Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki karakteristik fisik, mental, intelektual, sosial, dan emosional yang berbeda dari anak pada umumnya, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan, pengasuhan, dan pelayanan khusus untuk mengoptimalkan potensi serta tumbuh kembangnya. ABK mencakup berbagai kondisi, antara lain disabilitas fisik, kesulitan belajar, gangguan perkembangan, serta gangguan perilaku. Setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan dan pengasuhan yang setara sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya, baik melalui sekolah inklusi maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak ABK, mengenai karakteristik perilaku anak serta keterkaitannya dengan pola makan dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk parenting melalui pemberian edukasi secara interaktif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SLB di Kabupaten Jombang pada tanggal 25 November 2025 dengan peserta ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi selama kurang lebih 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai pengalaman orang tua dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anak ABK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, serta diskusi aktif mengenai pengalaman pengasuhan, perilaku anak, dan pemilihan makanan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara jenis makanan yang dikonsumsi anak ABK dengan munculnya atau meningkatnya gejala hiperaktivitas pada sebagian anak. Oleh karena itu, orang tua, terutama ibu yang berperan dalam penyediaan makanan sehari-hari, perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemilihan makanan yang sesuai dan makanan yang perlu dibatasi agar tidak berpotensi memengaruhi perilaku anak. Edukasi parenting secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan dan mendukung tumbuh kembang ABK secara optimal.