Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL HABBATUSSAUDA UNTUK SISTEM IMUN DAN PENAMBAH DAYA INGAT BAGI SISWA MAN 2 KOTA MAKASSAR Dhuha, Nur Syamsi; Tahar, Nurshalati; Leboe, Dwi Wahyuni; Wahyuddin, Munifah; Khaerani, Khaerani; Nonci, Faridha Yenny
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.495 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.280

Abstract

The use of black cumin as medicine or medicinal properties is in the seeds. The benefits of black cumin seeds are to treat various diseases such as strengthening the immune system, asthma, bronchitis, diabetes, increasing breast milk production, antihistamines or hypoallergenic, maintaining skin elasticity, antioxidants, antitumor, cancer, improving the digestive tract, antibacterial, lowering cholesterol and improve heart performance. In order to realize the degree of public health, it is necessary to carry out integrated and comprehensive health efforts in the form of individual health efforts and public health efforts. This community service aims to see how the level of knowledge of students at MAN 2 Makassar City about the use of Black Seed. Therefore, the results of this PKM show that it was synthesized by looking at the t count and t table for the two hypotheses. If (tcount) > ttable, then reject H0. Based on the analysis of the paired t test, if (tcount) is 4.86 and the ttable value for the two-way test is 2.11. Then, (t count) > ttable, then calculate H0 or in other words, that the means/average quiz results are significantly different from the means/average after being given counseling.
The Determination of Tartrazine and Sodium Benzoate Levels in Several Jelly Brands in Jeneponto Regency Using UV-Vis Spectrophotometry Dhuha, Nur Syamsi; Doloking, Haeria; Khaerani; Leboe, Dwi Wayuni; Ismail, isriany
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Jajanan jelly merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak dan umumnya mengandung bahan tambahan pangan berupa pewarna sintetis dan pengawet. Tartrazin sebagai pewarna kuning sintetis serta natrium benzoat sebagai pengawet sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa simpan produk. Namun, penggunaan yang melebihi batas maksimum dapat menimbulkan risiko kesehatan. Tujuan: Menentukan kadar tartrazin dan natrium benzoat pada beberapa merek jajanan jelly yang dijual di Pasar Tradisional Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: (1) Produk jelly memiliki komposisi tartrazin dan natrium benzoat, (2) beredar aktif di Pasar Bontoramba, dan (3) berasal dari produsen berbeda. Tartrazin dan natrium benzoat diekstraksi menggunakan teknik ekstraksi cair-cair, kemudian diukur secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi masing-masing analit dihitung berdasarkan kurva kalibrasi. Hasil: Kadar tartrazin diperoleh mulai dari di bawah batas deteksi hingga 1,08 mg/L, sedangkan kadar natrium benzoat berada pada kisaran 0,89–2,39 mg/L. Seluruh sampel menunjukkan kadar yang masih berada dalam batas aman menurut regulasi BPOM (300 mg/kg untuk tartrazin dan 600 mg/kg untuk natrium benzoat). Kesimpulan: Kadar tartrazin dan natrium benzoat pada seluruh sampel jajanan jelly yang dianalisis masih berada jauh di bawah batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi berdasarkan dua parameter tersebut. Pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kepatuhan produsen terhadap standar keamanan pangan.  Kata Kunci: Tartrazin, Natrium Benzoat, Jelly, Spektrofotometri UV-Vis, Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan.