Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH DISCOVERY LEARNING BERBASIS GOOGLE SITES DENGAN PENDEKATAN OBE TERHADAP PARTISIPASI AKTIF MAHASISWA Mica Siar Meiriza; Doli Syahputra Hasibuan; Lilis Sartika Sihite; Adelia Marta Lubis; Nurul Mardiah
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 14 No 2 (2026): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v14i2.16408

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pendidikan menuntut pembelajaran yang berpusat pada siswa guna meningkatkan partisipasi aktif dalam proses belajar. Namun pada praktiknya partisipasi mahasiswa masih tergolong rendah, terutama pada materi yang bersifat konseptual seperti penyusunan RENSTRA SKPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Discovery Learning berbasis Google Sites dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) terhadap partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Medan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS yang diawali dengan uji asumsi klasik meliputi normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki koefisien determinasi sebesar 82,7%, yang berarti variabel yang diteliti mampu menjelaskan sebagian besar variasi partisipasi aktif siswa. Secara parsial, Model Discovery Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi aktif siswa, sedangkan Media Google Sites berpengaruh positif namun tidak signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan partisipasi aktif siswa lebih dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran Discovery Learning , sementara penggunaan Google Sites berperan sebagai pendukung dalam proses pembelajaran.
PENGARUH DOMINASI METODE CERAMAH TERHADAP KEJENUHAN BELAJAR SISWA KELAS 11 DI SMAN 1 PERCUT SEI TUAN Nazwa Aulia; Samuel Revaldo Jeverseon Siboro; Nurul Mardiah; Olive Katrina Joyanka Sihombing; Bona Pintura Suyana Pandiangan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15030

Abstract

The dominance of conventional lecture-based instruction in class XI of SMAN 1 Percut Sei Tuan was identified as the primary determinant of learning boredom among students, establishing the central focus of this investigation. This uniform instructional approach progressively diminished student activeness, intensified academic disengagement, and degraded both attentional capacity and motivational orientation. Accordingly, this study was designed to analyze the relationship between lecture method hegemony and cognitive fatigue while assessing the relative effectiveness of diversified instructional strategies. Through a descriptive qualitative framework, participatory observation and documentation served as primary instruments for examining pedagogical patterns, classroom atmosphere, and students' behavioral responses. Empirical results demonstrated that lecture-dominated instruction produced measurable learning boredom, characterized by minimal constructive participation, deteriorating attentiveness, and disruptive manifestations including drowsiness and contextually irrelevant conversation. This condition shifted markedly when interactive pedagogical elements were introduced through questioning techniques, structured peer discussion, and contextualization of subject matter within students' experiential realities. These findings collectively affirm that instructional approaches embracing variety, interactivity, and innovation represent a pedagogically superior alternative, demonstrating greater capacity to cultivate meaningful student engagement and sustain intrinsic learning motivation than lecture-centered conventional instruction.
Dinamika Dan Strategi Adaptasi Guru Dalam Menghadapi Tantangan Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Lilis Sartika Sihite; Doli Syahputra Hasibuan; Nurul Mardiah; Ariel Muhammad Jadhi Sembiring; Ruben Boot
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.13800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara komprehensif dan mendalam mengenai dinamika, tantangan multidimensi, serta strategi adaptasi yang dikembangkan oleh guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi, dengan fokus khusus pada transisi menuju Kurikulum Merdeka di Indonesia. Di tengah arus perubahan paradigma pendidikan global yang menuntut penguasaan keterampilan abad ke-21, guru berada di garis depan reformasi yang kerap kali diwarnai oleh kompleksitas teknis, psikologis, dan struktural. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus yang melibatkan berbagai jenjang satuan Pendidikan mulai dari sekolah dasar negeri, madrasah ibtidaiyah, hingga sekolah menengah penelitian ini mengintegrasikan data lapangan dan tinjauan literatur sistematis untuk memetakan fenomena adaptasi di lapangan. Temuan penelitian mengungkap bahwa dinamika adaptasi guru sangat dipengaruhi oleh fenomena "dualisme kurikulum", di mana satuan pendidikan menerapkan dua sistem kurikulum (Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka) secara simultan. Kondisi ini menciptakan beban kerja ganda yang signifikan, namun di sisi lain membuka ruang komparasi pedagogis yang memperkaya wawasan guru. Tantangan utama teridentifikasi pada tiga dimensi krusial: (1) dimensi kognitif-pedagogis berupa miskonsepsi mendasar mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif; (2) dimensi struktural yang ditandai oleh kesenjangan infrastruktur digital (digital divide) dan inefektivitas model pelatihan guru yang bersifat pasif; serta (3) dimensi psikologis yang bermanifestasi dalam bentuk resistensi akibat kelelahan administratif (administrative fatigue) dan ketidakpastian kebijakan. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan resiliensi yang kuat di kalangan guru melalui pengembangan strategi adaptasi, baik secara individu maupun kolektif. Strategi tersebut meliputi pembentukan komunitas belajar profesional (Professional Learning Communities) yang berfungsi sebagai wadah peer-scaffolding, modifikasi perangkat ajar berbasis kearifan lokal untuk mengatasi keterbatasan teknologi, serta transformasi peran kepala sekolah menjadi pemimpin instruksional yang protektif. Laporan ini merekomendasikan perlunya reorientasi fundamental dalam model pengembangan profesional guru, dari pendekatan diseminasi informasi menuju pendampingan berbasis praktik (coaching), serta penguatan ekosistem kolaboratif di tingkat satuan pendidikan untuk menjamin keberlanjutan reformasi kurikulum yang substantif.