Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Latihan Small-Sided Games terhadap Ketepatan Passing Sepak Bola pada Mahasiswa Nimrot Capello Manalu; Ruben Simbolon; Icha Dian Fitri; Nuansa Cristian S Pandia; Cici Pramita Gurning
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan Small-Sided Games terhadap ketepatan passing sepak bola pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest–posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 mahasiswa yang mengikuti pembelajaran sepak bola dan dibagi menjadi dua kelompok permainan dalam pelaksanaan latihan Small-Sided Games. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes ketepatan passing sepak bola untuk mengukur kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Prosedur penelitian diawali dengan pelaksanaan pretest, kemudian dilanjutkan dengan pemberian perlakuan berupa latihan Small-Sided Games selama beberapa kali pertemuan, dan diakhiri dengan posttest. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketepatan passing setelah diberikan latihan Small-Sided Games. Nilai rata-rata mahasiswa meningkat dari 65 pada pretest menjadi 83 pada posttest. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode latihan Small-Sided Games memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan ketepatan passing sepak bola pada mahasiswa. Dengan demikian, metode latihan Small-Sided Games dapat digunakan sebagai salah satu metode latihan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar sepak bola, khususnya ketepatan passing.
Pengembangan Model Pembelajaran Renang Adaptif Berbasis Water Confidence bagi Siswa yang Mengalami Ketakutan Air Muhammad Yan Ahady; Nuansa Cristian S Pandia; Tuahta Arifin Ilham Hutahayan
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v4i2.8573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence bagi siswa yang mengalami ketakutan terhadap air dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Ketakutan terhadap air merupakan salah satu hambatan psikologis yang sering ditemukan dalam pembelajaran renang, khususnya pada siswa pemula. Kondisi ini menyebabkan siswa mengalami kecemasan, kurang percaya diri, serta kesulitan dalam menguasai keterampilan dasar renang seperti mengapung, bernapas, dan bergerak di dalam air. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya suatu model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek teknik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence dikembangkan sebagai pendekatan yang menekankan pada peningkatan rasa aman, kenyamanan, dan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan bertahap, menyenangkan, dan sesuai dengan kemampuan individu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa yang mengalami ketakutan terhadap air dalam pembelajaran renang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas siswa, tes keterampilan dasar renang, serta dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat peningkatan yang terjadi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran renang adaptif berbasis water confidence mampu meningkatkan keberanian siswa dalam berinteraksi dengan air, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperbaiki keterampilan dasar renang secara signifikan. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dimana siswa lebih antusias, berpartisipasi aktif, dan mampu mengikuti instruksi dengan lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini efektif digunakan untuk membantu siswa mengatasi ketakutan terhadap air serta meningkatkan kualitas pembelajaran renang.