Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Skirining fitokimia ekstrak etanol kulit buah sirsak (Annona muricata Linn) dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH Nur Alim; Nurul Jummah; Agus Sangka Pratama; Nurdiyanti Nurdiyanti
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.047 KB) | DOI: 10.29303/sjp.v2i2.40

Abstract

Phytochemical screening research on the ethanol extract of soursop (Annona muricata Linn) peel and antioxidant activity was tested using the DPPH method. The purpose of this study was to determine several classes of compounds found in soursop rind and to determine the antioxidant activity of ethanol extract of soursop rind against DPPH free radicals. The results showed ethanol extract of positive soursop fruit skin containing flavonoids, tannins, and terpenoids. of soursop fruit skin extract was carried out by DPPH method results obtained IC50 value of 192.13 µg / mL ± 5.198137 which was categorized as weak.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Patch Lengkuas Merah (Alphinia purpurata K. Schum) Sebagai Antiinflamasi Sulfiah Qhalbi; Arfiani Arifin; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1880

Abstract

Lengkuas merah (Alphinia purpurata K. Schum) merupakan salah satu spesies dari famili zingiberaceae. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi ekstrak lengkuas merah (Alphinia purpurata) dalam bentuk sediaan patch yang memenuhi syarat uji mutu fisik sebagai antiinflamasi. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, selanjutnya diformulasi dalam bentuk sediaan patch. Pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas merah yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan
Skrining Fitokimia dan Analisis Kadar Zat Besi (Fe) Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Zahrah Humaerah; Nur Alim; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1983

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri dan ibu hamil. Daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) digunakan secara tradisional sebagai sayuran bergizi dan obat herbal, namun data ilmiah terkait kadar zat besinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan fitokimia dan kadar zat besi daun gedi menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik. Sampel daun gedi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, terpenoid, dan glikosida. Analisis kadar zat besi dilakukan melalui destruksi basah dan pengukuran dengan SSA. Hasil menunjukkan ekstrak daun gedi positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan glikosida, dengan rendemen ekstrak sebesar 71,4%. Kandungan zat besi rata-rata adalah 160,9 µg/g atau setara 16,09 mg/100 g serbuk kering. Nilai ini mendekati angka kecukupan gizi harian zat besi (15,4 mg). Dengan demikian, daun gedi berpotensi sebagai sumber zat besi alami yang dapat mendukung pencegahan anemia sekaligus mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kata Kunci : Abelmoschus Manihot L. Medik, Daun Gedi, Fitokimia, SSA, Zat Besi
Uji Sediaan Transdermal Patch Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) sebagai Antidiabetik pada Tikus (Rattus norvegicus) Widyawati Irfan; Nur Alfiah Irfayanti; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1985

Abstract

Biji alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, dan flavonoid. Senyawa tersebut berpotensi dalam menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat diformulasikan dalam bentuk patch. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas transdermal patch biji alpukat (Persea americana Mill.) sebagai antidiabetik pada tikus (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode pre-post design dengan 5 kelompok yaitu kelompok (patch tanpa ekstrak), kontrol positif (Insulin), kemudian kelompok F1, F2, dan F3 dengan masing-masing konsentrasi 9%, 18%, dan 36%. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik serta aktivitas antidiabetes dengan cara menginduksi secara intraperitonial pada tikus menggunakan larutan aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat yang diformulasikan dalam bentuk sediaan transdermal patch memenuhi syarat mutu fisik dan mempunyai aktivitas antidiabetes dengan rata-rata persen penurunan F0 (tanpa ekstrak) 4,5%; F1 12,0%; F2 16,0%; F3 21,1%; dan K (+) 24,9%. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik analisis varian (ANAVA) menunjukkan hasil statistik berbeda secara signifikan yang ditandai nilai sig 0,001< 0,05.