Annas Syams Rizal Fahmi
Universitas Siliwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychological Empowerment as a Mediator in the Influence of Perceived Support, Engagement, and Fit on Commitment Gusti Tia Ardiani; Annas Syams Rizal Fahmi; Elis Listiana Mulyani; Dede Sri Rahayu; Lucky Radi Rinandiyana
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 14 No. 1 (2026): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v14i1.11845

Abstract

The financial services industry is undergoing a digital transformation that requires competent employees with a high level of organizational commitment. Without such support, organizational change risks encountering resistance or even failure. This study aims to analyze the influence of perceived organizational support, employee engagement, psychological empowerment, and person-organization fit on organizational commitment within the financial services sector. This research used a quantitative survey approach. The sample consisted of employees from financial service organizations at Priangan Timur. Data were analyzed using structural equation modeling (SEM) to test the hypothesized relationships among variables. The results shows that perceived organizational support, employee engagement, and person-organization fit significantly affect organizational commitment, with psychological empowerment as a key psychological mechanism that strengthens these effects. These findings highlight the importance of psychological factors and value congruence in fostering employees’ long-term commitment. This study contributes theoretically to the development of organizational commitment models based on psychological approaches and provides practical implications for human resource management in financial services. The findings suggest strategies for effectively managing employees in the era of digital disruption.
MENUJU UMKM BANKABLE: PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TRANSAKSI DIGITAL BERBASIS QRIS DI DESA PUTRAPINGGAN Mira Rahmawati; Wilman Marino; Annas Syams Rizal Fahmi; Ageng Asmara Sani; Dede Arif Rahmani
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/w6aha476

Abstract

Transformasi ekonomi digital menuntut sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan instrumen pembayaran non-tunai guna meningkatkan efisiensi operasional. Namun, pelaku UMKM di Desa Putrapinggan, Kabupaten Pangandaran, masih menghadapi tantangan rendahnya literasi finansial dan ketergantungan yang tinggi pada transaksi tunai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksi, mensosialisasikan, serta mendampingi pelaku UMKM dalam mengimplementasikan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode pelaksanaan program meliputi tahap identifikasi kebutuhan melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan literasi keuangan dan simulasi transaksi digital, serta pendampingan aktivasi QRIS yang dilakukan berkolaborasi dengan Bank Mandiri Taspen selaku mitra perbankan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juli 2026 ini diikuti oleh 38 pelaku UMKM secara aktif. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat konversi adopsi langsung sebesar 34,2%, di mana 13 pelaku UMKM berhasil membuka rekening settlement dan menerima media QRIS akrilik resmi untuk lokasi usaha mereka. Berdasarkan analisis Technology Acceptance Model (TAM), adopsi ini didorong oleh kuatnya persepsi akan kemudahan dan manfaat teknologi, sementara hambatan administratif dan kecemasan teknologi (technological anxiety) menjadi kendala bagi peserta lainnya. Secara makro, integrasi ini berkontribusi dalam membangun jejak digital (digital footprint) yang mendukung inklusi keuangan dan akses permodalan UMKM di masa depan.