Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effect of Nutrition Education Intervention Towards Nutritional Behavior of Mother In Stunting Children: A Systematic Review Aulya Kartini Dg Karra; Yuni Sufyanti Arief; Ririn Probowati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.594

Abstract

Stunting has become a global concern in the last decades, several studies have shown that one of the main causes of stunting is based on the knowledge of the mother. The aim of this study is the effect of nutrition education interventions on maternal nutritional behavior in stunted children. This method of compiling a systematic review is based on literature studies from various electronic databases, including Scopus, ProQuest, Science Direct, EBSCO, ResearchGate, and Google Scholar by conducting a review using the latest PRISMA. The keywords in this systematic study were unbeatable with the Medical Subject Heading (MeSH) consisting of (Maternal behavior OR maternal behavior AND nutrition education AND Growth Disorders OR stunting). 10 articles fit the inclusion criteria, the main results of the articles discuss maternal nutritional behavior. Appropriate nutrition education interventions are effective to prevent and improve the status of stunting children.
Senam Tai Chi dalam Menurunkan Kecemasan Lansia Khamida Khamida; Abdul Muhith; Rohmadi Yuda Diharja; Ririn Probowati
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 3 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i3.ART.p218-223

Abstract

Menua merupakan hal yang dapat menimbulkan masalah kesehatan baik kesehatan umum maupun kesehatan jiwa bagi lansia.Kesehatan jiwa yang dialami pada lansia yaitu salah satunya adalah kecemasan. Apabila terus menerus dibiarkan, akan berdampak yaitu ingatan atau mimpi buruk yang dialami lansia akan terulang kembali dan kualitas tidur lansia menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Kecemasan Lansia.Desain penelitian menggunakan One Group Pre- Post Test Design, sampel adalah lansia di Posyandu Perintis Ngagel Rejo Surabaya sebesar 32 Orang yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel Independen adalah Senam Tai Chi, variabel dependen adalah Kecemasan.Instrumen Kecemasan diukur menggunakan kuesioner HRS-A. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dengan kemaknaan?= 0,05.Hasil penelitian sebelum diberikan Senam Tai Chi sebagian besar (59,4 %) responden mempunyai kecemasan ringan. Setelah diberikan Senam Tai Chi sebagian besar (59,4 %) responden tidak cemas (normal). Analisa uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan p=0,000< ? =0,05, artinya ada pengaruh Senam Tai Chi terhadap penurunan kecemasan.Simpulan dari penelitian ini bahwa senam Tai Chi dapat menurunkan kecemasan pada lansia.Diharapkan perawat dapat memberikan senam Tai Chi sebagai intervensi keperawatan mandiri perawat dalam penatalaksanaan penurunan kecemasan.
Socialization of 3B+A For School Age Children Monika Sawitri Prihatini; Ririn Probowati; Mamik Ratnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2852

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi kita semua agar tubuh dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Kita semua memerlukan zat gizi dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Jika mengkonsumsi makan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif serta akan menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu diperlukan komposisi makanan yang sesuai dengan komposisi 3B+A yaitu Beragam, Bergizi, Berimbang (3B) dan Aman (A). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mensosialisasikan 3B+A pada anak usia sekolah agar anak dapat memahami pentingnya makan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pendidikan kesehatan pada anak kelas 4-6 di salah satu SD di Desa Puton Kabupaten Jombang dengan jumlah 45 anak. Pemberian pendidikan kesehatan dilaksanakan di masing-masing kelas 4-6 dan setiap kelas memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, anak-anak mengetahui dan memahami bahwa makanan yang dikonsumsi harus mengandung 3B+A dan anak-anak dapat melakukan penilaian sederhana bahwa yang mereka konsumsi sehari-hari belum memenuhi kriteria 3B+A. Konsumsi makanan 3B+A sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama untuk anak-anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan agar tumbuh kembangnya dapat optimal
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BAYI UNTUK MENCEGAH STUNTING” ANTING BERLIAN (AKSI NYATA TANGANI STUNTING BERKELANJUTAN) DI PUSKESMAS MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG Ririn Probowati; Heri Wibowo; Mamik Ratnawati; Monika Sawitri Prohatini
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.47

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jombang. Upaya pencegahan stunting memerlukan intervensi yang komprehensif, berkelanjutan, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah dan menurunkan risiko stunting pada bayi melalui program ANTING BERLIAN (Aksi Nyata Tangani Stunting Berkelanjutan) berupa pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan edukasi gizi kepada orang tua atau pengasuh bayi di wilayah kerja Puskesmas Mojowarno, Kabupaten Jombang. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh sekitar 40 ibu dan balita. Intervensi dilakukan selama 30 hari berturut-turut dengan pemberian PMT berupa makanan lokal bergizi, seperti bubur kacang hijau, telur, sayur, dan buah, serta disertai edukasi gizi secara berkala. Pemantauan status gizi dilakukan melalui pengukuran berat badan dan panjang atau tinggi badan bayi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pemberian makanan bergizi dan perbaikan status gizi bayi setelah intervensi. Program ANTING BERLIAN terbukti efektif sebagai intervensi awal pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kabupaten Jombang.
Self Efficacy Ibu dalam Pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang Mamik Ratnawati; Ririn Probowati; Monika Sawitri Prihatini; Pawiono Pawiono; Pujiani Pujiani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.28

Abstract

Masa balita merupakan usia penting untuk tumbuh kembang secara fisik. Pertumbuhan anak balita sangat pesat sehingga memerlukan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan balita. Salah satu masalah gizi pada balita yang dapat dilihat dari kartu menuju sehat (KMS) adalah balita BGM (Bawah Garis Merah). Balita dengan berat badan BGM menjadi indikator awal bahwa balita mengalami gangguan masalah gizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengaplikasikan penggunaan modul hasil penelitian tentang Health Promotion model terhadap self efficacy Ibu tentang pemberian nutrisi pada balita BGM (Bawah Garis Merah) Di Puskesmas Mayangan Jogoroto Jombang. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Self Efficacy Ibu dalam pemberian Makanan pada Balita BGM (Bawah Garis Merah) di Puskesmas Mayangan Kecamatan Jogoroto Jombang berjalan dengan baik, ibu balita yang hadir sejumlah 25 orang ibu beserta balitanya. Ibu balita antusias dalam mendengarkan dan terdapat umpan balik dengan memberikan pertanyaan kepada pelaksana kegiatan untuk pembahasan yang belum dimengerti. Ibu balita dapat menyajikan dan membuat kreasi menu makanan untuk balita dengan BGM serta mengetahui dampak dari komplikasi masalah gizi yang ditimbulkan. Bagi para ibu balita diharapkan mempunyai self efficacy yang baik dalam pemberian makan balita agar bisa mengatasi masalah gizi pada balitanya.
Perilaku Anak Berkebutuhan Khusus Dan Pengaruh Pola Makan : Membangun Kebiasaan Sehat Untuk Tumbuh Kembang Optimal Monika Sawitri Prihatini; Mamik Ratnawati; Ririn Probowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2026): JPM September 2026
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v12i2.3352

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki karakteristik fisik, mental, intelektual, sosial, dan emosional yang berbeda dari anak pada umumnya, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan, pengasuhan, dan pelayanan khusus untuk mengoptimalkan potensi serta tumbuh kembangnya. ABK mencakup berbagai kondisi, antara lain disabilitas fisik, kesulitan belajar, gangguan perkembangan, serta gangguan perilaku. Setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan dan pengasuhan yang setara sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya, baik melalui sekolah inklusi maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya ibu yang memiliki anak ABK, mengenai karakteristik perilaku anak serta keterkaitannya dengan pola makan dalam mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk parenting melalui pemberian edukasi secara interaktif. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SLB di Kabupaten Jombang pada tanggal 25 November 2025 dengan peserta ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi selama kurang lebih 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai pengalaman orang tua dalam merawat dan memenuhi kebutuhan anak ABK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan, tanggapan, serta diskusi aktif mengenai pengalaman pengasuhan, perilaku anak, dan pemilihan makanan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara jenis makanan yang dikonsumsi anak ABK dengan munculnya atau meningkatnya gejala hiperaktivitas pada sebagian anak. Oleh karena itu, orang tua, terutama ibu yang berperan dalam penyediaan makanan sehari-hari, perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemilihan makanan yang sesuai dan makanan yang perlu dibatasi agar tidak berpotensi memengaruhi perilaku anak. Edukasi parenting secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kemampuan orang tua dalam memberikan pengasuhan dan mendukung tumbuh kembang ABK secara optimal.