Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Pola Komunikasi Siswa SMAN 1 Barru Nur Alifah; Andi Fausi Adri; Hasriani; Ersha Susanti; Nasaruddin; Nur Fahmi Ramadhan
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana siswa di SMAN 1 Barru berkomunikasi selama kegiatan belajar mengajar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan cara mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang terdiri atas enam pertanyaan dan diberikan kepada 20 siswa sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mendapatkan skor rata-rata terbesar, yaitu 4,00, yang masuk ke dalam kategori tinggi, diikuti oleh penggunaan bahasa gaul dengan skor 3,90 yang juga berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, penggunaan WhatsApp, tingkat kepercayaan diri, kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dalam komunikasi, serta interaksi antara siswa dan guru berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi para siswa lebih sering menggunakan media digital dan bahasa yang tidak resmi. Meski demikian, masih ada hambatan dalam komunikasi resmi, terutama saat berinteraksi dengan guru di lingkungan belajar.
Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh dalam Pemetaan Bagi Guru Geografi dan Siswa SMA Negeri 5 Takalar Hasriyanti Hasriyanti; Rahma Musyawarah; Dermawan Dermawan; Nur Alifah; Ernawati S. Kaseng
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p54-61

Abstract

Pemetaan penggunaan lahan (land use) sebagai salah satu aplikasi dari intrepretasi citra penginderaan jauh merupakan langkah awal untuk meningkatkan dan memperkaya materi tersebut kepada guru-guru geografi dan peserta didik, mengingat materi penginderaah jauh belum dipahami secara mendalam, baik dari segi isi maupun teknik dan aplikasi citra penginderaan jauh. Pembelajaran pada materi penginderaan jauh perlu melibatkan kemampuan individu terutama kemampuan penggunaan teknologi selama proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya interpretasi citra penginderaan jauh untuk pemetaan perubahan penggunaan lahan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pendidikan dan pelatihan aplikasi penginderaan jauh. Pendekatan penelitian yang dilakukan yakni Participatory Action Research. Pelatihan dan penataran tentang pembelajaran penginderaan jauh dengan menggunakan program media komputer mendapat apresiasi dan respon yang sangat positif dari para peserta. Hasil dari kegiatan dapat dilihat dari indikator keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung, peserta tetap mengikuti dengan tekun dan mereka mampu mengoperasikan program pembelajaran penginderaan jauh dengan baik. Terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman pembelajaran penginderaan jauh bagi guru geografi SMA Negeri 5 Takalar. Dimana pada materi kognitif diperoleh peningkatan pada kategori baik yaitu dari 20 % menjadi 89,50 % atau mengalami peningkatan sebesar 69% dari total keseluruhan peserta. 2) Untuk materi sikap diperoleh peningkatan pada kategori baik yaitu dari 25 % menjadi 100 % atau megalami peningkatan sebesar 75% dari total keseluruhan peserta.
Pelatihan Kelompok Tani Bawang Merah Kampong Baru untuk Meningkatkan Daya Tahan Produksi Bawang Merah di Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang Hasriyanti Hasriyanti; Nur Alifah; Zulfikar Fahly
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p143-150

Abstract

Pelaksanaan program pelatihan dan pemberdayaan kelompok tani bawang merah di Kampong Baru, Sulawesi Selatan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial petani dalam menghadapi tantangan budidaya dan pengelolaan usaha tani secara modern. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan partisipatif yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan petani. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap: sosialisasi, pemberdayaan, pengembangan keterampilan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, khususnya dalam pencatatan keuangan sederhana dan penerapan teknik budidaya bawang merah yang efisien. Sebagian petani mulai merancang usaha olahan hasil panen seperti bawang goreng, sebagai strategi diversifikasi pendapatan. Evaluasi kualitatif menunjukkan adanya perubahan perilaku awal peserta dalam pengelolaan usaha tani. Program ini membuktikan bahwa pelatihan yang terstruktur dan partisipatif mampu meningkatkan kemandirian dan profesionalisme petani lokal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi daerah lain dengan karakteristik serupa.
Pendampingan program bank sampah untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di Kecamatan Manggala Kota Makassar Hasriyanti Hasriyanti; Sartina Sartina; Nur Alifah; Hildayanti Hildayanti; Muhammad Taufan Nuryadin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 5 (2026): October (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i5.38240

Abstract

AbstrakPeningkatan volume sampah di Kota Makassar membutuhkan upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pemilahan serta pemanfaatan sampah. Program Bank Sampah menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pemilahan, pemanfaatan sampah bernilai guna, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendampingan Program Bank Sampah dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pendampingan lapangan dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas pengelola Bank Sampah dan masyarakat pengguna layanan Bank Sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan Program Bank Sampah mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan, keterampilan dalam melakukan pemilahan sampah, serta kapasitas pengelola dalam menjalankan kegiatan Bank Sampah secara lebih terorganisasi. Program ini juga mendorong perubahan praktik pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Namun, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan melalui pendampingan berkala, peningkatan partisipasi masyarakat, serta kolaborasi antara pengelola Bank Sampah, masyarakat, dan pihak terkait. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; bank sampah; pengelolaan sampah; pendampingan masyarakat; lingkungan berkelanjutan.  AbstractThe increasing volume of waste in Makassar City requires community-based waste management efforts that can encourage public awareness and participation in waste sorting and utilization activities. The Waste Bank Program serves as one approach to supporting sustainable waste management through waste sorting, the utilization of valuable waste materials, and community empowerment. This community service activity aimed to describe the implementation of the Waste Bank Program assistance in supporting community empowerment and sustainable waste management in Manggala District, Makassar City. The activity employed a descriptive approach through observation, interviews, documentation, and field assistance involving 25 participants consisting of Waste Bank managers and community members using Waste Bank services. The results showed that the Waste Bank Program assistance improved community understanding of sustainable waste management, enhanced skills in waste sorting, and strengthened the capacity of Waste Bank managers to conduct activities in a more organized manner. The program also encouraged changes in waste management practices through waste sorting and the reuse of materials that still have economic value. However, the sustainability of the program requires continuous support through regular assistance, increased community participation, and collaboration among Waste Bank managers, communities, and relevant stakeholders. Keywords: community empowerment; waste bank; waste management; community assistance; sustainable environment.