Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penegakan Hukum terhadap Kasus Fraud Perbankan yang Melibatkan Teknologi Artificial Intelligence Hijriani Hijriani; La Ode Abdul Manan; Sulfikar Sallu; Marlin; Marfua Hafid
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2469

Abstract

Penelitian ini membahas penegakan hukum terhadap kasus fraud perbankan yang melibatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), mengingat perkembangan AI telah melahirkan modus kejahatan baru seperti deepfake, voice cloning, synthetic identity, dan manipulasi e-KYC yang semakin sulit dideteksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang didukung data empiris dengan menelaah peraturan perbankan, perlindungan data pribadi, dan kebijakan OJK, untuk menjawab dua persoalan utama: efektivitas regulasi dan pengawasan yang ada, serta model penegakan hukum yang paling efektif dalam menangani fraud berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi Indonesia telah berkembang melalui UU P2SK, UU ITE, UU PDP, POJK 11/2022, serta Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia, namun pengaturannya masih bersifat umum dan belum sepenuhnya mengakomodasi aspek audit algoritma, transparansi model, dan pertanggungjawaban pidana korporasi. Penelitian ini menemukan bahwa model yang paling efektif adalah Integrated Risk-Based Enforcement Model (IRBEM), yaitu model penegakan hukum terpadu yang menggabungkan deteksi dini, investigasi digital forensik, penuntutan berbasis pertanggungjawaban korporasi, dan pemulihan kerugian nasabah secara cepat. Dengan model tersebut, penegakan hukum terhadap fraud AI perbankan dapat dilakukan secara lebih adaptif, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika kejahatan digital di sektor keuangan
PREDICTING SERVICE GAPS IN INDONESIAN MIGRANT WORKER PROTECTION USING ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND THE CIPPO EVALUATION MODEL Sudiharto Sudiharto; Adius Kusnan; Sulfikar Sallu
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v4i4.4223

Abstract

Indonesian migrant workers continue to face various challenges throughout the migration cycle, including high placement costs, limited access to information, exploitation, legal problems, and inadequate reintegration services upon returning home. This study aimed to evaluate the effectiveness of Indonesian migrant worker protection services using the Context, Input, Process, Product, and Outcome (CIPPO) evaluation model and to develop an artificial intelligence-based prediction model for identifying service gaps. This study employed a qualitative evaluative approach using the CIPPO framework. Data were collected from 57 informants comprising government officials, prospective migrant workers, migrant workers abroad, and returned migrant workers through in-depth interviews, observations, and document analysis. The evaluation revealed that the Context dimension achieved 40.43%, Input 77.92%, Process 100%, Product 59%, and Outcome only 11.1%. The findings indicate that although program implementation was administratively effective, its impact on improving protection services remained limited. The artificial intelligence models successfully predicted service deficiencies and identified critical areas requiring policy intervention. Integrating artificial intelligence with the CIPPO evaluation model provides a comprehensive and evidence-based approach for predicting service gaps and strengthening Indonesian migrant worker protection policies through data-driven decision-making and digital governance strategies.