Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KOMUNIKATA57

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KEDAI KOPI KAMAN DALAM MENINGKATKAN LOYALITAS KONSUMEN Radja Erland Hamzah; Rialdo Rezeky Manogari; Riska Putri Shabrina
KOMUNIKATA57 Vol 1 No 1 (2020): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.676 KB) | DOI: 10.55122/kom57.v1i1.119

Abstract

The development of the coffee business is currently one of the businesses that are in great demand. The large number of coffee shop businesses cause market competition. This market competition is also experienced by Kedai Kopi Kaman which almost resembles menus at other coffee shops in Depok and the same target consumers. The research methodology uses a qualitative approach to the type of qualitative descriptive research and uses a constructivism paradigm. This research uses data collection techniques through interviews, observation, and literature study. Data analysis techniques with data reduction, data display, and drawing conclusions. The data validity technique is data triangulation. This research uses the concept of PENCILS and Four Step. The results showed that the Kedai Kopi Kaman marketing communication strategy was considered effective and supported by social media, through observation and supporting data which stated that the increase in the number of consumers was quite significant, using word of mouth and Instagram social media.
RPTRA SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI PUBLIK KECAMATAN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT DALAM BERINTERAKSI DENGAN WARGA Mukka Pasaribu; Rialdo Rezeky M. L. Toruan; Yuni Retna Dewi
KOMUNIKATA57 Vol 3 No 2 (2022): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v3i2.521

Abstract

DKI Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki ruang publik yang disebut dengan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA). Keberadaan RPTRA diwujudkan sebagai interaksi sosial yang terakomodasi dalam ruang publik sehingga terjadi pembelajaran antara manusia yang satu dengan yang lainnya, komunitas yang satu dengan komunitas yang lain, baik pemerintah dengan masyarakat. Dalam penelitian ini yang menjadi lokasi penelitian ada di Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Tercatat 50 RPTRA di 8 Kecamatan dan 33 Kelurahan yang sudah dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengeksplorasi bagaimana Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat memanfaatkan ruang publik sebagai media komunikasi publik. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi publik dan konsep ruang publik. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode yang digunakan adalah studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat memanfaatkan RPTRA sebagai medium komunikasi publik dalam berinteraksi dengan warga dengan melibatkan bagian lainnya seperti SPKPD dan peran camat dan lurah.
FENOMENA SADFISHING PADA HASTAG #PELAKOR DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Citra Eka Putri; Radja Erland Hamzah; Rialdo Rezeky Manogori Lumban Toruan
KOMUNIKATA57 Vol 4 No 1 (2023): KOMUNIKATA57
Publisher : FISIP IBI-K57 Prodi Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/kom57.v4i1.752

Abstract

Viralnya istilah pelakor (Perebut laki orang) yang ramai menjadi bahan perbincangan media sosial khususnya TikTok di Indonesia, adanya pergeseran nilai privasi yang melahirkan fenomena baru dalam kehidupan sosial antara manusia dengan terpaan penggunaan media sosial, yaitu fenomena sadfishing atau keadaan dimana seseorang mencurahkan masalah kesedihannya di media sosial untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari banyak orang yang melihatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena sadfishing pada penggunaan hastag pelakor di media sosial TikTok. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan konsep sadfishing sendiri menghantarkan dorongan pengguna media sosial untuk memproduksi konten-konten yang memiliki nilai kesedihan yang bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari pengguna media sosial lainnya. Semakin konten yang diproduksi memiliki nilai privasi yang tinggi maka semakin ramai konten tersebut disukai. Disadari atau tidak fenomena sadfishing ini mampu mengikis kesadaran penggunanya untuk berpikir rasional terhadap ruang privasi.