Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Tentang Memahami Kewajiban Pelaku Usaha Terhadap Konsumen Dalam Mendukung Kepatuhan Regulasi di Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Wiwin Muchtar Wiyono; Aris Priyadi; Prosawita Ririh Kusumasari
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i1.498

Abstract

Abstract . Legal education is one way to improve public understanding of business actors' obligations to consumers, particularly in supporting compliance with applicable regulations. This study was conducted in Kutasari Village, Kutasari District, Purbalingga Regency, focusing on the legal education process for local businesses. The aim of this education was to increase business actors' awareness and knowledge of their rights and obligations, as well as the importance of complying with consumer regulations to create a fair and sustainable market. The methods used included focus group discussions and direct training involving legal experts and regulators. The results of the education showed a significant increase in business actors' understanding of their obligations, which is expected to have a positive impact on regulatory compliance at the local level. This legal education emphasized the importance of an educational approach in efforts to improve legal compliance and foster better relationships between businesses and consumers in the community. Keywords: Legal education, businesses, consumers, regulatory compliance, Kutasari Village, Purbalingga.
Penguatan Ketahanan Remaja Terhadap Kekerasan Seksual Melalui Pendidikan Seksualitas Pada Siswa Pattanakansuksa Foundation School, Satun-Thailand. Wiwin Muchtar Wiyono; Eti Mul Erowati; Elisabet Pudyastiwi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i1.499

Abstract

Abstract . This outreach program aims to explore the effectiveness of legal outreach in strengthening adolescent resilience against sexual violence through sexuality education at Pattanakansuksa Foundation School, Satun, Thailand. With the rise in cases of sexual violence among adolescents, providing adequate knowledge regarding legal rights and comprehensive sexuality education is crucial. The outreach program aimed to explore students' understanding of sexual violence and appropriate legal responses. The outreach program's results indicate that a legal outreach program integrated with sexuality education significantly increased adolescents' awareness and resilience against sexual violence. Students demonstrated increased knowledge regarding personal boundaries, legal rights, and self-protection strategies. This activity underscores the importance of integrating legal and sexuality education into the school curriculum to build a more resilient generation against sexual violence. Keywords: Legal outreach, adolescent resilience, sexual violence, sexuality education, Pattanakansuksa Foundation School, Thailand.
Penyuluhan Hukum Tentang Memahami Hukum Perbankan Pada Perlindungan Konsumen Dan Praktik Yang Adil Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Wiwin Muchtar Wiyono; Doni Adi Supriyo; Teguh Anindito
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.556

Abstract

.Legal counseling is a form of community service aimed at increasing public awareness and understanding of their legal rights and obligations in various aspects of life, including in the banking sector. The legal counseling activity, entitled "Understanding Banking Law on Consumer Protection and Fair Practices in Cilongok District, Banyumas Regency," was conducted as an effort to increase public legal literacy regarding consumer protection in banking services amidst the rapid development of digital-based financial services. The objective of this activity was to provide an understanding of the principles of banking law, consumer rights and obligations, forms of legal protection, fair banking practices, and preventive measures against various forms of fraud and misuse of personal data. The activity implemented a participatory approach through material delivery, interactive discussions, questions and answers, and the completion of case studies related to banking legal issues frequently faced by the community. Participants consisted of residents of Cilongok District, Banyumas Regency, from diverse social and economic backgrounds. The outreach program demonstrated an increase in participants' understanding of consumer rights in banking services, the importance of carefully reading information about banking products and services, maintaining the confidentiality of personal and banking data, and understanding complaint and dispute resolution mechanisms in the event of consumer rights violations. The high level of participant participation in the discussion session demonstrates a significant public need for legal education in the financial services sector. This activity is expected to foster a more legally aware public, competent in utilizing banking services, and able to protect themselves from various risks of banking crimes and digital transactions. Furthermore, this outreach program is expected to support the realization of transparent, fair, and consumer-protection-oriented banking practices in accordance with Indonesian laws and regulations. Keywords: legal outreach, banking law, consumer protection, fair banking practices, legal literacy, Cilongok District.
PERLINDUNGAN KONSUMEN PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS TERHADAP HAK ATAS KEAMANAN PANGAN DAN MEKANISME DI DESA JOMPO KULON Wiwin Muchtar Wiyono; Doni Adi Supriyp; Teguh Anindito
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.572

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemenuhan aspek gizi, tetapi juga pada jaminan perlindungan konsumen terhadap keamanan pangan serta tersedianya mekanisme pengaduan yang efektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Jompo Kulon mengenai hak konsumen atas keamanan pangan dan mekanisme pengaduan dalam pelaksanaan Program MBG. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, serta pemangku kepentingan terkait. Materi yang disampaikan mencakup hak dan kewajiban konsumen, standar keamanan pangan, tanggung jawab penyelenggara Program MBG, serta prosedur penyampaian pengaduan apabila terjadi dugaan pelanggaran hak konsumen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran hukum peserta mengenai pentingnya pangan yang aman, bermutu, bergizi, dan layak dikonsumsi, serta pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh apabila ditemukan pelanggaran terhadap hak atas keamanan pangan. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, sekolah, dan penyelenggara program dalam mewujudkan pelaksanaan MBG yang akuntabel dan berorientasi pada perlindungan konsumen. Dengan demikian, penyuluhan hukum ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi hukum masyarakat serta mendukung pelaksanaan Program MBG yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.