Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Mahasiswa dalam Manajemen Produksi Film Dokudrama “Daeng Mangalle: Pangeran Makassar” sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal M Faidil; Muh Alun Anugrah Pratama; Suriadi Suriadi; Elivia Tandiolah; Nisa Nisa; Aditya Nugroho
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.572

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melestarikan budaya lokal Makassar melalui produksi film dokudrama “Daeng Mangalle” sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam manajemen produksi film berbasis proyek. Metode yang digunakan bersifat aplikatif dan kolaboratif dengan pendekatan Project-Based Learning yang mencakup tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap pra-produksi, mahasiswa melakukan riset historis, penyusunan naskah, perencanaan logistik, serta pembentukan kru; tahap produksi dilaksanakan melalui syuting intensif selama sembilan hari di lokasi historis seperti Maros, Benteng Somba Opu, dan Benteng Rotterdam; dan tahap pascaproduksi mencakup penyuntingan film, evaluasi peran mahasiswa, serta penyusunan dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dokudrama efektif sebagai media pelestarian budaya karena mampu merekontekstualisasi nilai sejarah menjadi narasi visual yang mudah dipahami generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai departemen, seperti Talent Coordinator, Clapper, Aktor, dan Wardrobe, menghasilkan koordinasi produksi yang teratur sekaligus memastikan representasi budaya Bugis-Makassar tetap autentik. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya audiovisual yang menghidupkan kembali figur Daeng Mangalle, tetapi juga memberikan kontribusi edukatif melalui peningkatan keterampilan manajerial, kerja kolaboratif, literasi budaya, dan profesionalisme mahasiswa dalam industri kreatif. Dengan demikian, produksi film dokudrama terbukti menjadi strategi pengabdian yang efektif untuk menjaga warisan budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan berbasis teknologi.
Representasi Budaya dan Identitas Masyarakat Bugis dalam Film Jodoh 3 Bujang: Analisis Teori Representasi Stuart Hall: Representation of Bugis Culture and Identity in the Film Jodoh 3 Bujang: An Analysis Using Stuart Hall’s Representation Theory Nensilianti; Ridwan; Elivia Tandiolah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan identitas masyarakat Bugis dalam film Jodoh 3 Bujang (2025) karya Arfan Sabran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Stuart Hall yang berfokus pada proses encoding dan decoding dalam membangun makna budaya. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, serta simbol budaya dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi patriarki direpresentasikan melalui dominasi figur ayah dalam pengambilan keputusan keluarga yang berkaitan dengan konsep siri sebagai tanggung jawab kolektif. Uang panai mengalami pergeseran makna menjadi instrumen stratifikasi sosial yang dipengaruhi oleh standar ekonomi modern. Selain itu, fenomena generasi sandwich memunculkan konflik antara kepatuhan terhadap nilai tradisional dan kebutuhan otonomi individu. Sebagai bentuk resolusi, filosofi maritim natoalia direpresentasikan sebagai upaya rekonstruksi identitas yang resilien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan dinamika perubahan nilai dalam masyarakat Bugis di era modern.