Dandung Adityo Argo Prasetyo
Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EXPLORATION OF WATERCOLOR PAINTING ON LOCAL CULTURE THEMES TO IMPROVE CREATIVITY AND ART SKILLS Dwi Pangesti Aprilia; Ria Fitrasih; Dandung Adityo Argo Prasetyo
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 15 No. 2 (2026): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v15i2.41400

Abstract

The purpose of this research is to improve children's creativity and art skills through the exploration of watercolor painting based on local culture in the Omah Sinau Puntan Community, Ngijo, Semarang. The activity was motivated by the low ability of children to use watercolor as a painting medium and the high dependence on gadgets which reduced creative activities. The method used is a practice-based participatory approach through exploratory training using alternative media such as skewers, salt, candles, soap, tissues, and alcohol. The results showed a significant improvement in the aspects of technical skills, visual expression, and understanding of local cultural values. Children are more daring to experiment with colors, create unique visual effects, and understand the local story philosophy of "Bale Kambang". This program also has positive implications for improving cultural literacy and strengthening children's character through art media.
Realisme Magis pada Cerita Alaming Lelembut dalam Majalah Panjebar Semangat Edisi Januari-Mei Tahun 2025 Dwi Linda Novaviana; Rahma Ari Widihastuti; Dandung Adityo Argo Prasetyo
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 4 (2025): Desember : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i4.10200

Abstract

Javanese society continues to believe that the mystical world coexists with everyday life, as reflected in Javanese literary works published in Panjebar Semangat, particularly in the Alaming Lelembut column. This study examines forms of magical realism in 19 stories published from January to May 2025 using Wendy B. Faris’s theory, which includes the Irreducible Element, the Phenomenal World, Unsettling Doubt, Merging Realism, and the Disruption of Time, Space, and Identity. The findings reveal that; (1) the Irreducible Element appears through magical objects, events, characters, and myth-based beliefs that cannot be explained empirically. (2) The Phenomenal World depicts realistic settings of time, place, objects, and events, while (3) Unsettling Doubt creates ambiguity between the real and the mystical for readers. (4) Merging Realism is shown through the intrusion of spirits into the real world. (5) Disruptions of time, space, and identity blur the boundaries between reality and the supernatural through temporal reappearances of the dead, rapid spatial shifts, and transformations of identity. This study demonstrates that Javanese literature serves as a medium for preserving local wisdom while simultaneously facilitating contemporary cultural transformation.
KETERBACAAN BUKU TEKS GAYENG BASA JAWA KELAS X MENGGUNAKAN TEKNIK CLOZE TEST DI SMA AL-I’TISHOM BOARDING SCHOOL Zidan Rozzaq; Dandung Adityo Argo Prasetyo; Mujimin Mujimin
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.14086

Abstract

The Gayeng Basa Jawa textbook serves as a primary instructional material for Javanese language learning at the senior high school level. However, its readability level and appropriateness for students in boarding school environments with diverse linguistic backgrounds have not been thoroughly examined. This study aims to analyze the readability level of texts in the Gayeng Basa Jawa textbook for tenth-grade students and describe its alignment with students' reading abilities at SMA Al-I'tishom Boarding School Grabag. The research employed a descriptive quantitative design utilizing the cloze test technique through a synonymy scoring approach. A total sampling technique was applied to recruit 17 tenth-grade students as respondents, with six Latin-script texts selected across six chapters serving as textual data. The cloze instruments omitted every third word mechanically regardless of grammatical function. The findings revealed that three texts fell into the instructional category, while the other three reached the independent level. The overall mean readability score was 58.9%, positioning the textbook within the instructional threshold. Consequently, the textbook is appropriate for classroom use, though active teacher mediation remains necessary to help students decipher unfamiliar archaic and borrowed vocabulary. ABSTRAK Buku teks Gayeng Basa Jawa merupakan salah satu bahan ajar utama dalam pembelajaran Bahasa Jawa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun, kesesuaian tingkat keterbacaannya dengan kemampuan siswa di sekolah asrama dengan latar belakang bahasa ibu yang beragam belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan wacana dalam buku teks Gayeng Basa Jawa kelas X serta mendeskripsikan kesesuaiannya dengan kemampuan membaca siswa di SMA Al-I'tishom Boarding School Grabag. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik cloze test menggunakan pendekatan synonymy methods. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling terhadap 17 siswa kelas X sebagai responden, dengan data berupa enam wacana beraksara Latin dari enam bab buku teks tersebut. Instrumen penelitian berupa tes rumpang yang melesapkan kata ketiga secara konsisten tanpa memperhatikan fungsi kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga wacana berada pada tingkat instruksional dan tiga wacana berada pada tingkat independen. Rata-rata skor keterbacaan keseluruhan wacana adalah 58,9%, yang menempatkan buku teks ini pada kategori instruksional. Dengan demikian, buku teks ini layak digunakan sebagai bahan ajar, tetapi siswa tetap memerlukan pendampingan guru untuk memahami kosakata arkais dan istilah serapan yang belum familier.    
BENTUK PEMBELAJARAN EKOPEDAGOGI DALAM TRADISI SUSUK DI SENDANG ARI WULAN DESA SEPAKUNG, KECAMATAN BANYUBIRU, KABUPATEN SEMARANG Sri Prastiti Kusuma Anggraeni; Divario Frolant Aura Ariyanto; Dandung Adityo Argo Prasetyo
TANDA Vol 6 No 05 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i05.3123

Abstract

Penelitian Tradisi Susuk di Sendang Ari Wulan, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, merupakan kearifan lokal yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas keberadaan sumber mata air sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi diperoleh dari kepala desa, kepala dusun, budayawan, serta masyarakat pelaku tradisi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tradisi Susuk berlangsung melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan wilujengan. Kegiatan membersihkan sendang dan saluran irigasi menjadi praktik utama yang membangun kesadaran ekologis melalui pengalaman langsung. Nilai ekopedagogi tercermin dalam gotong royong, kepedulian terhadap sumber air, tanggung jawab kolektif, serta pembelajaran hubungan harmonis antara manusia dan alam. Tradisi Susuk menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi media pembelajaran ekopedagogi berbasis pengalaman dan budaya.