Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Badan Wakaf dalam Penguatan Sistem Manajemen Pesantren Hariyanto Arief; Riyan Irhamsyah; Abrar Ridha
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.611

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan pembiayaan, ketergantungan pada donasi insidental, dan lemahnya tata kelola kelembagaan, sementara di sisi lain banyak pesantren berdiri di atas aset wakaf yang belum dikelola secara optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif peran Badan Wakaf, baik Badan Wakaf Indonesia (BWI) di tingkat nasional maupun nazhir kelembagaan di tingkat pesantren, dalam memperkuat sistem manajemen pesantren pada dimensi kelembagaan, keuangan, sumber daya manusia, dan tata kelola aset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research) terhadap regulasi perwakafan, dokumen kebijakan Badan Wakaf Indonesia, serta literatur akademik nasional dan internasional yang relevan, dengan teknik analisis konten (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa Badan Wakaf berfungsi sebagai regulator, fasilitator, dan pengawas yang memberikan kepastian hukum atas aset wakaf pesantren, mendorong transformasi wakaf konsumtif menjadi wakaf produktif sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan, serta mendorong profesionalisasi manajemen melalui penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola aset berbasis teknologi informasi. Kajian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa rendahnya literasi wakaf produktif, minimnya kapasitas sumber daya manusia nazhir, lemahnya basis data aset, dan terbatasnya pendampingan teknis, yang perlu diatasi melalui sinergi kelembagaan antara Badan Wakaf, pesantren, lembaga keuangan syariah, dan pemerintah daerah. Artikel ini merekomendasikan pembentukan unit pengelola wakaf profesional di tingkat pesantren, digitalisasi basis data dan pelaporan aset wakaf, peningkatan kapasitas nazhir melalui pelatihan berkelanjutan, serta penguatan regulasi internal sebagai langkah strategis menuju sistem manajemen pesantren yang mandiri dan berkelanjutan berbasis wakaf produktif.
Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Penggalangan Dana (Fundraising) Pesantren di Era Digital Ardyanto Ardyanto; Riyan Irhamsyah; Abrar Ridha; Haikal Ramadhan; Samiyono Samiyono
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11074

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi kebutuhan pembiayaan yang semakin kompleks untuk menjaga keberlanjutan layanan pendidikan, pengasuhan santri, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media sosial sebagai instrumen penggalangan dana (fundraising) pesantren serta merumuskan strategi pengelolaan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah, laporan kelembagaan, dan dokumentasi praktik fundraising digital pada pesantren serta lembaga filantropi Islam. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses reduksi, kategorisasi, perbandingan, dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan WhatsApp memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam membangun kesadaran, menyampaikan cerita penerima manfaat, membentuk komunitas, memfasilitasi transaksi, dan melaporkan penggunaan dana. Efektivitas fundraising digital ditentukan oleh kualitas konten yang autentik, kredibilitas lembaga, kemudahan pembayaran, segmentasi donatur, konsistensi komunikasi, perlindungan data, serta akuntabilitas pelaporan. Optimalisasi juga memerlukan tim khusus, kalender konten, indikator kinerja, basis data donatur, dan evaluasi kampanye secara berkala. Ketika seluruh unsur tersebut dikelola berdasarkan nilai amanah, transparansi, kemanfaatan, dan kepatuhan syariah, media sosial dapat berkembang dari sekadar saluran promosi menjadi sistem penghimpunan dana yang mendukung keberlanjutan finansial pesantren dan memperkuat ekosistem filantropi Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi manajemen, teknologi, dan komunikasi dalam membangun kepercayaan serta loyalitas donatur.
Analisis Kebijakan Pesantren Ramah Anak dalam Perspektif Perlindungan Hak Anak di Lembaga Pendidikan Keagamaan Abdul Aziz; Tiara Melani; Riyan Irhamsyah; Amelia Amelia; Maya Yunus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v6i1.10841

Abstract

The Child-Friendly Islamic Boarding School (Pesantren Ramah Anak/PRA) policy is a strategic effort to create a safe, inclusive, and child rights-oriented environment in Islamic boarding schools. This article analyzes the Child-Friendly Islamic Boarding School policy from the perspective of Islamic Education Management and its relationship with child rights protection in religious educational institutions. The research uses a qualitative approach through literature study and policy analysis of regulations, Islamic education management literature, and previous studies. Data analysis was conducted using content analysis techniques based on the functions of Islamic education management, namely planning, organizing, implementing, and supervising. The results of the study show that the Child-Friendly Islamic Boarding School policy is in line with the principles of Islamic Education Management, particularly the values of justice, trust, and benefit, but still faces implementation obstacles such as limited human resources, weak supervision, and resistance from the boarding school culture. This study confirms that the success of the Child-Friendly Islamic Boarding School policy depends on strengthening integrated and sustainable Islamic education management to ensure the protection of children's rights.