Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban Dalam Upaya Menjamin Keamanan Pangan Asal Hewan di Kota Kendari Fadli Ma’mun Pancar; Yamin Yaddi; Restu Libriani; Rahman Rahman; Putu Nara Kusuma Prasanjaya; Fitrianingsih Fitrianingsih; Andini Sulfitrana
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qh2bhf71

Abstract

Perayaan Idul Adha 1446 H di Kota Kendari merupakan kegiatan tahunan penting yang melibatkan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, khususnya sapi dan kambing. Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban guna memastikan bahwa daging yang dihasilkan memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah menjamin bahwa daging yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan pangan dan ketentuan kehalalan. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk menilai kondisi kesehatan hewan, sedangkan pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan untuk mengevaluasi kebersihan daging dan kelayakannya untuk dikonsumsi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan dokumentasi visual. Pemeriksaan antemortem dilakukan terhadap 346 ekor sapi dan 24 ekor kambing, sedangkan pemeriksaan postmortem mencakup 238 ekor sapi dan 61 ekor kambing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat memenuhi prinsip ASUH, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit bawaan pangan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.
Upaya Pencegahan Penyakit Jembrana pada Sapi Bali Melalui Edukasi bagi Kelompok Peternak Sumber Rejeki di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan Fadli Ma’mun Pancar; Rahman Rahman; Syamsuddin Syamsuddin; Nurhayu Nurhayu; Mansyur Mansyur; Awal Maulid Sari; Nisfu Sakban; Saniwanti Saniwanti
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ky1vv326

Abstract

Jembrana disease is one of the important infectious diseases affecting bali cattle and may cause economic losses for farmers due to decreased productivity, treatment costs, and livestock mortality. Farmers’ limited knowledge of clinical symptoms, transmission routes, risk factors, and preventive measures remains one of the challenges in controlling this disease at the smallholder farming level. This community service activity aimed to improve farmers’ knowledge and awareness of Jembrana disease in Bali cattle in Alebo Village, Konda District, South Konawe Regency. The activity was conducted on November 24, 2025, at the Alebo Village Hall and involved 40 participants, consisting of the village head, village officials, and members of the Sumber Rejeki Livestock Farmers Group. The method used in this activity included direct education, discussion, question-and-answer sessions, and evaluation of participants’ understanding. The materials delivered covered an introduction to Jembrana disease, clinical symptoms, transmission routes, risk factors, barn biosecurity, vektor control, quarantine of newly introduced cattle, case reporting, and the importance of vaccination. The results showed that participants were enthusiastic in attending the activity and gained a better understanding of Jembrana disease prevention. This educational activity encouraged farmers to independently implement preventive measures, such as maintaining barn hygiene, controlling blood-sucking insects, separating sick animals, and coordinating with animal health officers. Therefore, this educational activity plays an important role in improving farmers’ capacity to prevent the spread of Jembrana disease in Bali cattle.
Evaluasi Mutu Sensori Daging Ayam Kampung Super yang Dimarinasi Air Kelapa Terfermentasi pada Lama Perendaman yang Berbeda: Evaluation of Sensory Quality of Super Kampung Chicken Meat Marinated in Fermented Coconut Water at Different Soaking Times Harapin Hafid; Wa Ode Fatmawati; Fadli Ma’mun Pancar; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1337

Abstract

Daging ayam kampung super mempunyai cita rasa yang khas sehingga banyak diminati masyarakat. Pengolahan secara marinasi dapat meningkatkan kualitas sensori daging dengan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam proses perendaman adalah air kelapa yang telah mengalami fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh proses marinasi daging ayam kampung super menggunakan air kelapa terfermentasi terhadap peningkatan kualitas sensori daging. Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Ternak serta Laboratorium Unit Analisis Pakan Ternak. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup empat kelompok, yaitu: P0 (daging ayam kampung tanpa perlakuan marinasi), P1 (daging ayam kampung yang direndam dalam air kelapa non-fermentasi), P2 (daging ayam kampung yang dimarinasi dalam air kelapa terfermentasi selama 30 menit), dan P3 (daging ayam kampung yang dimarinasi dalam air kelapa terfermentasi selama 60 menit). Penilaian kualitas sensori menggunakan sebanyak 25 panelis semi terlatih dengan skala hedonik 1-5. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima kali ulangan. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup aspek sensori, meliputi aroma, rasa, tekstur, warna, dan tingkat keempukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi marinasi dalam air kelapa terfermentasi tidak memberikan perbedaan signifikan (P>0,05) pada karakteristik sensori daging ayam kampung super, termasuk warna, aroma, tekstur, cita rasa, serta keempukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas sensori marinasi daging ayam kampung super tidak menunjukkan pengaruh berbeda namun pada perlakuan P3 dengan durasi marinasi 60 menit pada air kelapa terfermentasi menunjukkan rataan yang terbaik pada cita rasa dan tekstur.
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda: Organoleptic Quality of Duck Meatballs with the Addition of Jackfruit Seed Flour at Different Levels Harapin Hafid; Cici Puspitasari; Fadli Ma’mun Pancar; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1375

Abstract

Bakso adalah produk olahan daging yang terknenal di Indonesia, memiliki tekstur kenyal, cita rasa yang gurih, terbuat dari kombinasi daging giling, tepung dan bumbu yang dibentuk bulat, direbus hingga matang dengan variasi bahan dasar seperti daging ayam, sapi, ikan hingga daging entok. Upaya meningkatkan kualitas dan nilai gizi bakso yaitu dengan memanfaatkan bahan potensial yang mengandung bahan pengikat pati amilosa yakni tepung biji nangka. Tujuan studi ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas organoleptik bakso entok yang ditambahkan tepung biji nangka dengan level yang berbeda-beda. Pelaksanaan studi ini yaitu di Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak pada bulan Mei - Juni 2024. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada studi ini, melalui 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0= tanpa penambahan tepung biji nangka; P1= 10% penambahan tepung biji nangka; P2= 15% penambahan tepung biji nangka; P3= 20% penambahan tepung biji nangka. Temuan studi menunjukkan bahwasanya penambahan tepung biji nangka pada kualitas organoleptik bakso daging entok mempengaruhi (P<0,05) bentuk, warna, tekstur, aroma, kekenyalan, rasa dan penerimaan umum secara nyata. Hal tersebut terlihat dari perlakuan terbaik pada uji kualitas organoleptik terdapat pada perlakuan P1 yang merupakan campuran 10% tepung tapioka dan 10% tepung biji nangka. Kualitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai gizi produk akhir serta memberikan variasi baru yang dapat diterima oleh konsumen.