Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Kepemimpinan Berbasis Nilai Islam dalam Menanggapi Tantangan Keorganisasian Pendidikan Abad 21 di Ma'had Tahfidz Tafaqquh, Kampar, Riau : Penelitian Abdul Wahid Wandana; Ardyanto Ardyanto; Ahmad Bayhaqi; Sofwan Manaf; Busthomi Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5120

Abstract

This study aims to explore the model of leadership based on Islamic values in responding to the organizational challenges of 21st-century education at Ma'had Tahfidz Tafaqquh, Kampar, Riau. Using a qualitative case study approach, the research collected data through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. The participants included leaders, educators, and senior students involved in decision-making and policy implementation at the institution. The data analysis revealed three main themes: (1) transformative leadership based on Islamic values focusing on character development and 21st-century skills, (2) managing changes and educational challenges by integrating technology while maintaining Islamic principles, and (3) the role of the community in creating an adaptive learning environment. These findings contribute to the understanding of how Islamic values-based leadership can be adapted to address modern educational challenges and provide practical guidance for other Islamic educational institutions. In conclusion, this study has significant implications for the development of Islamic education leadership theory and offers insights for designing policies that support the integration of Islamic values with educational technology.
Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Penggalangan Dana (Fundraising) Pesantren di Era Digital Ardyanto Ardyanto; Riyan Irhamsyah; Abrar Ridha; Haikal Ramadhan; Samiyono Samiyono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11074

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi kebutuhan pembiayaan yang semakin kompleks untuk menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, pengasuhan santri, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial sebagai instrumen penggalangan dana (fundraising) pesantren serta merumuskan strategi pengelolaan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan kelembagaan, dan dokumentasi praktik fundraising digital pada pesantren serta lembaga filantropi Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses reduksi, kategorisasi, perbandingan, dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan WhatsApp memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam membangun kesadaran, menyampaikan cerita penerima manfaat, membentuk komunitas, memfasilitasi transaksi, dan melaporkan penggunaan dana. Efektivitas fundraising digital ditentukan oleh kualitas konten yang autentik, kredibilitas lembaga, kemudahan pembayaran, segmentasi donatur, konsistensi komunikasi, perlindungan data, serta akuntabilitas pelaporan. Optimalisasi juga memerlukan tim khusus, kalender konten, indikator kinerja, basis data donatur, dan evaluasi kampanye secara berkala. Ketika seluruh unsur tersebut dikelola berdasarkan nilai amanah, transparansi, kemanfaatan, dan kepatuhan syariah, media sosial dapat berkembang dari sekadar saluran promosi menjadi sistem penghimpunan dana yang mendukung keberlanjutan finansial pesantren dan memperkuat ekosistem filantropi Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi manajemen, teknologi, dan komunikasi dalam membangun kepercayaan serta loyalitas donatur.