Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SEKOLAH LAPANG PETANI GAMBUT DI DESA BANGUN HARJA Parissa Swasti; Hermansyah -
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v1i1.22

Abstract

Sekolah Lapang adalah pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau di daerah lapang. Dalam hal ini adalah kebun. Untuk wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur ini merupakan kegiatan yang dilakukan pertama kalinya. Sekolah lapang melibatkan sejumlah ketua kelompok tani dan penyuluh pertanian se Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Lahan di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan tidak terkecuali Kecamatan Seruyan Hilir Timur Merupakan Lahan yang diselimuti gambut tebal, dalam dunia pertanian lahan seperti ini perlu penangann khusus untuk mencapai hasil produksi yang maksimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali petani baik dalam hal pengetahuan maupun ketrampilan dalam mengelola lahan kebunnya. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi: budidaya tanaman sayuran di tanah gambut, pengendalian hama dan penyakit, membuat kompos, membuat pupuk Organik cair. Setelah selesai mengikuti pelatihan atau sekolah lapang ini diharapkan petani mengetahui tentang pengelolaan lahan gambut dengan baik dan juga dapat mengelola serangan hama maupun penyakit yang ramah lingkungan dengan memperhatikan keamanan hewan maupun manusia serta dapat dengan trampil membuat pupuk baik kompos maupun pupuk organik cair.  Pemilihan lokasi di Desa Bangun Harja karena petani Bangun Harja banyak yang budidaya sayuran dimana komoditi ini sangat fluktuatif mengikuti harga pasar. Dengan bekal yang cukup diharapkan petani mampu menguasai pasar. Baik mengenai distribusi komoditinya  maupun harga yang dikeluarkan bisa bersaing dengan pedagang-pedagang di luar Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
ANALISIS PENDAPATAN KELAPA DALAM DI DESA PEMATANG PANJANG KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR KABUPATEN SERUYAN Parissa Swasti; Wika Handriyani
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i1.40

Abstract

Kecamatan Seruyan Hilir Timur adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Seruyan, memiliki iklim tropis dan merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar dalam sector perkebunan. Luas areal tanaman kelapa dalam / coconut menurun dari tahun 2020 sampai 2021 yaitu dari 1.231 ha sampai 1.017 ha dan produksi kelapa tahun 2020 sampai 2021 adalah 955 ton dan 963 ton, walaupun ditahun 2021 terjadi penurunan luas areal tanaman kelapa yaitu menjadi 1017 ha, namun untuk produksi tanaman kelapa dalam mengalami peningkatan yaitu sebesar 955 ton menjadi 963 ton.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi. Penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu pendapatan petani dan tingkat efisiensi usaha tani. Pendapatan usaha tani menggunakan rumus : Pd = TR – TC, Pd (Pendapatan), TR (Penerimaan total) dan TC (Biaya total). Untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani menggunakan rumus : Efisiensi = R/C, R (total penerimaan), C (biaya total). Kriteria yang digunakan dalam menentukan efisiensi usaha adalah sebagai berikut:R/C > 1 berarti usahatani kelapa dalam yang dijalankan efisienR/C < 1 berarti usahatani kelapa yang diajalankan todak efisienR/C= 1 berarti usahatani kelapa dalam yang di jalankan impasMetode penentuan penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kab Seruyan sebagai lokasi penelitian.Hasil analisis pendapatan per hektar untuk petani kelapa dalam di Desa Pematang Panjang adalah sebagai berikut : Biaya total tertinggi sebrsar Rp. 2.972.009,- terendah sebesar Rp.371.784; Penerimaan tertinggi sebesar Rp. 6.500.000, Penerimaan terendah Rp. 2.250.000; Pendapatan teringgi sebesar Rp.4.659.272, Pendapatan terendah sebesar Rp. 631.183. Efisiensi usahatani kelapa dalam di Desa Pematang Panjang Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan bervariasi mulai dari nilai tertinggi sebesar 9,6 sampai dengan nilai terendah sebesar 1,4. Berdasarkan kriteria yang digunakan maka usaha tani layak diusahakan karena nilai R/C > 1.
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL PETANI KELAPA SAWIT DI DESA RUNGAU RAYA KECAMATAN DANAU SELULUK Suroto *; Zul Erianto Suarja,; parisa
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v3i1.145

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi masyarakat Desa Rungau Raya Kecamatan Danau seluluk dalam memilih usaha pertanian kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan datanya dengan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan frekuensi. Hasil penelitian bahwa skor jawaban kuesioner yang didapat dari faktor eksternal yaitu variabel lingkungan memberikan pernyataan tentang kondisi fisik lingkungan Desa Rungau Raya mendapatkan dominasi skor yang tinggi, yaitu skor 5 sebanyak 113 frekuensi pilihan jawaban responden atau 75,3%. Dominasi frekuensi respon pilihan jawaban skor yang tinggi menunjukan penilaian petani kelapa sawit terhadap kondisi alam sesuai sebagai lahan budidaya kelapa sawit. Kemudian skor jawaban dari variabel kelompok acuan dengan pernyataan tentang acuan para petani memilih usaha budidaya kelapa sawit memperoleh respon jawaban skor 5 sebanyak 85 frekuensi pilihan jawaban atau 56,7%, hal ini menunjukkan bahwa petani kelapa sawit Desa Rungau Raya memiliki cukup pertimbangan sebagai acuan sebelum mengambil keputusan untuk berusaha kelapa sawit khususnya dari keluarga. Sedangkan penyataan alih fungsi lahan mendapatkan frekuensi respon jawaban skor 2 yang cukup banyak atau 21,3% disebabkan pada kenyataannya lahan yang digunakan untuk bertanam kelapa sawit bukan alih fungsi lahan melainkan lahan hutan yang sengaja dibuka untuk perkebunan kelapa sawit. Lalu skor jawaban yang didapat dari faktor internal yaitu variabel persepsi mendapatkan frekuensi respon jawaban tinggi, yaitu skor 5 mendapatkan frekuensi respon jawaban 143 atau 68,4%, hasil tersebut menjelaskan bahwa mayoritas petani kelapa sawit terpengaruh oleh persepsi yang dibangun terhadap usaha kelapa sawit. Skor jawaban dari variabel motivasi mendapatkan skor jawaban yang sangat tinggi dengan skor 5 frekuensi respon jawabannya sebanyak 217 kali atau 90,8%. Tingginya frekuensi skor 5 mencapai 90,8% membuktikan bahwa usaha dibidang kelapa sawit sangat menjanjikan sehingga petani memiliki harapan besar untuk mendapatkan kesejahteraan bagi diri dan keluarganya dalam jangka panjang. Kata kunci ; Lingkungan, Kelompok Acuan, Persepsi, Motivasi.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PADI KE KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR: Rita Setiawati1), Parissa Swasti RN2), Tirsa Neyatri Bandrang3) Rita Setiawati; Tirsa Neyatri Bandrang; Parissa Swasti RN
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v5i1.271

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the conversion of paddy fields into oil palm plantations in Seruyan Hilir Timur District, Seruyan Regency, Central Kalimantan. This land-use change has become a major concern due to the significant decrease in paddy field area, while the area of oil palm plantations continues to increase. The study employs a quantitative method with a survey approach targeting farmers who have converted their land. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression to identify the influencing factors. The results indicate that economic factors, such as the selling price of harvests and higher income from oil palm, are the main drivers for farmers to convert their land. Additionally, environmental and technical factors also play a role in the farmers' decision-making, although their influence is not as strong as that of economic factors. The conclusion of this study is that economic factors are the most significant determinants in the conversion of paddy fields to oil palm plantations in Seruyan Hilir Timur District. Keywords: Land use change, Economic factors, Environmental factors, Technical factors
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN PLASMA KELAPA SAWIT PT. RIMBA HARAPAN SAKTI 1 TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA PEMATANG LIMAU: Norhalimah Ramadhani1, Endah Panca Wijayanti2, Parissa Swasti Rn3 Norhalimah Ramadhani; Endah Panca Wijayanti; Parissa Swasti RN
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v5i1.273

Abstract

This study aims to analyze the impact of the existence of oil palm plasma plantations of PT. Rimba Harapan Sakti 1 on the social and economic conditions of the community in Pematang Limau Village. Using a descriptive quantitative approach, this study collected data through field observations, interviews with respondents, and related documentation. The sample in this study consisted of 78 respondents selected by purposive sampling. The results of the study indicate that the existence of plasma plantations has a significant impact on improving the social conditions of the community, where there is an increase in population, increased access to education, and reduced social conflict. On the economic side, oil palm plasma plantations have been proven to be able to increase community income and encourage a shift in livelihoods from the traditional sector to the plantation sector. In addition, there is an increase in asset ownership among the community. The conclusion of this study shows that the existence of plasma plantations has a positive impact both socially and economically on the community of Pematang Limau Village. Keywords: Oil palm plasma plantation, social impact, economic impact, PT. Rimba Harapan Sakti 1, Pematang Limau Village.
ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN DAN DISTRIBUSI MEMPENGARUHI PERALIHAN PENJUALAN KOPRA KE PENJUALAN KELAPA BUTIRAN (GELONDONG)(Studi Kasus: Kecamatan Seruyan Hilir Timur Kabupaten Seruyan): MAISARAH 1, PARISSA SWASTI RN 2, SUROTO 3 Maisarah; Parissa Swasti RN; Suroto
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian AgriHatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/8ff3nv43

Abstract

Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Dan Distribusi Yang Mempengaruhi Beruhah Penjualan Kopra Ke Penjualan Kelapa Gelondong (Butiran) Studi Kasus Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Politeknik Seruyan, 2024.Kelapa merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor bauran pemasaran, yaitu produk, harga, promosi, tempat, serta distribusi, yang mempengaruhi peralihan penjualan kopra ke penjualan kelapa gelondong di Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Metode yang digunakan deskriptif dan kuantitatif, dengan data primer dan sekunder sebagai sumber data. Analisis data menggunakan SPSS dilakukan dengan menggunakan uji instrumen validitas dan reliabilitas serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diteliti, hanya variabel distribusi (X5) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap peralihan penjualan, dengan koefisien sebesar 1.026 dan nilai signifikansi 0.000. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi merupakan faktor utama yang mendorong pengusaha kopra beralih ke penjualan kelapa gelondong. Sementara itu, variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3), dan tempat (X4) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan peralihan tersebut. Temuan ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya distribusi dalam strategi pemasaran dan distribusi yang memengaruhi pengambilan keputusan dalam rantai pasokan kelapa di daerah tersebut.   Kata Kunci : Kelapa, Kopra, Produk, Harga, Promosi, Tempat.  
MENUMBUH KEMBANGKAN CINTA PERTANIAN PADA ANAK USIA DINI Parissa Swasti Rn., S.P.,M.M
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i1.60

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, subur dan kaya dengan potensi alamnya. Banyak komoditi pertanian yang dihasikan dari bumi nusantara, antara lain: tanaman pangan, hortikultura, biofarmaka, dan tanaman perkebunan. Namun tidak semua masyarakat menyukai matapencaharian pertanian, kususnya para pemuda. Profesi petani hanya dicintai oleh kaum laki-laki yang berumur diatas 54 tahun. Kondisi ini yang harus mendapat perhatian serius oleh semua pihak, termasuk perguruan tinggi. Anak-anak usia dini yaitu usia sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama adalah usia emas unuk perkembangan manusia.Pengabdian masyarakat dilakukan di Pesantren Darul Amin beralamatkan Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Waktu pelaksanaan pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022. Setelah mengikuti kegiatan ini para santri baik santriwan maupun santriwati menyadari pentingnya kompos di bidang pertanian.Politeknik Seruyan sebagai perguruan tinggi satu-satunya di Kabupaten Seruyan mempunyai tanggungjawab penuh terhadap kelestarian alam, oleh karena itu Politeknik Seruyan perlu melakukan pendekatan terhadap anak usia dini untuk mencintai pertanian, hal ini bisa dilakukan dengan cara lebih intens lagi untuk melakukan pengabdian masyarakat ke sekolah-sekolah lain dilingkungan Kabupaten Seruyan.
PERAN KARBON AKTIF BIDANG PERTANIAN DI DESA PEMATANG PANJANG Parissa Swasti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v2i2.102

Abstract

Kondisi gambut yang begitu luas memerlukan penanganan yang serius dalam penyediaan media tanam bagi pertanian, karena lahan gambut tanpa pengolahan terlebih dahulu tidak bisa ditanam dengan baik karena pertumbuhan tanamannya tidak maksimal. Tanaman yang tumbuh di tanah gambut sering kali keracunan Fe mengakibatkan tanaman kurang nutrisi lainnya yang menyebabkan proses fiologi tanaman tidak maksimal pada akhirnya hasil yang di keluarkan menjadi sedikit bahkan banyak yang mati.Karbon aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Karbon aktif seperti yang diketahui bersama adalah permukaan karbon yang memiliki pori-pori sehingga dapat digunakan sebagai adsorben yang efektif. Salah satu jenis adsorben yang paling potensial dalam proses adsorpsi adalah karbon aktif. Karbon aktif merupakan karbon amorf yang luas permukannya sangat besar, yaitu 200 hingga 2000 m2 /g (Miranti, 2012). Karbon aktif merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95 % karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi (Nafi’ah, 2016)Di Desa Bangun harja sekam masih tergolong barang sampah yang tidak ada nilai ekonominya, ada beberapa yang digunakan sebagai bahan bakar pembakaran batu bata. Abu yang dihasilkan dari pembakaran batu bata dimanfaatkan beberapa warga sebagai abu gosok peralatan rumah tangga.Selain Desa Bangun Harja kedua desa yang lain juga sama, kurang memanfaatkan limbah padi atau sekam. Berdasarkan dari latar belakang tersebut perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat khusunya petani desa Bangun Harja, Kartika Bhakti dan Desa Halimaung Jaya Kecamatan Seruyan Hilir Timur untuk lebih bijak memanfaatkan limbah padi salah satunya sekam dan pembuatan karbon aktif dari sekam, serta mengenalkan manfaat karbon aktif untuk menaikkan PH tanah.Sekam masih tergolong barang sampah yang tidak ada nilai ekonominya, ada beberapa yang digunakan sebagai bahan bakar pembakaran batu bata. Abu yang dihasilkan dari pembakaran batu bata dimanfaatkan beberapa warga sebagai abu gosok peralatan rumah tangga.