Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PELATIHAN BUDIDAYA SISTEM INTEGRASI PADA KONSTRUKSI KERAMBA JARING APUNG DI DESA TANGGETADA, KABUPATEN KOLAKA Anti Landu; Bustang Bustang; Ilham Antariksa Tasabaramo; Yusnaini Yusnaini; Latifa Sekri; Asmadin Asmadin; Hasan Eldin Adimu; Simun Sukrin; Juhardin Juhardin
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.2225

Abstract

Tanggetada Village has significant fisheries potential, yet it remains underutilized by local fishermen. This is attributed to several factors, including limited infrastructure and the fishermen group’s lack of knowledge. Additionally, during poor weather conditions, fishermen lack alternative livelihoods beyond capture fishing. Therefore, aquaculture can serve as a viable solution to maintain their productivity. This community engagement initiative aims to enhance the knowledge and skills of the fishermen group in integrated aquaculture sistems using floating net cage construction. The activity was implemented in Tanggetada Village, Kolaka Regency, in collaboration with the Malaja Biru fishermen group. The methodology consisted of several stages: socialization, training, mentoring, and evaluation. The results of this activity demonstrated significant improvements in the knowledge and skills of the Malaja Biru fishermen group regarding integrated aquaculture in floating net cages. Twenty participants actively engaged in the outreach, training, and cage construction. Evaluation showed a knowledge increase from 50% to 100% and skill proficiency reaching 90–100%. Intensive mentoring and technology transfer methods effectively enhanced fishermen’s capacity, enabling them to independently and sustainably cultivate grouper, lobster, and pearl oysters using integrated aquaculture systems. It can be concluded that the 2024 Kosabangsa community service program successfully enhanced the capacity of the Malaja Biru Fishermen Group in Tanggetada Village through training in integrated aquaculture using floating net cage systems..
Struktur Komunitas dan Tutupan Kanopi Mangrove di Teluk Staring Bagian Barat Laut, Sulawesi Tenggara Simeon Felix Simamora; Muhammad Ramli; Asmadin Asmadin; Mohammad Afdhal Adidharma
Journal of Marine Research Vol 15, No 3 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i3.58486

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting secara ekologis dalam menjaga stabilitas daerah pesisir, penyedia habitat, pelindung garis pantai, dan penopang keanekaragaman hayati. Tekanan terhadap ekosistem mangrove di pesisir Teluk Staring menunjukkan perlu adanya informasi dasar mengenai kondisi ekosistem mangrove sebagai landasan ilmiah bagi pengelolaan mangrove berkelanjutan di wilayah ini.Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan tutupan kanopi mangrove di bagian barat laut Teluk Staring, Sulawesi Tenggara. Survei lapangan dilakukan di tiga stasiun menggunakan petak vegetasi 10×10 m untuk menilai struktur komunitas mangrove, sedangkan tutupan kanopi diukur menggunakan metode hemispherical photography dan dianalisis dengan perangkat lunak ImageJ. Struktur komunitas dievaluasi menggunakan kerapatan, frekuensi, dominasi, dan Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan tutupan kanopi diklasifikasikan menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia No. 201 Tahun 2004. Sebanyak lima spesies mangrove sejati teridentifikasi . Kerapatan pohon secara berkisar antara 3635-4552 individu/ha, yang menunjukkan tegakan mangrove yang sangat padat. Rhizophora apiculata menunjukkan kepadatan dan frekuensi tertinggi, sedangkan Avicennia lanata menunjukkan dominasi dan INP tertinggi di Stasiun A dan C, yang mengindikasikan kontribusi ekologisnya yang substansial meskipun bukan spesies yang paling melimpah. Rata-rata tutupan kanopi adalah 73,918%, berkisar antara 69,963% hingga 76,707%, yang sesuai dengan kondisi kanopi sedang hingga sangat padat. Tutupan kanopi yang tinggi dan tegakan mangrove yang padat menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di bagian barat laut Teluk Staring masih dalam kondisi ekologis yang baik. Temuan ini memberikan informasi dasar untuk konservasi mangrove dan pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. 
Pemetaan Batimetri dan Klasifikasi Habitat Bentik 3D Menggunakan Citra PlanetScope Pulau Panjang dan Pulau Semujur, Bangka Tengah La Ode Wahidin; Rudiansyah Rudiansyah; Saiful Alimudi; Asmadin Asmadin; Sudirman Adibrata
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memetakan batimetri dan kondisi dasar perairan reef flat Pulau Panjang dan Pulau Semujur, Bangka Tengah, menggunakan citra Planet Scope 8-band (11 Februari 2026). Koreksi kolom air menggunakan metode Depth Invariant Index (DII) Lyzenga (1978, 1981), membandingkan kombinasi band Coastal Blue-Green dan Blue-Green dari 29 titik sampel substrat pasir yang memenuhi kriteria validasi. Coastal Blue-Green menunjukkan sifat depth-invariant lebih kuat (CV = 2,56%, r = 0,933), sedangkan Blue-Green menghasilkan noise citra lebih rendah (ENL = 60,97). Klasifikasi K-Means (5 kelas) pada kedua band DII, dilanjutkan majority filtering dan interpretasi berbasis pengetahuan lapangan pertama yang berulang kali meneliti di lokasi ini, mengungkap bahwa area yang secara spektral menyerupai terumbu karang sebagian besar merupakan batu karang mati/rubble (23,90%), dengan karang hidup hanya dijumpai pada beberapa titik terbatas di kedalaman lebih dari 3 meter, tidak terpisahkan secara spektral dari rubble. Area yang menyerupai lamun teridentifikasi sebagai makroalga Sargassum pada substrat rubble (12,63%). Bersama pasir (20,28%), ketiga kelas ini mencakup 56,81% dari luas perairan yang dikaji; sisanya merupakan keterbatasan data, yaitu zona di luar batas penetrasi optik (37,61%) dan noise gelombang (5,58%), bukan ketiadaan substrat. Karena data echosounder (SBES) (2.135 titik, 2,25-13,24 m) tersebar dalam pola transek tunggal, bukan grid, regresi Satellite-Derived Bathymetry (SDB) diterapkan sebagai alternatif interpolasi konvensional. Model regresi berganda menggabungkan kedua band DII menghasilkan akurasi terbaik (R² = 0,677, RMSE = 1,49 m), mengungguli model satu band (R² = 0,643 dan 0,576). Peta kedalaman (1,7-16,6 m) dan klasifikasi substrat diintegrasikan ke model tiga dimensi ArcScene memvisualisasikan morfologi reef flat dan sebaran substrat. Masking awan/haze otomatis (UDM2) kurang andal pada reef flat terang sehingga digantikan verifikasi visual. Penelitian ini menunjukkan alur kerja SDB dan pemetaan substrat praktis untuk data validasi lapangan jarang berpola transek.
Analisis Tinggi dan Periode Gelombang Signifikan pada Musim Barat dan Perubahan Garis Pantai di Kelurahan Mawasangka Abdul Aziz Kamaruddin; Asmadin Asmadin; Bahdad Bahdad
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol5iss1pp1-9

Abstract

Perairan Mawasangka merupakan daerah pesisir yang dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata dan juga kegiatan perikanan seperti bagan perahu. Peramalan tinggi gelombang sangat berguna untuk menghindari kejadian kecelakaan kapal ataupun hantaman ombak besar di sekitar kawasan pantai kelurahan Mawasangka yang merupakan daerah dominan terjadinya gelombang pada musim barat. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisis tinggi dan periode gelombang signifikan pada musim barat dan perubahan garis Pantai yang terjadi di pesisir Pantai kelurahan Mawasangka. Metode penelitian ini adalah teknik peramalan gelombang dengan mengolah data angin menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider), dengan periode 5 Tahun (2018-2022) dan metode DSAS untuk menentukan perubahan garis pantai. Hasil penelitian ini menunjukan nilai ketinggian gelombang signifikan pada musim barat selama 5 Tahun (2018-2022) adalah 0,89 meter dengan periode gelombang 5,82 detik, dan telah terjadi perubahan garis pantai di kelurahan Mawasangka berupa akresi dan abrasi.
Studi Intrusi Air Laut di Wilayah Pulau Bungkutoko, Kota Kendari Saputra Saputra; Asmadin Asmadin; Asrin Ginong Pratikino
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol5iss1pp10-19

Abstract

Pulau Bungkutoko merupakan kawasan pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut akibat elevasi rendah dan pemanfaatan air tanah yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah (salinitas, suhu, pH, TDS, dan DHL) saat pasang dan surut, serta memetakan sebaran intrusi air laut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan di 33 stasiun pengamatan. Pengukuran parameter dilakukan dengan alat PCE-PHD 1, sementara data pasang surut dianalisis menggunakan MATLAB dan pemetaan spasial dilakukan dengan interpolasi IDW di QGIS. Hasil menunjukkan bahwa nilai salinitas, TDS, dan DHL meningkat saat pasang. Beberapa titik menunjukkan intrusi dari ringan hingga sedang, terutama di area dekat garis pantai dan elevasi rendah. Wilayah ini memiliki tipe pasang surut campuran condong semidiurnal (F = 0,49), yang berkontribusi terhadap peningkatan intrusi air laut.
Pemodelan Sebaran Mikroplastik Di Perairan Destinati Wisata Desa Bahari Kecamatan Soropia Elita Usva; Asmadin Asmadin; Saenuddin Saenuddin
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol5iss1pp20-31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran mikroplastik di perairan Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, menggunakan pendekatan pemodelan numerik sebaran mikroplastik. Simulasi model dilakukan selama delapan hari, yaitu pada tanggal 7–14 Februari 2025. Pengambilan sampel air dilakukan pada lima stasiun yang mewakili kawasan wisata . Hasil analisis laboratorium menunjukkan keberadaan empat jenis mikroplastik, yaitu fiber, film, fragmen, dan foam. Kelimpahan mikroplastik tertinggi ditemukan pada jenis fragmen dengan total 29,70 partikel/L, diikuti oleh film sebesar 26,37 partikel/L, foam sebesar 16,43 partikel/L, dan fiber sebesar 7,59 partikel/L. Kecepatan arus di wilayah penelitian berkisar antara 0,05–0,07 m/s yang termasuk kategori arus lambat. Nilai kelimpahan mikroplastik dikonversi menjadi berat total (g/m³) dan digunakan sebagai input konsentrasi pada titik sumber (source point) dalam model sebaran, dengan asumsi masukan bersifat konstan dan periodik. Hasil simulasi hidrodinamika menunjukkan bahwa pola arus pasang surut berpengaruh terhadap distribusi spasial mikroplastik, dengan zona akumulasi utama teridentifikasi di perairan Desa Tapulaga dan Pulau Bokori, sedangkan Pantai Toronipa menunjukkan sebaran yang relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mikroplastik telah tersebar luas dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengelolaan lingkungan pesisir dan upaya mitigasi pencemaran plastik secara berkelanjutan.
Pengaruh Kondisi Oseanografi Terhadap Penangkapan Telur Ikan Terbang (Exocoetidae) Kepulauan Tanimbar, Maluku Reformasi Reformasi; Asmadin Asmadin; Indrayani Indrayani
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol5iss1pp32-52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi oseanografi fisik meliputi suhu permukaan laut, arus, gelombang, dan klorofil-a dengan tingkat keberhasilan penangkapan telur ikan terbang (Exocoetidae) di Perairan Kepulauan Tanimbar, Maluku. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental fishing bersamaan dengan operasi penangkapan aktual oleh nelayan setempat. Data primer yang dikumpulkan terdiri atas rata-rata hasil tangkapan telur ikan terbang yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara nelayan di lapangan. Data sekunder terdiri dari beberapa seri data parameter oseanografi, yaitu data suhu permukaan laut, kecepatan arus, ketinggian gelombang, dan konsentrasi klorofil-a yang diperoleh dari laman BMKG dan citra satelit MODIS-Aqua pada laman https://oceancolor.gsfc.nasa.gov/. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Juni 2025 nilai konsentrasi suhu permukaan laut berkisar 27–29°C, kecepatan arus mencapai 0,12–0,17 m/s, dan ketinggian gelombang mencapai 1,3–2,8 m. Rata-rata hasil tangkapan telur ikan terbang sebanyak 38,74 kg/trip. Pada Juli 2025, konsentrasi suhu permukaan laut menurun berkisar 26–28°C, konsentrasi klorofil-a meningkat sebesar 13,3 mg/m³, kecepatan arus 0,16–0,18 m/s, ketinggian gelombang mencapai 1,3–2,1 m. Hasil tangkapan sebesar 37,58 kg/trip. Pada Agustus 2025, kondisi perairan menunjukkan suhu permukaan laut mencapai 26-29°C, kecepatan arus berkisar 0,12–0,17 m/s dan ketinggian gelombang mencapai 1,5–2,4 m. Hasil tangkapan telur ikan terbang selama bulan Agustus 2025 mencapai 40,16 kg/trip.
PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MAHASISWA MENGHADAPI KULIAH KERJA NYATA DI WILAYAH DESA PESISIR Asmadin; Yusniar Meylani Munir; Gusti Adhi Wibawa; Saenuddin; Irawati
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9918

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa tingkat akhir dalam mendukung pembangunan di wilayah tertentu, termasuk desa pesisir. Tantangan yang dihadapi mahasiswa saat menjalankan KKN di wilayah pesisir meliputi keterbatasan fasilitas, perbedaan budaya, dan kondisi sosial ekonomi yang khas. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan pengembangan kepribadian mahasiswa dalam mempersiapkan mereka menghadapi KKN di wilayah desa pesisir. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, empati, dan adaptabilitas mahasiswa. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi kelompok, simulasi, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta berasal dari dua Fakultas yang berbeda, FMIPA dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terdiri dari 4 Program Studi, yaitu program studi Oseanografi, Statistika, Manajemen, dan Akuntansi. Berdasarkan evaluasi, 85% peserta merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi KKN di wilayah pesisir. Pelatihan ini sangat efektif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan kepribadian yang dibutuhkan untuk menjalankan perannya secara optimal selama KKN. Perubahan mindset merupakan reaksi dari adaptasi mahasiswa terhadap berbagai permasalahan pembangunan yang ditemukan sejak awal pelaksanaan hingga berakhirnya program kerja mahasiswa.
PELATIHAN MANAJEMEN KOLABORASI DAN GROWTH MINDSET KELOMPOK NELAYAN MAJU JAYA, KELURAHAN SAMBULI, KOTA KENDARI Asmadin; Yusniar Meylani Munir; Hasan Eldin Adimu; Saenuddin; Mukhsar
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i3.10550

Abstract

Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir terdampak berbagai aktivitas perkotaan memerlukan suatu upaya untuk membangun kolaborasi dan growth mindset secara mandiri dan kolaboratif. Tujuan pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan kapasitas manajemen kolaborasi dan growth mindset terhadap kelompok nelayan. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri ceramah/diskusi dan demonstrasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta sangat antusias dengan topik pelatihan yang spesifik dan belum pernah dialami oleh kelompok nelayan. Upaya mengembangkan manajemen kolaborasi dan growth mindset cenderung dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam menghadapi perubahan dan implementasi pembangunan di wilayah pesisir. Upaya merawat peningkatan pengembangan kapasitas peserta dalam konteks, mekanisme dan dampaknya terhadap lingkungan. Peserta pelatihan memerlukan standar pelatihan profesional secara berkesinambungan. Upaya menciptakan lokal hero dengan pelatihan selama beberapa hari, disadari membutuhkan waktu dan upaya yang lebih mendalam perubahan pola pikir daripada sekadar pelatihan keterampilan. Program pelatihan dirancang untuk membantu kelompok nelayan yang terdampak kebutuhan memperoleh keterampilan dan kemampuan untuk mengambil tindakan kewirausahaan, peserta dalam program pelatihan seringkali juga gagal melakukannya.