Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effect of Giving Ethanol Extract of Robusta Coffee Beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Based on Immunohistochemical Examination of GLUT-4 Protein Expression in White Rats (Rattus norvegicus) Model of Diabetes Mellitus Jasmiadi; Rusman; Nur Alim; Tarisa Jabal Rahma
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12044

Abstract

Metabolic disorders are characterized by an increase in blood sugar due to a decrease in insulin secretion by pancreatic beta cells. Cells are unable to stimulate glucose absorption in muscle and fat tissue. The presence of GLUT-4 can increase the rate of glucose entry into insulin target tissues. The chlorogenic acid compound in robusta coffee beans is believed to lower blood glucose levels by activating GLUT-4. The aim of the research was to determine the effect of administering ethanol extract of robusta coffee beans (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) based on immunohistochemical examination of GLUT-4 protein expression in mice (Rattus norvegicus) with Type 2 Diabetes Mellitus. The research method included extraction by maceration with 96% ethanol: distilled water (3:7) solvent and immunohistochemical testing of the effect of ethanol extraction of Robusta coffee beans on mice. Rats were divided into 5 treatment groups, namely, Na-CMC 1%, metformin, 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB and fed a high-fat diet for 6 months and immunohistochemical examination of skeletal muscle tissue was carried out. The results of immunohistochemical examination found that protein expression occurred in the positive control of coffee bean ethanol extract at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB. The statistical test results show that the ethanol extract of robusta coffee beans at doses of 150 mg/kg BB, 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB is significant with the negative control      Na-CMC 1% but with the positive control metformin the three doses of ethanol extract of robusta coffee beans are not significant. From the discussion above, it can be concluded that the ethanol extract of robusta coffee beans has an effect at doses of 300 mg/kg BB and 450 mg/kg BB
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Siti Hajar Puaq Tudeq Hasan; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1372

Abstract

Biji alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai IC50 ekstrak biji alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dan refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat secara maserasi dan refluks di peroleh nilai IC50 masing-masing sebesar 38.857 ± 0.1937 μg/mL dan 35.946 ± 0.1225 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat secara maserasi dan refluks 0.0570 dan 0.0617 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2.219 ± 0.0028 μg/mL
Skirining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Daun Nam-nam (cynometra cauliflora) Asal Kabupaten Halmahera Selatan Saina Muhamad; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1677

Abstract

Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antijamur yang signifikan. Tanaman nam-nam termasuk dalam jenis tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis, terutama sebagai agen antioksidan, antibakteri, dan antifungal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya dilakukan skrining senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Selanjutnya dilakukan uji kualitatif senyawa flavonoid, kemudian penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun nam-nam (Cynometra cauliflora L.) asal Kabupaten Halmahera Selatan mengandung senyawa metabolit sekunder meliputi flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin, serta memiliki kadar flavonoid total rata-rata sebesar 34,5863 ppm Perbedaan tempat tumbuh dapat berpengaruh pada kandungan kadar flavonoid total ekstrak daun nam-nam. Kata Kunci: Skrining, Flavonoid total, Nam-nam (Cynometra cauliflora L.)
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak tunas Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae Muhammad Aswar; Nur Alim; Musdalifah Musdalifah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1731

Abstract

Antibakteri adalah suatu senyawa yang dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki kandungan senyawa Alkaloid,Tanin,dan Saponin yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas penghambatan Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan etanol 70%. Diperoleh nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap bakteri Shigella dysenteriae 0,1% dengan metode dilusi. Pengujian dengan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh menggunakan konsentrasi 0,1%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, 1,6%. Memiliki diameter daya hambat sebesar 13,13 mm, 14,81 mm, 16,58 mm, 18,31 mm, 21,64 mm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ekstrak tunas bambu apus (Gygantochloa apus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae.
Aktivitas Infusa Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Tekanan Darah Tikus (Rattus norvegicus) Andi Nurseptia Purnama; Nur alim; agus sangka pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1911

Abstract

Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat tail-cuff. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) & (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% & 0%), kontrol (+) (198,32% & 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% & 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% & 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% & 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.
Skrining Fitokimia, Analisis Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total yang Berpotensi sebagai Antihipirtensi pada Daun Kelapa (Cocos nucifera L) Wafiq Azisah Ramadhani; Nur Alim; Muhammad Iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada daun kelapa (Cocos nucifera L) melalui skrining fitokimia, serta menentukan kadarfenolik dan flavonoid total yang berpotensi sebagai antihipertensi. Metode ekstraksi yang digunakan adlah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, fenolik dan glikosida menggunakan pereaksi spesifik masing-masing. Analisis kadar fenolik total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunkan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kompleksasi AlCl3 menggunakan kuarsetin sebagai standar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid,tanin, saponin, steroid, fenolik dan glikosida. Hasil analisis fenolik total menunjukkan kadar sebesar 44,2282 mgGAE/g ekstrak, sedangkan kadar flavonoid total sebesar 17,4359 mgQE/g ekstrak. Keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid ini berpotensi memberikan aktivitas biologis sebagai antihipertensi melalui mekanisme antioksidan dan vasodilatasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan daun kelapa sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung perkembangan obat herbal antihipertensi. Kata Kunci: Antihipertensi, Cocos nucifera, Fenolik total, Flavonoid total, Skrining fitokimia
Skrining Fitokimia dan Analisis Kadar Zat Besi (Fe) Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Zahrah Humaerah; Nur Alim; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1983

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri dan ibu hamil. Daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) digunakan secara tradisional sebagai sayuran bergizi dan obat herbal, namun data ilmiah terkait kadar zat besinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan fitokimia dan kadar zat besi daun gedi menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik. Sampel daun gedi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, terpenoid, dan glikosida. Analisis kadar zat besi dilakukan melalui destruksi basah dan pengukuran dengan SSA. Hasil menunjukkan ekstrak daun gedi positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan glikosida, dengan rendemen ekstrak sebesar 71,4%. Kandungan zat besi rata-rata adalah 160,9 µg/g atau setara 16,09 mg/100 g serbuk kering. Nilai ini mendekati angka kecukupan gizi harian zat besi (15,4 mg). Dengan demikian, daun gedi berpotensi sebagai sumber zat besi alami yang dapat mendukung pencegahan anemia sekaligus mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kata Kunci : Abelmoschus Manihot L. Medik, Daun Gedi, Fitokimia, SSA, Zat Besi