Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Melalui Workshop Bagi Guru PJOK Hendra Iskandar; Khairil Fajri; Muhammad Janwar
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v2i2.237

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru PJOK Tingkat sekolah dasar di Kota Palu dalam penerapan strategi pembelajaran Pendidikan Jasmani. Kegiatan ini melibatkan 30 guru PJOK Tingkat sekolah dasar di Kota Palu dengan metode Workshop. Tahapan kegiatan ini diawali dengan refleksi awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi pemeahaman peserta mengenai strategi pembelajaran penjas. Melalui konsep interaktif dengan diskusi, simulasi dan studi kasus. Setelah dilakukan refleksi akhir  maka terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, peserta mulai mampu merancang strategi pembelajaran Pendidikan jasmani yang lebih menarik, hal ini menunjukan bahwa pelatihan strategi pemebelajaran yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan Profesionalisme guru PJOK di Kota Palu.
The effects of hand-eye coordination training using the circuit method on the backhand drive skill in table tennis athletes aged 8-12 years Hary Widodo; Tomoliyus Tomoliyus; Khairil Fajri; Muh Batistuta Fitoni Nuradila
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 22 No. 1 (2026)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v22i1.101011

Abstract

The backhand drive is a basic table tennis stroke performed on the backhand side with a relatively compact swing in front of the body. This stroke requires the integration of observing the ball’s trajectory, timing the contact, adjusting the racket angle, and coordinating the shoulders, elbows, forearms, and wrists so that the ball can be returned quickly and accurately. For athletes aged 8–12 years, the development of hand-eye coordination is crucial as it forms the foundation for consistent and accurate technique. This study aims to analyze the effects of hand-eye coordination training using a circuit method on the backhand drive skills of table tennis athletes aged 8–12 years. The study employed a one-group pretest-posttest experimental design. Participants consisted of 20 table tennis athletes aged 8–12 years. The training program was conducted over four weeks at a frequency of three sessions per week. Each session included six coordination training stations performed in a circuit format. Backhand drive skills were measured through an accuracy test of 30 strokes using balls fed by a robot. Data were analyzed descriptively, followed by normality tests, homogeneity tests, and a paired-samples t-test at a significance level of 0.05. The analysis results showed a significant difference between the pretest and posttest scores for the backhand drive, with a p-value of 0.000. These results indicate an improvement in performance following the intervention. These findings suggest that hand-eye coordination training using the circuit method can improve players’ ability to track the ball, time their contact, and execute backhand strokes more consistently. Four weeks of hand-eye coordination training using the circuit method effectively improved the backhand drive skills of table tennis athletes aged 8–12 years. This program can serve as a structured, varied, and appropriate alternative to basic training for the development of young athletes.
Survey of interest of model terpadu madani palu elementary school students in softball Khairil Fajri; M Tri Putra Nur Ikhsan; Muhammad Ismail; Sardiman; Muh. Saldi; Krisyanto Batong Lumbaa; Moh. Tris Maulana Daipaha
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v21i1.82938

Abstract

This study aims to find out how much interest students are in softball, especially in SD Model Terpadu Madani Palu. This study is a type of descriptive research with the aim of finding out how high the interest of SD Model Terpadu Madani Palu students is in softball. With the method used is a survey, which is a study that takes samples from one population with a data collection technique using a questionnaire/questionnaire, the population in this study is all students in grades IV, V, and VI of SD Integrated Model Madani Palu which totals 220 while the sample is selected among the population according to the researcher's desire which amounted to 45 students or 20 percent of the existing population. The scores obtained from the questionnaire were then analyzed using quantitative descriptive analysis expressed in the form of percentages. The results of this study show that students' interest in participating in softball extracurricular sports at SD Model Terpadu Madani Palu is moderate with a percentage of 35%. Meanwhile, the interest of other students in the very high category was 3 students or 7%, the high category was 10 students or 22%, the low category was 13 students or 29%, and the very low category was 3 students or 7%. Schools must be able to stimulate students' interests in their potential, based on factors that affect students' interest in achievement. Keywords: Interest, Coaching, Students, Softball
Pelatihan Teknik Dasar Sepak Sila Pada Atlet Sepak Takraw SMANOR Tadulako Sardiman Sardiman; Muh. Saldi; Krisyanto Batong Lumbaa; Khairil Fajri; Rivalwan Rivalwan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/p6h7ff70

Abstract

Pelatihan Teknik Sepak Sila Pada Atlet Sepak Takraw SMANOR Tadulako Palu. Masalah dengan pengabdian ini adalah bahwa atlet sepak takraw masih kurang memahami teknik sepak sila dan pelatih masih memiliki peran yang kurang dalam memberikan metode latihan sepak sila. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk (1) meningkatkan pemahaman atlet sepak takraw tentang teknik sepak sila dan (2) meningkatkan peran pelatih dalam mengembangkan metode latihan sepak sila. Salah satu hasil yang dicapai adalah peningkatan penerapan teknologi di masyarakat (Mekanisasi, IT, dan Manajemen) dan peningkatan tata nilai masyarakat (Sosial, Keamanan, Ketentraman, dan Pendidikan). Metode yang digunakan untuk mendukung pencapaian solusi dan tujuan yang diinginkan adalah (1) Sosialisasi, yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kegiatan pengabdian, 2. Tujuan pendampingan mitra pengabdian adalah untuk membantu atlet dan pelatih sepak takraw SMANOR Tadulako Palu menerapkan ide-ide yang telah diberikan.
Pendampingan Manajemen Waktu Efektif bagi Atlet Mahasiswa Tadulako Warriors FC dalam Menghadapi Tekanan Jadwal Akademik Padat Rivalwan Rivalwan; Jumain Jumain; Muhammad Ismail; Khairil Fajri; Tris Maulana Daipaha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/fxggfx97

Abstract

Atlet mahasiswa pada klub Tadulako Warriors FC menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan latihan intensif dengan jadwal akademik yang padat, yang berisiko pada penurunan prestasi akademik dan gejala burnout. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali 23 atlet mahasiswa dengan keterampilan manajemen waktu efektif melalui pendekatan Participatory Mentoring. Kegiatan dilaksanakan secara kontekstual di Lapangan Sepakbola Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi strategi dual-career, workshop teknik time blocking, dan pendampingan penyusunan performance planner. Efektivitas program diukur menggunakan kuesioner skala Likert (1-5) yang diadaptasi dari teori Covey dan Stambulova, dengan analisis data menggunakan rumus Normalized Gain (N-gain). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 46,67 (pre-test) menjadi 87,25 (post-test). Perolehan rata-rata N-gain score sebesar 0,76 menunjukkan bahwa program ini berada dalam kategori Tinggi (Efektif). Simpulan dari pengabdian ini adalah pendampingan manajemen waktu secara terstruktur dan berlokasi langsung di area latihan terbukti mampu meningkatkan disiplin, menurunkan konflik jadwal, dan memperkuat komitmen atlet dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
Analisis Tingkat Kecemasan Pemain Futsal Tim Ikatan Mahasiswa Toraja Palu (IKAMASTA FC) Sebelum Bertanding Krisyanto Batong Lumbaa; Sardiman; Muh. Saldi; Khairil Fajri; Moh. Tris Maulana Daipaha
Journal Sport Science Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Journal of Sport Science Indonesia
Publisher : Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jassi.4.1.86-93

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan tingkat kecemasan pemain futsal sebelum bertanding. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner yang terdiri atas lima pilihan jawaban pada setiap pernyataannya. Subjek penelitian ini adalah seluruh pemain tim Ikatan Mahasiswa Toraja Palu (IKAMASTA FC), yang berjumlah 20 orang. Penentuan sampel dilakukan melalui metode nonprobability sampling dengan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif melalui perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkat kecemasan yang dialami oleh para pemain IKAMASTA FC sebelum bertanding berada pada kategori “sangat tinggi”, dengan presentase sebesar 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa separuh dari anggota tim mengalami kecemasan dalam intensitas yang cukup signifikan menjelang pertandingan, yang berpotensi memengaruhi performa mereka di lapangan.