Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pena Wimaya

INISIATIF LOW CARBON DEVELOPMENT INDONESIA (LCDI) SEBAGAI UPAYA MITIGASI LINGKUNGAN DI INDONESIA TAHUN 2017 Hafidah, Heny Fadia; Anggraini, Melaty
Jurnal Pena Wimaya Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12467

Abstract

ABSTRAKInisiatif LCDI yang diinisiasi oleh Indonesia merupakan upaya dalam mengatasi masalah mitigasi lingkungan di negara ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena, tidak hanya menggambarkan peristiwa, tetapi juga menguji teori. Analisis dilakukan untuk memahami alasan di balik inisiasi LCDI oleh Indonesia dan upaya mencapai ekonomi hijau di negara. Selain itu, penelitian menggunakan teori Konstruktivis dan konsep Ekonomi Hijau untuk mengetahui korelasi antara teori dengan alasan inisiasi LCDI dan tujuan yang ingin dicapai. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur serta wawancara, kemudian data dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Salah satu bagian LCDI, yakni ekonomi sirkular yang sejalan dengan upaya Indonesia untuk beralih ke sistem ekonomi ramah lingkungan. Alasan, motivasi, dan upaya inisiasi LCDI oleh Indonesia diteliti menggunakan teori Konstruktivis pada siklus hidup norma oleh Martha Finnemore dan Kathryn Sikkink. Terdapat norm emergence yang menunjukkan pembentukan norma, kemudian norm cascade dimana terjadinya pengaliran norma serta tahap ketiga adalah norm internalization atau internalisasi norma yang dilaksanakan di Indonesia. Selain itu penelitian ini mengeksplorasi korelasi konsep Green economy dengan program-program di dalam LCDI. Meski memiliki kemajuan dalam implementasinya, tantangan integrasi LCDI dalam rencana pembangunan masih perlu diatasi, yakni dengan kolaborasi multi-pihak dan pembiayaan yang memadai. Kata Kunci: LCDI, Konstruktivis, Green Economy, Lingkungan
INDONESIA-JAPAN REDD+ DALAM PENINGKATAN TARGET PENGURANGAN EMISI PLAN FOR GLOBAL WARMING COUNTERMEASURES (PGWC) TAHUN 2021 Ariansyah, Fernanda Dewa; Anggraini, Melaty
Jurnal Pena Wimaya Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12541

Abstract

Isu lingkungan seperti pemanasan global tengah menjadi isu yang dihadapi komunitas dunia. Jepang merupakan salah satu negara maju yang kerap bekerja sama dengan negara berkembang untuk mengurangi emisi penyebab pemanasan global. Pada tahun 2013-2018, Jepang bekerja sama dengan Indonesia melalui skema Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation(REDD+) untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan tata guna lahan. REDD+ merupakan salah satu upaya Jepang dalam Plan for Global Warming Countermeasures (PGWC) untuk melawan pemanasan global di lingkup internasional. Pada tahun 2021, Jepang meningkatkan target penurunan emisi sebesar 46% dalam PGWC sebagai bentuk keseriusan Jepang dalam memerangi isu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kerja sama Indonesia-Japan REDD+ dengan peningkatan target penurunan emisi dalam PGWC. Penelitian ini menggunakan konsep bantuan luar negeri dan kerja sama internasional dari K.J. Holsti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dari wawancara dengan Kedutaan Besar Jepang dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu kerja sama Indonesia-Japan melalui REDD+ terhitung cukup berhasil dalam berkontribusi terhadap kenaikan target penurunan emisi Jepang sebesar 46%. Kerja sama ini juga mendorong Jepang untuk melakukan kerja sama di sektor konservasi hutan dan tata guna lahan dengan negara berkembang lainnya.
THE EFFECTIVENESS OF THE EUROPEAN UNION SEAL REGIME ON THE SEAL HUNT TRADITION : IN SWEDEN AND FINLAND Hajarwati, Chaturiani Istiqomah; Anggraini, Melaty
Journal Pena Wimaya Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the European Union Seal Regime (EUSR) in addressing seal hunting practices in Sweden and Finland, against the backdrop of growing attention to animal welfare and environmental sustainability. Using a descriptive qualitative approach, the study relies on literature review and official document analysis. The regime’s effectiveness is assessed through three dimensions: output, outcome, and impact. The findings show that in the output and outcome dimensions, the EUSR succeeded in establishing regulations and influencing member states’ behavior through strict rules and regular reporting. However, in the impact dimension, its effectiveness remains partial. Although seal populations have increased, the policy has had negative effects on local communities, particularly the Sami people, as well as on coastal fishing economies. The discussion reveals a tension between environmental conservation and the protection of local culture and economy. This study recommends a more inclusive and adaptive policy adjustment to ensure the EUSR reflects a balanced form of ecological and social justice. Keywords; European Union Seal Regime, seal hunt, regime effectiveness, animal welfare
INISIATIF LOW CARBON DEVELOPMENT INDONESIA (LCDI) SEBAGAI UPAYA MITIGASI LINGKUNGAN DI INDONESIA TAHUN 2017 Hafidah, Heny Fadia; Anggraini, Melaty
Jurnal Pena Wimaya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12467

Abstract

ABSTRAKInisiatif LCDI yang diinisiasi oleh Indonesia merupakan upaya dalam mengatasi masalah mitigasi lingkungan di negara ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena, tidak hanya menggambarkan peristiwa, tetapi juga menguji teori. Analisis dilakukan untuk memahami alasan di balik inisiasi LCDI oleh Indonesia dan upaya mencapai ekonomi hijau di negara. Selain itu, penelitian menggunakan teori Konstruktivis dan konsep Ekonomi Hijau untuk mengetahui korelasi antara teori dengan alasan inisiasi LCDI dan tujuan yang ingin dicapai. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur serta wawancara, kemudian data dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Salah satu bagian LCDI, yakni ekonomi sirkular yang sejalan dengan upaya Indonesia untuk beralih ke sistem ekonomi ramah lingkungan. Alasan, motivasi, dan upaya inisiasi LCDI oleh Indonesia diteliti menggunakan teori Konstruktivis pada siklus hidup norma oleh Martha Finnemore dan Kathryn Sikkink. Terdapat norm emergence yang menunjukkan pembentukan norma, kemudian norm cascade dimana terjadinya pengaliran norma serta tahap ketiga adalah norm internalization atau internalisasi norma yang dilaksanakan di Indonesia. Selain itu penelitian ini mengeksplorasi korelasi konsep Green economy dengan program-program di dalam LCDI. Meski memiliki kemajuan dalam implementasinya, tantangan integrasi LCDI dalam rencana pembangunan masih perlu diatasi, yakni dengan kolaborasi multi-pihak dan pembiayaan yang memadai. Kata Kunci: LCDI, Konstruktivis, Green Economy, Lingkungan
INDONESIA-JAPAN REDD+ DALAM PENINGKATAN TARGET PENGURANGAN EMISI PLAN FOR GLOBAL WARMING COUNTERMEASURES (PGWC) TAHUN 2021 Ariansyah, Fernanda Dewa; Anggraini, Melaty
Jurnal Pena Wimaya Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v4i2.12541

Abstract

Isu lingkungan seperti pemanasan global tengah menjadi isu yang dihadapi komunitas dunia. Jepang merupakan salah satu negara maju yang kerap bekerja sama dengan negara berkembang untuk mengurangi emisi penyebab pemanasan global. Pada tahun 2013-2018, Jepang bekerja sama dengan Indonesia melalui skema Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation(REDD+) untuk mengurangi emisi dari sektor kehutanan dan tata guna lahan. REDD+ merupakan salah satu upaya Jepang dalam Plan for Global Warming Countermeasures (PGWC) untuk melawan pemanasan global di lingkup internasional. Pada tahun 2021, Jepang meningkatkan target penurunan emisi sebesar 46% dalam PGWC sebagai bentuk keseriusan Jepang dalam memerangi isu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kerja sama Indonesia-Japan REDD+ dengan peningkatan target penurunan emisi dalam PGWC. Penelitian ini menggunakan konsep bantuan luar negeri dan kerja sama internasional dari K.J. Holsti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dari wawancara dengan Kedutaan Besar Jepang dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu kerja sama Indonesia-Japan melalui REDD+ terhitung cukup berhasil dalam berkontribusi terhadap kenaikan target penurunan emisi Jepang sebesar 46%. Kerja sama ini juga mendorong Jepang untuk melakukan kerja sama di sektor konservasi hutan dan tata guna lahan dengan negara berkembang lainnya.