Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Comparison of the Claim Ratio Method and the Bornhuetter-Ferguson Chain Ladder Method in Claim Reserve Calculation Nicea Roona Paranoan; Feby Seru; Ayub Sahala Gultom
Statistika Vol. 25 No. 2 (2025): Statistika
Publisher : Department of Statistics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/statistika.v25i2.7934

Abstract

Abstract. Uncertainty in life brings risks that can threaten financial stability, making the existence of insurance crucial for managing such risks. One of the key elements in insurance is the management of claim reserves, which are funds allocated to meet outstanding claim obligations. This study aims to analyze and compare two claim reserve estimation methods, namely the Claim Ratio Method and the Bornhuetter-Ferguson Method, to assess the accuracy of each. The analysis is conducted by calculating claim reserve estimates using both methods based on historical claim data. The data used in this study are simulated data obtained through random sampling using Microsoft Excel. The results show that the Claim Ratio Method produced an estimate of 204,691,130, while the Bornhuetter-Ferguson Method yielded an estimate of 211,097,953. Compared to the Claim Ratio Method, the Bornhuetter-Ferguson Method provides results that are closer to reality, as it takes into account the claim development pattern in more detail, particularly for data with high variability. The study concludes that the choice of estimation method has significant implications for the financial stability of insurance companies. More accurate reserve calculations not only strengthen the solvency and operational efficiency of insurers but also reinforce policyholder trust and confidence in insurance protection. Consequently, the adoption of more robust methods such as the Bornhuetter-Ferguson is recommended, while future research is encouraged to explore alternative or hybrid models that may further improve estimation accuracy in diverse contexts.
Pemberdayaan Pemuda GKI Diaspora Kotaraja dalam Pengembangan Literasi Statistika Spasial berbasis Sistem Informasi Geografis Rita Raya; Ayub Sahala Gultom; Nicea Roona Paranoan; Caecilia Bintang Girik Allo; Lolita Tuhumena
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xrzds209

Abstract

Pemuda GKI Diaspora Kotaraja memiliki akses yang cukup baik terhadap teknologi digital, namun pemanfaatannya masih didominasi untuk komunikasi dan media sosial sehingga kemampuan dalam mengolah, menganalisis, dan memanfaatkan data untuk mendukung kegiatan pelayanan maupun pengembangan komunitas masih terbatas. Selain itu, pengetahuan mengenai data spasial dan pemanfaatan Sistem Informasi Geografis belum dimiliki oleh sebagian besar peserta. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi statistika spasial pemuda melalui pelatihan berbasis data lokal Kota Jayapura. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Community Based Development yang dipadukan dengan metode pelatihan partisipatif dan pendampingan berbasis praktik. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan literasi statistika spasial, serta pendampingan dalam pengolahan dan visualisasi data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep statistika, data spasial, dan penggunaan Sistem Informasi Geografis. Rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 41,2% sebelum pelatihan menjadi 80,8% setelah pelatihan. Peserta juga berhasil menghasilkan peta tematik pendidikan, peta kondisi sosial wilayah, infografis spasial, dan ringkasan analisis wilayah berbasis data. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan program komunitas serta mendorong terbentuknya kelompok pemuda pengelola data spasial sebagai upaya keberlanjutan program.
Persepsi Istri Nelayan Terhadap Produk Olahan Green Fish Nugget di Pulau Kosong Kota Jayapura Nicea Roona Paranoan; Lolita Tuhumena; Ayub Sahala Gultom; Aryanto; Yan Maruanaya
Cahaya Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v2i2.178

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan keluarga nelayan melalui pemanfaatan hasil tangkapan laut yang bernilai ekonomi rendah menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Salah satu bentuk inovasi yang ditawarkan adalah Green Fish Nugget, yaitu produk olahan nugget berbahan dasar ikan yang dipadukan denga daun kelor, guna meningkatkan kandungan gizinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga nelayan melalui pelatihan pembuatan Green Fish Nugget, yaitu produk olahan ikan yang dipadukan dengan sayuran hijau sebagai upaya diversifikasi pangan bergizi dan bernilai jual tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Pulau Kosong, Kota Jayapura, dengan melibatkan 10 istri nelayan sebagai peserta. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, pelatihan teknis, uji organoleptik, serta wawancara dan diskusi evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa persepsi peserta terhadap produk Green Fish Nugget sangat positif. Sebanyak 90% menyatakan sangat menyukai rasa produk, 90% menilai teksturnya lembut dan cocok untuk konsumsi keluarga, dan 80% menunjukkan minat untuk memproduksi secara mandiri sebagai usaha rumah tangga. Selain itu, peserta menilai bahwa bahan baku mudah didapat dan proses pembuatannya relatif sederhana. Kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan alat pengemas dan pengetahuan pemasaran. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Green Fish Nugget berpotensi menjadi alternatif usaha rumahan yang layak dikembangkan oleh istri nelayan. Produk ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah ikan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan pesisir. Diperlukan dukungan lanjutan berupa pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, dan fasilitasi peralatan untuk mendukung keberlanjutan usaha.