Aprilia Musawamah
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Localizing The Sacred: The Resilience of Sufism and The Vernacularization of Abdul Qodir Al-Jilani’s Manaqib in Banten Ade Fakih Kurniawan; Denti Normayanti; Aprilia Musawamah
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 13 No. 1 (2026): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v13i1.984

Abstract

The spread of Islam in the archipelago, especially in Banten, shows complex dynamics related to the role of Sufism and the vernacularization process. This article analyzes the process of appropriation and resilience of Sufism through the practice and the vernacularization of Wawacan Syeh text, which uses the text of the manaqib of Syekh Abdul Qadir al-Jilani in the local language (Banten dialect of Javanese) in Pegon script. Through a qualitative method, this study involves observation, vernacularized text analysis, and interviews with local communities. The results show that the vernacularization of Sufism not only makes Islamic teachings more accessible to the community since the early process of Islamization but also strengthens a moderate and inclusive religious identity. This process creates a synthesis between Sufi values ​​and local culture, so that Islamic teachings are not considered foreign, but become an integral part of the community's social life. The implications of these findings indicate that Sufism in Banten can survive and develop, prioritizing tolerance and respecting local culture/tradition. This research confirms that Islam in the archipelago, through Sufism, can survive the changing times and contribute to a harmonious social and religious life.
Pembaharuan Politik Islam di Indonesia: Relevansi Pemikiran Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid Aprilia Musawamah; Nur Amaliyah; Sholahuddin Al Ayubi; Andi Rosa
Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Staatsrecht Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/3zb3z667

Abstract

Studi ini mengkaji pembaharuan politik Islam di Indonesia dengan fokus pada relevansi pemikiran Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis-komparatif, penelitian ini menganalisis konvergensi dan divergensi pemikiran kedua tokoh intelektual Muslim yang berpengaruh tersebut dalam konteks sosial-politik Indonesia dari masa Orde Baru hingga era Reformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun berangkat dari latar belakang intelektual yang berbeda Nurcholish Madjid dengan tradisi modernisme dan Abdurrahman Wahid dengan tradisi pesantren kedua tokoh ini mencapai titik temu paradigmatik dalam beberapa aspek fundamental, yakni: desakralisasi politik Islam, reinterpretasi tradisi Islam untuk modernitas, kompatibilitas Islam dengan demokrasi dan hak asasi manusia, serta pluralisme sebagai nilai esensial. Perbedaan signifikan terdapat dalam pendekatan dan strategi perubahan: Madjid lebih tekstual-doktrinal dengan preferensi pada pembaharuan kultural, sementara Wahid lebih kontekstual-praksis dengan keterlibatan langsung dalam aktivisme politik. Kontribusi utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana dialektika pemikiran kedua tokoh telah membentuk diskursus politik Islam moderat di Indonesia, serta menawarkan kerangka konseptual untuk menghadapi tantangan kontemporer seperti kebangkitan konservatisme, populisme berbasis identitas keagamaan, dan pengaruh Islam transnasional. Studi ini menyimpulkan bahwa sintesis kreatif antara elaborasi doktrinal Madjid dan kepekaan kontekstual Wahid dapat menghasilkan kerangka pemikiran yang lebih komprehensif untuk mengembangkan politik Islam yang demokratis, pluralis, dan berkeadilan di Indonesia kontemporer.