadi, Heri
Bina Hukum Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2021): Bina Hukum Lingkungan, Volume 5, Nomor 2, Februari 2021
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.132 KB)

Abstract

Minimnya kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola danau perkotaan menyebabkan permasalahan, salah satunya adalah penurunan kualitas danau perkotaan. Dalam hal ini, ketidakjelasan batasan kewenangan pengelolaan danau perkotaan antara pemerintah pusat, provinsi dengan pemerintah kota/kabupaten adalah salah satu permasalahan penting yang harus segera diselesaikan. Penelitian dilakukan dengan kajian pustaka dan desk study terhadap berbagai kebijakan pemerintah dengan kondisi yang ada saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud pengaturan hukum di Indonesia dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu regulasi, peraturan kebijakan, dan kebijakan. Berpedoman pada peraturan yang telah diklasifikasikan, maka dibutuhkan unit satuan kerja yang dapat merealisasikan atau melaksanakan peraturan-peraturan tersebut agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kesimpulannya adalah rencana pembangunan berkelanjutan dalam perlindungan dan pengelolaan danau perkotaan dapat dilakukan melalui pengembangan pengaturan hukum, penaatan dan penegakan hukum termasuk instrumen alternatif, serta upaya rehabilitasi lingkungan.
PENYULUHAN PENINGKATAN MASA SIMPAN PRODUK FROZEN FOOD (BAHAN PENGAWET, SMART PACKAGING, DAN SANITASI HIGIENE) DI IKM DAPOER AUDREYSHA, KABUPATEN Maresi, Sinta Ramadhania Putri; Sutarni, Yayan Dwi; Puspaduhita, Amilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Industri Kecil Menengah (IKM) Dapoer Audreysha bertujuan meningkatkan kualitas produk frozen food melalui penyuluhan mengenai penggunaan bahan pengawet yang aman, penerapan teknologi smart packaging, serta praktik sanitasi-higiene. Kegiatan ini menekankan pengenalan teknologi smart packaging sebagai inovasi yang masih jarang diterapkan di skala IKM, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara teknologi pangan modern dan praktik produksi tradisional. Evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan peningkatan pemahaman peserta: pengetahuan tentang pengawet aman naik dari 40% menjadi 75%, pemahaman terhadap smart packaging meningkat dari 20% menjadi 100%, dan kesadaran sanitasi-higiene dari 60% menjadi 100%. Hasil ini membuktikan bahwa penyuluhan tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga mendorong kesiapan pelaku IKM untuk mengadopsi inovasi pengemasan modern. Secara keseluruhan, program PKM ini berdampak signifikan terhadap peningkatan kompetensi IKM, memperkuat daya saing produk di pasar lokal dan nasional, serta membuka peluang tindak lanjut berupa penerapan nyata smart packaging yang dapat menjadi model bagi IKM lain di sektor pangan.
Applying spatial autocorrelation concept for pawnshop business insight Heri Purwadi; Sinta Ramadhania Putri Maresi; Andri Puji Prasetiyo
Economic Military and Geographically Business Review Vol. 4 No. 1: (July) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/emagrap.v4i1.2026.3476

Abstract

Background: Pawnshop businesses play a strategic role in supporting financial inclusion and regional liquidity; however, nationally aggregated indicators may obscure substantial variations in business activity at finer geographical scales. Methods: This study examines the spatial patterns and geographic dependence of pawnshop business activity in the Jabodetabek metropolitan region from May 2024 to May 2025 using a combination of Local Moran’s I (LISA), Local Getis–Ord Gi*, and Local Geary’s C. Due to the absence of district transaction data, regency/municipality-level customer and loan totals from the Financial Services Authority (OJK) were disaggregated using population and land-area proxies from Statistics Indonesia (BPS). These proxy-based estimates were then analyzed within a GIS framework using a row-standardized spatial weight matrix to capture local spatial dependence. Findings: The results reveal a segmented spatial structure, characterized by strong customer and total-loan concentrations in Central Jakarta and Tangerang City, transitional and outlier patterns in surrounding areas, and a high-intensity corridor of average loan value per account (AL) in Bogor City and adjacent districts. Conclusion: The findings demonstrate that pawnshop business development should not rely solely on national or metropolitan averages but should adopt cluster-based and context-sensitive strategies for branch expansion, service optimization, and regional resource allocation. Novelty/Originality of this article: The originality of this study lies in integrating three complementary local spatial statistics at the district level to transform pawnshop indicators into geoeconomic business insights, while explicitly acknowledging that the proxy-derived values represent exploratory estimates that require further validation using branch- or transaction-level data.
Early swelling kinetics of chitosan hydrogels under different acidity conditions for designing controlled-release fertilizers Sinta Ramadhania Putri Maresi; Tri Sutanti Budikania; Kartini Afriani; Achmad Nandang Roziafanto; Ahmad Dzaky Mualim; Fareka Kholidanata
Applied Environmental Science Vol. 4 No. 1: (July) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v4i1.2026.3710

Abstract

Background: Nutrient losses from conventional fertilization have increased the need for biodegradable hydrogel matrices that improve water retention and support controlled-release fertilizer (CRF) systems. This study investigated the effects of pH on the early-stage swelling kinetics of chitosan-based hydrogels, identified the most stable formulation, and examined the relationship between the degree of deacetylation (DD) and swelling performance. Methods: A quantitative experimental design was applied to four formulations, namely ChGu, ChG, ChPu, and ChP, under acidic, neutral, and alkaline conditions. Swelling was measured over 120 minutes with replicate measurements. The analysis included the swelling ratio (SR), maximum swelling ratio (Max SR), area under the curve (AUC), net swelling change (ΔSR), means, standard deviations, statistical comparisons, and regression analysis. Findings: pH markedly influenced the swelling behavior of all formulations. Neutral conditions produced the highest average SR values, with ChP showing the best performance (86.4), followed by ChG (67.6), ChGu (63.8), and ChPu (30.4). ChP also recorded the highest Max SR (124) and AUC (11,100), while ChG reached a Max SR of 110 and an AUC of 9,150. These findings indicate that both formulations had greater expansion capacity and more sustained swelling. In contrast, alkaline conditions caused deswelling in most samples, as indicated by negative SR values. The relationship between DD and swelling performance was weak (R² = 0.14), indicating that hydrogel structure, formulation composition, environmental pH, and early kinetic transitions were more influential than DD alone. Conclusion: Neutral pH provided the most favorable swelling conditions, and ChP demonstrated the strongest overall performance. Novelty/Originality of this article: This study proposes Max SR, AUC, ΔSR, and dynamic transition intervals as integrated early-stage indicators for screening biodegradable chitosan hydrogels for CRF applications.