Zakijah Irfin
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANCANGAN KONDENSOR STHE PADA TAHAP EVAPORASI PRARANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT DARI MOLASE DENGAN KAPASITAS 25000 TON/TAHUN Nadia Chafsoh Faradilla; Zakijah Irfin; Rosita Dwi Chrisnandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7483

Abstract

Asam sitrat dapat diproduksi melalui fermentasi molase menggunakan Aspergillus niger. Setelah tahap fermentasi, larutan hasil proses akan melalui tahap evaporasi yang menghasilkan uap air dalam jumlah besar. Uap ini perlu dikondensasikan agar tidak terbuang sia-sia dan menjaga kestabilan sistem. Tujuan studi ini adalah menghitung desain kondensor tipe Shell and Tube Heat Exchanger (STHE) pada prarancangan pabrik asam sitrat kapasitas 25.000 ton/tahun. Uap air sebagai fluida panas akan dikondensasikan menggunakan air pendingin. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh kebutuhan luas perpindahan panas sebesar 317 ft². Spesifikasi alat terdiri dari 80 pipa dengan diameter luar 1 in, panjang 6 ft, dan ketebalan BWG 15. Pipa disusun dalam pola pitch segitiga 1¼ in. Shell memiliki diameter dalam 15,25 in dan dilengkapi empat baffle dengan jarak antar baffle 3,81 in. Hasil evaluasi menunjukkan nilai ∆T LMTD sebesar 91,75°F, koefisien perpindahan panas total (Uc) sebesar 97,34 BTU/jam.ft².°F, serta pressure drop masih dalam batas aman. Fouling factor juga menunjukkan nilai yang dapat diterima. Kondensor yang dirancang dinyatakan layak digunakan dan dapat meningkatkan efisiensi energi serta kestabilan operasi evaporasi.
PENGARUH RASIO PENAMBAHAN PEKTIN PADA PEMBUATAN SELAI MANGGA ,NANAS, DAN SIRSAK Fransisca Maya; Zakijah Irfin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.199

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil buah tropis yang melimpah, oleh karena itu pengolahan buah sangat penting agar dapat meningkatkan nilai jual sekaligus memperpanjang umur simpan buah. Beberapa buah di Indonesia memiliki rasa dan aroma segar yang ideal untuk pembuatan selai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pektin terhadap mutu selai dari beragam buah. Buah yang digunakan pada penelitian ini yaitu buah mangga, sirsak, dan nanas. pektin (P) yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 4 (empat) variabel yaitu P1 = 1,5 gram (0,0075% dari jumlah gula) , P2 = 2 gram (0,01%) , P3 = 2,5 gram (0,0125%) , dan P4 = 3 gram (0,015%). Pada setiap buah dilakukan sebanyak 4 kali pengujian sehingga diperoleh 12 satuan percobaan. Formulasi terbaik dari penelitian ini adalah selai yang dibuat dari rasio pektin P4 = 3 gram (0,015%) pada buah mangga, sirsak dan nanas. Namun kadar air dan serat pada buah juga mempengaruhi proses gelatinisasi selai. Pada buah mangga memiliki komposisi yang pas untuk pembuatan selai dengan deskripsi selai hasil terbaik adalah rasa selai manis, beraroma enak, berwarna kuning cerah serta memiliki tekstur yang ideal untuk selai. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan pektin secara signifikan mempengaruhi tekstur dan warna pada selai.
PEMBUATAN EDIBLE FILM BERBASIS GLUKOMANAN Nur Aminah Hasanah Faizin; Dwina Moentamaria; Zakijah Irfin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i1.510

Abstract

Penggunaan plastik di Indonesia sebagai bahan kemasan untuk memenuhi keperluan seharian sangat besar karena keunggulan sifatnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan sebagai penahan yang baik dan memiliki kelemahan karena sifatnya tidak mudah didegradasi. Akibatnya terjadi penumpukan limbah plastik menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Maka perlu dikembangkan jenis kemasan dari bahan organik yang berasal dari bahan yang terbarukan dan ekonomis, yaitu dengan mengembangkan plastik biodegradable dalam bentuk edible film. Salah satu polisakarida yang digunakan edible film adalah pati dari glukomanan yang berasal dari Umbi Porang. Glukomanan adalah bahan alternatif yang dikembangkan karena adanya kandungan polisakarida yang tinggi dalam umbi porang yaitu mannan yang memiliki kemampuan membentuk lapisan film yang baik. Edible film bertujuan sebagai pengganti kemasan plastik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Carboxymethyl Cellulose (CMC), gelatin, minyak kelapa, gliserol, dan lidah buaya terhadap pembuatan edible film. Pembuatan edible film dilakukan dengan metode melalui 1) pencampuran bahan dan pemanasan pada suhu 50⁰C - 85⁰C, 2) pencetakan hasil pada plat kaca, 3) pemanasan pada suhu 60⁰C selama 1 hari, 4) uji hasil. Hasil terbaik edible film diperoleh dengan formulasi CMC 1 g, gelatin 2 g, gliserol 3 mL, minyak kelapa 0,7 mL, dan 10 mL larutan lidah buaya. Produk edible film yang dihasilkan memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) yaitu ketebalan 0,05 mm, kuat tarik 8,03 kgf/cm2, elongasi 12,57%, dan laju transmisi uap air 1,006 g/m2hari. Formulasi ini menunjukkan bahwa edible film dapat digunakan sebagai kemasan pangan.
DAUR ULANG AIR LIMBAH MENGGUNAKAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MAKE UP WATER COOLING TOWER DI PT NUTRICIA INDONESIA SEJAHTERA Taufik Hidayat Ramadhon; Zakijah Irfin; Agung Nugroho
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i2.2686

Abstract

Penggunaan air bersih di PT Nutricia Indonesia Sejahtera berkisar antara 35-40 m3 sepanjang tahun 2022.  Penggunaan air bersih yang berasal dari PDAM dan sumur harus ditekan penggunaannya untuk mengurangi biaya produksi di perusahan tersebut. Unit cooling tower adalah unit yang paling besar menyerap penggunaan air bersih hingga mencapai 21 m3/hari. Salah satu inovasi yang memberikan dampak secara langsung terhadap upaya pengurangan penggunaan air bersih adalah mendaur ulang air limbah yang akan digunakan sebagai make up water cooling tower menggunakan reverse osmosis. Spesifikasi air sebelum masuk proses reverse osmosis memiliki parameter yang harus dipenuhi terutama kandungan TDS dari air limbah tersebut. Air limbah PT Nutricia Indonesia Sejahtera memiliki kandungan TDS sebesar 1225 mg/L. JIka spesifikasi air tersebut langsung diaplikasikan maka akan menyebabkan proses reverse osmosis mengalami permasalahan seperti fouling yang menyebabkan membran menjadi mampat, banyak aliran reject, periode proses cleaning yang cepat, sehingga proses menjadi tidak efisien dan air yang didaur ulang tidak maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mencegah fouling dengan pretreatment tambahan sebelum memasuki reverse osmosis dengan menggunakan membran  Ultra Filtration (UF) jenis hollow fiber. Inovasi ini mampu menurunkan penggunaan air bersih di PT Nutricia Indonesia Sejahtera hingga 5.46 m3/hari.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN Felicia Arviana; Nanik Hendrawati; Zakijah Irfin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5058

Abstract

Pendirian pabrik karbon aktif ini menjadi solusi dari banyaknya tempurung kelapa yang terbuang sia-sia karena masih menghadapi beragam kendala sehingga tempurung kelapa belum dapat termanfaatkan dengan baik. Dengan adanya pabrik ini maka akan memaksimalkan manfaat tempurung kelapa yang dimana dalam satu buah kelapa memiliki komposisi tempurung sebesar 13,5%. Pabrik karbon aktif ini menggunakan bahan baku dari tempurung kelapa yang berkapasitas 40.000 ton/tahun. Pabrik ini berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang beroperasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Tujuan dari analisis ekonomi ini yaitu untuk mendapatkan perkiraan mengenai kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi karbon aktif. Hasil analisa ekonomi yang didapatkan, Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 148.650.837.009. Sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp 598.719.936.716,88. Analisa perhitungan yang telah dilakukan yaitu laba kotor yang didapatkan sebesar Rp 41.280.063.283 dan laba bersih sebesar Rp 28.951.044.298,19. Laju pengembalian modal (ROI) sebelum pajak sebesar 33% dan setelah pajak sebesar 23%. Lama pengembalian modal (POT) sebelum pajak 2,64 tahun dan setelah pajak 2,1 tahun. Break even point (BEP) sebesar 79%. Laju pengembalian modal lebih besar dibandingkan dengan bunga bank, sehingga pabrik karbon aktif ini layak untuk didirikan. IRR sebesar 19% lebih besar daripada bunga bank yaitu sebesar 15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pabrik karbon aktif dari tempurung kelapa layak untuk didirikan.
PENENTUAN DESAIN TRAY DAN PLATE PADA KOLOM DISTILASI UNTUK PEMISAHAN ALPHA TERPINEOL DARI TERPENTIN DENGAN KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN Alfida Bella Virnanda; Zakijah Irfin; Ariani Ariani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6627

Abstract

Menara distilasi memainkan peran vital dalam industri kimia untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya. α-terpineol merupakan senyawa turunan dari α-pinene yang membutuhkan kemurnian tinggi untuk berbagai aplikasi industri. Oleh karena itu α-terpineol yang sudah dihasilkan perlu dilakukan distilasi lebih lanjut untuk mendapatkan kemurnian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain menara distilasi kolom untuk pemurnian α-terpineol dari terpentin dengan kapasitas 4.500 ton/tahun yang dimana difokuskan pada perhitungan tray dan plate. Metode perancangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada persamaan Antoine dan Van der Waals yang mana dilakukan untuk melakukan pendekatan dalam segi termodinamika. Pendekatan ini meliputi perhitungan keseimbangan materi, energi, desain tray, serta bejana luar. Proses perancangan dimulai dengan pengumpulan data awal seperti laju alir, tekanan operasi, dan temperatur. Perhitungan dilakukan menggunakan aplikasi miicrosoft excel untuk menentukan kondisi operasi pada feed, distilat, dan bottom yang diperoleh dari neraca massa. Spesifikasi menara distilasi yang dirancang meliputi penggunaan tray tipe sieve dengan bahan konstruksi carbon steel SA-167 grade 10 type 310. Berdasarkan hasil perhtiungan, didapatkan diameter kolom distilasi adalah 1,16 meter dengan flooding velocity sebesar 1,053 m/s dan area aktif sebesar 1,01 m2.
OPTIMASI VARIASI SUHU DAN KONSENTRASI KATALIS ASAM SULFAT TERHADAP HASIL SINTESIS ALPHA-TERPINEOL Muhammad Fahreza Alif Maulana; Zakijah Irfin; Listiyana Candra Dewi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i3.6676

Abstract

Terpineol adalah salah satu golongan senyawa monoterpena yang dibuat secara alami dari minyak pinus dan biasa disebut terpentin. Terpentin dihasilkan dari distilasi getah pohon pinus sebagai produk distilat yang berbentuk cair yang merupakan salah satu produk unggulan non kayu PT Perhutani di Indonesia. Produksi minyak terpentin dari getah pinus sangat melimpah namun hanya dijual mentah dan tidak diolah lebih lanjut. Terpentin mengandung alpha-pinene yang merupakan bahan utama pembuatan alpha-terpineol, alpha-terpineol tersebut banyak digunakan sebagai bahan baku utama pada industri seperti parfum, detergen dan lainnya. Hidrasi alpha-pinene dengan katalis asam dapat menghasilkan senyawa terpineol melalui reaksi terpin hydrate dengan melibatkan etanol untuk melarutkan air dalam minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari suhu dan penambahan katalis yang paling optimal dalam menghidrasi alpha-pinene sehingga didapatkan alpha-terpineol dalam jumlah maksimal. Pada penelitian ini sintesis alpha-terpineol menggunakan katalis asam sulfat dengan variasi konsentrasi 15% dan 20% serta variasi suhu 65˚C, 75˚C dan 85˚C. Metode yang digunakan yaitu pemanasan serta pengadukan sampai mencapai suhu tersebut. Lalu dilakukan pendinginan, pemisahan dan netralisasi dengan penambahan NaOH hingga pH 7. Setelah itu dilakukan distilasi untuk mendapatkan alpha-terpineol yang lebih murni. Sampel hasil sintesis dianalisis dengan alat Gas Chromatography dan didapatkan konversi alpha-pinene tertinggi sebesar 98% dengan yield sebesar 73,05% alpha-terpineol pada suhu 75˚C dan konsentrasi katalis asam sulfat 20%.
ANALISIS KELAYAKAN PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN ALPHA TERPINEOL DARI TERPENTIN DENGAN KAPASITAS 4.500 TON/TAHUN BERDASARKAN EVALUASI EKONOMI Anggun Febi Savira; Zakijah Irfin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6723

Abstract

Terpentin merupakan produk yang seringkali disebut sebagai hasil samping dari pembuatan gondorukem. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelayakan pendirian abrik kimia pembuatan α-terpineol dari terpentin dengan kapasitas 4.500 ton/tahun. Pabrik direncanakan didirikan di Karawang New Industry City, Jawa Barat dengan kapasitas 4.500 ton/tahun dan beroperasi selama 330 hari/tahun, 24 jam per hari dengan 60 orang pekerja. Analisis kelayakan ekonomi dilakukan dengan menghitung kebutuhan modal (meliputi: FCI, TCI, WCI), menghitung biaya produksi (meliputi: DPC, FC, POC, General Expenses, TPC), serta analisis profitabilitas (meliputi: Laba perusahaan, ROI, POT, BEP, SDR, IRR). Indikator kelayakan suatu pra-rancangan pabrik adalah jika IRR lebih besar dari suku bunga bank yang berlaku maka usaha layak untuk didirikan. Laba kotor serbesar $ 163.866.011,40 dan laba bersih serbersar $ 213.022.264,15. Rater of Inverstmernt (ROI) berrnilai serbersar 24% dan Pay Out Timer (POT) serlama 2,97 tahun. Break Ervent Point (BEP) bernilai serbesar 47,1% dari kapasitas, Shut Down Point (SDP) berada di kapasitas 22,5%, dan nilai Internal Rate of Return (IRR) serbesar 22,18%. Dari perhitungan analisis ekonomi nilai IRR yang di dapat lebih besar dari nilai bunga bank 12% sehingga pabrik kimia pembuatan α-terpineol layak untuk didirikan.
APLIKASI TUNING DENGAN METODE COHEN-COON PADA PENGENDALI SUHU AIR (SE 404) SECARA SIMULASI DAN PRAKTIKUM Moch. Ikhsan Wahyudi; Zakijah Irfin; Profiyanti Hermien Suharti; Heny Dewajani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.6776

Abstract

Tuning merupakan proses penentuan parameter pengontrol untuk mendapatkan nilai respon kontrol yang optimal. Respon suatu plant dapat diatur melalui pemilihan parameter-parameter kendali yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan respon dari pengendali suhu air ditinjau dari Integral Absolute Error (IAE), overshoot, dan response time menggunakan metode Cohen-Coon yang dilakukan secara simulasi menggunakan Scilab 6.1.1 dan praktikum. Pada sistem pengendalian terdapat beberapa variabel diantaranya process variable, manipulated variable, set point, dan disturbance. Penelitian diawali dengan melakukan tuning pada mode open loop untuk menentukan persamaan fungsi hantar proses. Kemudian, nilai Kp, ti, dan tD dihitung menggunakan persamaan tuning metode Cohen-Coon dengan memasukkan nilai Kp 0,21; t 6,5 detik; td 2,28 detik; dan tc 4,39 detik. Tahap akhir dari penelitian ini yaitu analisis hasil respon tuning dari metode Cohen-Coon secara simulasi dan praktikum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) cenderung menghasilkan respon tuning yang lebih baik dibandingkan dengan sistem kontrol lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kontrol terbaik pada pengendali suhu air yaitu Proportional Integral Derivative Controller yang menghasilkan respon berupa offset, overshoot, dan response time berturut-turut sebesar 7,159%; 0,163; dan 24,030 detik pada hasil praktikum.
PERHITUNGAN NILAI PARAMETER KELARUTAN HILDEBRAND PELARUT CAMPURAN ORGANIK DALAM EKSTRAKSI BITUMEN Galih Pamungkas Indragiri; Zakijah Irfin; Dwina Moentamaria; Eko Naryono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6925

Abstract

Pemilihan pelarut dalam ekstraksi bitumen berdasarkan nilai rendemen yang dihasilkan menghabiskan biaya besar dan proses panjang. Pelarut yang belum banyak digunakan adalah pelarut campuran organik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan pelarut campuran organik serta mencari formulasi pelarut yang sesuai untuk ekstraksi bitumen. Penentuan formulasi ini menggunakan parameter kelarutan hildebrand yang berfungsi untuk mendapatkan indeks kelarutan yang mendekati dengan bitumen asbuton yang akan diekstrak dengan berbasis pada pelarut campuran organik untuk cat yaitu thinner. Formulasi ini mengacu pada pemilihan bahan organik dengan campuran low boiling point 10-30%, medium boiling point 25-45%, high boiling point 45-60%. Dengan acuan tersebut dalam penelitian ini menggunakan formula 60[T]:30[PA]:10[EP], 55[T]:35[PA]:10[EP], 45[T]:45[PA]:10[EP], 60[T]:25[PA]:15[EP], 50[T]:30[PA]:20[EP], 55[T]:30[PA]:15[EP], dan 55[T]:25[PA]:20[EP] dimana [T] adalah toluen, [PA] adalah propil asetat, dan [EP] adalah etil propionat. Nilai parameter tersebut dihitung menggunakan Ms. Excel. Nilai parameter kelarutan hildebrand formula tersebut adalah 18,0401; 17,9919; 17,8779; 18,0472; 17,9505; 18,0024; dan 18,0010 MPa0,5 berturut-turut. Pelarut campuran organik dari toluen, propil asetat dan etil propionat dapat melarutkan bitumen dari asbuton. Formula komposisi yang memiliki kedekatan nilai parameter kelarutan Hildebrand dengan bitumen 19,1502 MPa0,5 adalah 60[T]:25[PA]:15[EP] sebesar 18,0472 MPa0,5.