Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI KEMATIAN MASYARAKAT ADAT KAMPUNG JALAWASTU DENGAN PENDEKATAN FENOMENOLOGI Vidya Maharani Anannidra; Dhiah Fatma Pratiwi; Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh; Eka Dwi Sasmita Putri; Aulia Nur Afifah; Odin Rosidin; Muhammad Rinzat Iriyansah; Robita Ika Annisa
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.2809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tradisi kematian yang masih dijaga oleh masyarakat adat Kampung Jalawastu sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Fokus dari penelitian ini mencakup proses pengurusan jenazah, tradisi kematian, aturan bentuk makam, serta tradisi sawer warung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan teknik simak catat serta rekam terhadap masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami arti dan pengalaman masyarakat terkait tradisi kematian yang mereka laksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengurusan jenazah di Kampung Jalawastu mengikuti ajaran Islam, yang mencakup memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan jenazah. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan berbagai tradisi kematian seperti surtanah, telung dina, mitung dina, nyeket, nyatus, mendak, nyewu, dan nyadran sebagai penghormatan kepada leluhur serta doa untuk almarhum. Ketentuan adat juga tercermin dalam bentuk makam yang tidak diperbolehkan menggunakan semen, keramik, atau batu bata, hanya menggunakan batu alami dan kayu. Tradisi sawer warung yang dilaksanakan saat acara pemakaman juga masih dipelihara karena diyakini memiliki makna simbolis sebagai tolak bala dan bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur. Tradisi-tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai sosial, budaya, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat di Kampung Jalawastu.
Analysis of Connotative Meaning as an Element of Dramatization in the Film Gowok: Javanese Kamasutra Tia Permata Sari; Mufidatuz Zahro Aj-Jauharoh; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah; Mulya Tiara Fauziah
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090204

Abstract

This study aims to uncover connotative meanings as elements that construct the dramatization in the Gowok: Kamasutra Jawa Indonesia movie. This movie depicts the complex cultural values of Java through the conflict between love, social status, and morality. The method used is descriptive qualitative with the listen-and-note technique, where data is obtained from the characters' utterances that contain connotative meanings based on Leech's semantic theory (1981). The results show that connotative meanings in the movie’s dialogue not only function as language embellishments but also become the main source of energy in building dramatic atmosphere and the characters' inner conflicts. The connotations that emerge reflect the social, cultural, and emotional values of Javanese society, which is still bound by hierarchical structures and politeness. Through the use of symbol-laden language, this film presents a dramatization that not only evokes emotions but also provides a reflection of social reality.