Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimization of Grid Computing for Big Data Processing in Biomedical Research Devi Rahmah Sope; Wolnough Cale; M. Anwar Aini; Nur Fajrin Maulana Yusuf; Masli Nurcahya Zoraida
Journal of Computer Science Advancements Vol. 2 No. 6 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jsca.v2i6.1619

Abstract

The rapid growth of biomedical research has generated massive volumes of data, creating significant computational challenges. Traditional high-performance computing systems struggle to efficiently process, analyze, and manage such large-scale datasets. Grid computing, with its distributed architecture, offers a promising solution by enabling scalable and cost-effective data processing. This study explores the optimization of grid computing frameworks for big data processing in biomedical research, focusing on enhancing computational efficiency, scalability, and fault tolerance. The research aimed to evaluate the performance of optimized grid computing systems in processing diverse biomedical datasets, including genomic, proteomic, and imaging data. A combination of experimental and comparative approaches was employed, integrating grid computing frameworks such as Apache Hadoop and Globus Toolkit with biomedical data pipelines. Key metrics, including processing time, resource utilization, and error rates, were analyzed to assess the system’s performance. The findings demonstrated that optimized grid computing systems reduced processing time by an average of 35% compared to traditional methods while maintaining high accuracy. Scalability tests confirmed the framework’s ability to handle datasets up to 15 times larger without significant performance degradation. Fault tolerance improved through adaptive resource allocation, minimizing workflow interruptions. The study concludes that optimized grid computing is a transformative approach for big data processing in biomedical research. Its ability to enhance computational efficiency and scalability positions it as a crucial tool for addressing the growing data demands of modern biomedical science.
Pengenalan QRIS pada usaha Mikro Pedagang Kaki Lima di Kota Jayapura: Pengabdian M. Yusuf Golam; Fauziah F. Farawowan; Dewi Endah Fajariana; Devi Rahmah Sope; Johnny Chandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4281

Abstract

Transformasi digital pada sektor usaha mikro menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai di Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis pedagang kaki lima di Kota Jayapura melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, mentoring, serta evaluasi kemampuan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait konsep dasar pembayaran digital, instalasi aplikasi, serta penggunaan fitur keamanan masih berada pada kategori sangat rendah. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan nilai post-test berada pada kategori sangat tinggi. Peserta mampu mengoperasikan QRIS secara mandiri, melakukan transaksi, membaca laporan, serta memahami aspek keamanan sistem. Implementasi QRIS juga terbukti memberikan dampak positif dalam aktivitas usaha harian, termasuk peningkatan efisiensi waktu pelayanan, keamanan transaksi, keakuratan pencatatan pemasukan, serta peningkatan profesionalitas pedagang dalam melayani konsumen. Selain itu, beberapa pedagang melaporkan adanya peningkatan omzet akibat meningkatnya kenyamanan dan preferensi konsumen terhadap pembayaran digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif merupakan strategi efektif untuk mendorong digitalisasi pada pedagang kaki lima. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi serupa di wilayah lain dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.