Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal

Relationship between Elementary Students’ Activity Patterns and the Occurrence of Refractive Disorder Sitorus, Francisca Teratai Anindithya; Aldy, Fithria; Amra, Aryani Atiyatul; Nasution, Malayana Rahmita
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 6 No. 1 (2024): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v6i1.16055

Abstract

Background: Refractive disorder is circumstance in which the eye fails to focus the light coming from an object onto the retina resulting in blurred shadows. One of the risk factors that cause or increase the progressivity of refractive disorder is environmental factors. Environmental factors are avoidable factors and are related to the social aspects of a child, such as a child's habitual patterns in carrying close range activities (reading, using a computer, playing video games, and watching television), and also outdoor activities. Objective: To examine the correlation between student activity patterns and the occurrence of refractive disorder. Methods: This study used an analytical method with a cross sectional design. The data used are primary data obtained directly through visus examination with the Snellen Chart and filling out questionnaires by elementary school students. Results: Based on the results of the Chi-square test, it was found that there was a significant relationship (p < 0,05) between the duration, distance and position of the body when reading books with the occurrence of refractive disorder. There was also a significant relationship (p < 0,05) between duration, distance and body position when using gadgets with the occurrence of refractive disorder. Conclusion: There is a significant relationship between the activity patterns of the students when reading books and when using gadgets with the occurrence of the refractive disorder.   Latar Belakang: Kelainan refraksi adalah keadaan di mana mata gagal untuk memfokuskan cahaya yang berasal dari suatu objek ke retina sehingga dihasilkan bayangan yang kabur. Salah satu faktor yang berisiko menyebabkan maupun meningkatkan progresivitas kelainan refraksi adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan merupakan faktor yang dapat dihindari dan berkaitan dengan aspek sosial seorang anak, seperti pola kebiasaan seseorang dalam melakukan aktivitas jarak dekat (membaca, menggunakan komputer, bermain video games, dan menonton televisi), dan juga aktivitas di luar ruangan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola aktivitas siswa dengan terjadinya kelainan refraksi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui pemeriksaan visus dengan Snellen Chart serta pengisian kuesioner oleh siswa/i sekolah dasar. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square didapati adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara durasi, jarak dan posisi tubuh ketika membaca buku dengan terjadinya kelainan refraksi. Didapati juga adanya hubungan yang signifikan (p < 0,05) antara durasi, jarak dan posisi tubuh ketika menggunakan gawai dengan terjadinya kelainan refraksi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola aktivitas para siswa  pada saat membaca buku ataupun pada saat menggunakan gawai dengan terjadinya kelainan refraksi.
Pengaruh Merokok terhadap Kadar Asam Urat pada Pria Dewasa yang Mengonsumsi Tuak di Kelurahan Sigulang-gulang Kecamatan Siantar Utara Tambunan, Novri Angelina; Nasution, Malayana Rahmita
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2021): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v2i2.3404

Abstract

Background: Uric acid (UA) is a nitrogen compound (C5H4N4O3/2, 6, 8-trihydroxypurine) which is the final product of purine catabolism nucleoside adenosine and guanosine. Uric acid levels are influenced by age, purine intake, alcohol consumption, body mass index (BMI), physical activity, hypertension, heart disease, certain medications, and impaired renal function. Objectives: This study aims to determine the influence of smoking on uric acid levels in adult men who drink tuak. Methods: This study used an analytic method using a cross-sectional design. Data retrieval is performed only once for collecting primary data with measuring instruments in the form of a questionnaire and Autocheck to measure uric acid levels. The population in this study is all adult men in Sigulang–gulang, North Siantar. Consecutive sampling was used to determine the number of samples. The data obtained will then be processed and analyzed using SPSS software. Results: The results show that there are differences in uric acid levels in adult men who smoke and drink tuak compare to adult men who do not smoke and drink tuak with a significant p values (6,01±1,09 vs 7,31±1,20; p<0,001). Conclusion: This study concluded that there is an influence of smoking on uric acid levels in adult men who drink tuak. Keywords: smoking, tuak, uric acid   Latar Belakang: Asam Urat (AU) adalah senyawa nitrogenik (C5H4N4O3/2,6,8-trihidroksipurin) yang merupakan produk akhir katabolisme purin nukleosida adenosin dan guanosin. Kadar asam urat dipengaruhi oleh usia, asupan senyawa purin, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, hipertensi, penyakit jantung, obat-obatan tertentu dan gangguan fungsi ginjal. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh merokok terhadap kadar asam urat pada pria dewasa yang mengonsumsi tuak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data dilakukan hanya satu kali untuk mengumpulkan data primer dengan alat ukur berupa kuesioner untuk mengetahui kebiasaan konsumsi tuak dan merokok dan Autocheck untuk mengukur kadar asam urat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pria dewasa di Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Data yang telah dikumpul akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan software SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar asam urat pada pria dewasa yang merokok dan mengonsumsi tuak dengan pria dewasa yang tidak merokok dan mengonsumsi tuak dengan nilai p bermakna (6,01±1,09 vs 7,31±1,20; p<0,001). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan terdapat pengaruh merokok terhadap kadar asam urat pada pria dewasa yang mengonsumsi tuak. Kata Kunci: asam urat, merokok, tuak