Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN OMZET KELOMPOK USAHA LELE ARDAN DESA CURAH COTTOK SITUBONDO Andina Mayangsari; Riza Rachman; Andrew Joewono; Gunawan Abdi Tauhid; Alindi Ristianti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7271

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya internet dan media sosial (Instagram dan TikTok), telah mengubah cara bisnis berinteraksi dengan konsumen, menjadikan pemasaran digital sebagai strategi krusial bagi UMKM. Kelompok budidaya ikan lele "ARDAN" di Desa Curah Cottok, Situbondo, menghadapi kendala serius dalam pemasaran, di mana mereka hanya mengandalkan penjualan konvensional kepada pengepul yang menghasilkan keuntungan yang sangat kecil (Rp1.331.000,- per panen). Mitra juga belum memiliki kemampuan dan akun untuk memanfaatkan media sosial dalam memasarkan produk olahannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (dosen UNARS dan UKWMS serta mahasiswa) melaksanakan program yang berfokus pada peningkatan value produk (lele asap siap saji) dan peningkatan volume penjualan melalui pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi mengenai penggunaan platform Instagram dan TikTok. Pelatihan dirancang secara aplikatif, membimbing peserta untuk membuat akun bisnis, memanfaatkan fitur toko, membuat konten yang menarik (termasuk Reels/TikTok Video), hingga cara membaca analitik akun. Kegiatan pelatihan yang diikuti Kelompok budidaya lele Ardan dan UMKM ini berhasil memberikan transformasi pola pikir dan keterampilan digital kepada mitra. Jika sebelumnya mitra hanya menjual secara tradisional, kini mereka memiliki wawasan bahwa media sosial adalah alat pemasaran yang potensial, serta telah berhasil memiliki akun bisnis di kedua platform. Hasil ini sejalan dengan program pemerintah desa untuk hilirisasi produk dan menaikkan kelas UMKM. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi konten dan kualitas visual, yang akan diatasi melalui pendampingan berkelanjutan oleh tim pengabdian untuk mencapai keberlanjutan (sustainable) usaha.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI SIAPIK SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN PENCATATAN KEUANGAN KELOMPOK USAHA LELE ARDAN Riza Rachman; Andrew Joewono; Andina Mayangsari; Alindi Ristianti; Gunawan Abdi Tauhid
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7270

Abstract

Kelompok budidaya ikan lele ARDAN di Desa Curah Cottok, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo menghadapi kendala dalam melakukan pencatatan keuangan yang masih bersifat manual, tidak efisien, dan berisiko menimbulkan kesalahan pengelolaan dana usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen keuangan kelompok melalui pelatihan penggunaan SiAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Keuangan) sebagai media pencatatan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan 20 peserta dari kelompok budidaya ikan lele dan UMKM sekitar. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan dan sosialisasi, pelaksanaan pelatihan berbasis simulasi transaksi riil, serta pendampingan dan evaluasi daring. Kegiatan ini didasarkan pada temuan penelitian terdahulu yang menunjukkan efektivitas pelatihan berbasis praktik lapangan dalam meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan digital masyarakat. Hasil pelatihan menunjukkan peserta mampu menginstal dan mengoperasikan aplikasi SiAPIK secara mandiri serta memahami proses pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan pelaporan keuangan secara otomatis. Peserta juga mulai menerapkan sistem pencatatan digital dalam aktivitas usaha sehari-hari. Secara keseluruhan, pelatihan SiAPIK terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, memperkuat literasi digital pelaku UMKM, serta menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan lainnya.
MENGAPA SHOPEE DAN TIKTOK MENJADI PLATFORM E-COMMERCE FAVORIT BELANJA SAAT INI DI SITUBONDO Randika Fandiyanto; alif farhan romadhani; rik Ardiyanto; Gunawan Abdi Tauhid; Mohammad Nanda Rafliansyah
Growth Vol 24 No 1 (2026): MEI
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v24i1.7594

Abstract

The rapid development of digital technology and increasing internet accessibility have transformed consumer shopping behavior and accelerated the growth of e-commerce in Indonesia, including Situbondo Regency. Shopee and TikTok have emerged as two of the most preferred platforms due to their competitive prices, promotional strategies, technological features, convenience, and interactive shopping experiences. This study aims to identify and analyze the factors that make Shopee and TikTok the preferred e-commerce platforms among consumers in Situbondo, particularly in terms of promotions, price and incentives, shoppertainment, transaction convenience, content, and live commerce. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were obtained through observations of e-commerce reports, relevant scientific literature, previous research, and supporting theories related to consumer behavior and digital marketing. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that promotions and competitive prices are the primary factors influencing consumer preferences for Shopee and TikTok. Shopee is more commonly preferred for routine purchases because of its relatively stable prices, promotional programs, and free-shipping incentives. Meanwhile, TikTok is more dominant in product discovery and impulsive purchasing through short-form videos, creator content, personalized recommendations, and live commerce. The shoppertainment concept provides consumers with an entertaining and interactive shopping experience that encourages product discovery and stimulates purchasing intentions. Ease of payment, transaction convenience, reliable logistics, and increasing digital literacy also contribute to e-commerce adoption in Situbondo. These findings suggest that local MSMEs and sellers should optimize promotional features, content marketing, and live commerce on both platforms to increase product visibility and sales