Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Niat Ibu Memberi ASI Eksklusif Berdasarkan Theory of Planned Behavior Silva Marisa; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.449

Abstract

Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia had not reached the target yet. One of the things that determines the success of mothers in providing exclusive breastfeeding is intention. The study aimed to identify factors related to mother's intention to exclusive breastfeeding based on Theory of Planned Behavior (TPB). This quantitative study used a cross-sectional design. The population were mothers who had 0-6 months old babies. The purposive sampling technique was employed to 124 respondents. The TPB-based questionnaire was made up. The results of the study showed that majority of respondents (107 mothers or 86.3%) had a strong intention to exclusive breastfeeding. The result of data analysis using Kendall's Tau B showed that there was a relationship between attitudes (p-value = 0.000; p < 0.05), perceived perception control (p-value = 0.000; p < 0.05), and intention to exclusive breastfeeding. However, there was no relationship between subjective norms (p-value 0.723; p < 0.05) and intention to exclusive breastfeeding. Thus, health providers should enhance mothers’ awareness through health promotion, and breastfeeding facilities should be available to support exclusive breastfeeding coverage.
Persepsi Pasien tentang Tantangan Perawatan Luka Kronis Diabetes Melitus serta Implikasinya terhadap Kebutuhan Soft-skills Perawat Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Ernawati Ernawati
Faletehan Health Journal Vol 10 No 02 (2023): Faletehan Health Journal, July 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i02.541

Abstract

The need of diabetic ulcer treatment was inline with the escalation of chronic wounds incidence in patients with diabetes mellitus. This study aimed to explore patients’ perception regarding nurses’ challenges to provide chronic diabetic wound care and the implications of the need of nurses’ soft-skills on it. This research was a phenomenological desciptive qualitative study with Colaizzi approach. The target population were diabetic clients who had wound care in the clinic within the last 6 months. The sampling technique was total sampling. 7 participants were interviewed. Besides suffering from diabetic ulcer, the participants realized that nurses faced various diabetic wound conditions, patients’ pain complaints, and challenges in performing wound care in which they had implication on the need for nurses’ soft skills. This study produced the theme of “the suffer of patients with diabetic chronic wound” with the subthemes of “wound pain”, “old wound cleansing”, “long recovery”, “doubts about healing”, “body image problem”, and “fear of amputation”. Meanwhile, on the theme of “challenges for wound nurses”, several sub-themes were emerged, namely: “wound conditions”, “patients’ complaints of pain”, and “the nature of wound care activities”. A humanist approach through the nurses' soft-skills could help patients and their families deal with chronic diabetic wounds to achieve an optimal wound healing.
The The Influence of Health Education Through Audio Visual Media on Knowledge of Coronary Heart Disease in Posbindu PTM Clients Yulta Kadang; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.393

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is one of the health problems that contributes to the largest number of deaths in the world which is defined as an abnormal condition of the heart and blood vessels, one of which is coronary heart disease (CHD). This study was conducted with the aim of analyzing whether there is an effect of Health Education through Audiovisual on Client Knowledge about Coronary Heart Disease at the PTM Posbindu at the Tambelang Health Center UPTD, Bekasi Regency. The type of quantitative research used in this study is Quase Experimental Design with the One Group Pretest and Posttest approach. The location of the study was at the PTM Posbindu UPDT Tambelang Health Center, Bekasi Regency and was carried out in August 2024. Sampling was carried out using non-probability sampling using the purposive sampling method. The sample used was 21 PTM Posbindu clients. The questionnaire used was first tested for validity and reliability with Alpha Cronbach 0.742 which showed that this questionnaire could be used to measure knowledge about coronary heart disease. The data were analyzed using the Wilcoxon alternative test because the results of the ShapiroWilk normality test were not normally distributed
Prokrastinasi Akademik, Kontrol Diri & Adiksi Gawai Pada Remaja SMP Sri Ajeng SintaDewi; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Aprilina Sartika; Ananda Patuh Padaallah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.671

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas akademik yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada prestasi belajar. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, salah satunya adalah kontrol diri. Remaja dengan kontrol diri rendah cenderung sulit mengendalikan perilaku dan lebih mudah terdistraksi oleh aktivitas yang menyenangkan seperti penggunaan gawai. Selain itu, karakteristik individu seperti usia juga dapat mempengaruhi pola penggunaan gawai pada remaja. Penggunaan gawai yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan adiksi gawai yang berdampak pada aspek akademik, sosial, dan kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dan kontrol diri dengan adiksi gawai pada remaja SMP di Cibitung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja awal. Selain itu terdapat hubungan antara prokrastinasi akademik dengan adiksi gawai (p-value = 0,002) serta terdapat hubungan antara kontrol diri dengan adiksi gawai (p-value = 0,024). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik dan kontrol diri merupakan faktor yang berhubungan dengan adiksi gawai pada remaja.
Pengaruh Permainan Spin Whell Terhadap Pencegahan Anemia Pada Rematri di Cikarang Sari Dewi Kishra; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Yulta Kadang; Beatrix Eliabeth
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.800

Abstract

Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada rematri yang berdampak pada penurunan konsentrasi,produktivitas dan kualitas hidup. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkanpemahaman remaja mengenai pencegahan anemia. Media pembelajaran berbasis permainan dinilai mampumeningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh permainan spin whell terhadap peningkatan pengetahuan sebagai upaya pencegahan anemia padarematri di Cikarang. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 50 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukanmenggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatansigniftikan skor pengetahuan setelah intervensi dengan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05). Permainan spim whell terbuktiefektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada rematri.
Perilaku Agresif Dan Strategi Koping Pada Remaja SMP di Kecamatan Serang Baru Neni Hardianti Rukmana; Previarsi Rahayu; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56180

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik dan sosial yang dapat berdampak pada perilaku dan kesehatan mental. Stres yang tidak terkelola dengan baik berpotensi memunculkan perilaku agresif, sehingga dibutuhkan strategi koping dalam proses adaptasi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping pada remaja siswa/i MTs Al-Ichlash Serang Baru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional terhadap 145 siswa kelas IX yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10), Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ), dan Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), dan menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan strategi koping (p = 0,389). Namun terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dengan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan strategi koping adaptif perlu diperkuat untuk menekan perilaku agresif pada remaja.Kata Kunci: Tingkat stres, perilaku agresif, strategi koping
Media Powerpoint Sebagai Edukasi Kesehatan Remaja Tentang Swamedikasi Gastritis Desa Sukahurip , Kec Sukatani, Kab Bekasi Ahmad Sofwan Zaki; Ananda Patuh Padaallah; Retno Anggraeni Puspita Sari; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57067

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan umumnya ditangani melalui swamedikasi. Kurangnya pengetahuan mengenai penggunaan obat yang rasional dapat meningkatkan risiko kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang swamedikasi gastritis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint terhadap tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi gastritis pada remaja usia 10–19 tahun di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 95 remaja yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan swamedikasi gastritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -8,512 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media PowerPoint terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai swamedikasi gastritis. Disimpulkan bahwa media PowerPoint efektif sebagai sarana edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja dalam melakukan swamedikasi gastritis secara rasional. Kata Kunci: swamedikasi, gastritis, edukasi kesehatanl.
Determinants of Leprosy Incidence in West Bekasi, Indonesia: A Cross-Sectional Study Nadya Agustin; Haerudin Haerudin; Retno Anggraeni Puspita Sari; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.965

Abstract

Background : Leprosy remains a chronic infectious disease that can lead to long-term disability when diagnosis and treatment are delayed. Caused by Mycobacterium leprae, the disease primarily affects the skin and peripheral nerves and continues to pose public health challenges in several endemic regions, including parts of Indonesia. Understanding the factors associated with leprosy incidence is essential for developing effective prevention and control strategies. Objective : This study aimed to identify factors associated with the incidence of leprosy at the Danau Indah Cikarang Barat Community Health Center, Bekasi Regency. Methods : A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 90 respondents selected through purposive sampling. The independent variables examined included age, sex, socioeconomic status, educational level, knowledge, history of contact with leprosy patients, personal hygiene practices, environmental conditions, and access to health information media. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the Chi-square test with a significance level set at 0.05. Results : The analysis revealed statistically significant associations between leprosy incidence and contact history, socioeconomic status, personal hygiene, and environmental conditions (p < 0.05). In contrast, age, sex, educational level, and access to information media were not significantly associated with leprosy incidence. Conclusion : The findings indicate that leprosy incidence is strongly influenced by social, behavioral, and environmental factors. Strengthening health education, improving environmental sanitation, and enhancing early detection and treatment programs are essential to reduce leprosy transmission in endemic areas. These results may serve as valuable input for healthcare providers and policymakers in developing targeted leprosy prevention and control initiatives.
Komunikasi Terapeutik dan Kepuasan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rawat Inap RS Cikarang Doni Ramadhan; Muhammad Reynaldi Syachrul Mubarok; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.286

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.