Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SINERGI MULTIDISIPLIN UNTUK PEMBERDAYAAN, TATA KELOLA KESEHATAN, DAN PENDIDIKAN TERINTEGRASI DI BISSOLORO KABUPATEN GOWA Julia Fitrianingsih; Alimuddin Alimuddin; Dian Meiliani Yulis; Hairuddin K; Bachtiar Baso
Journal of Career Development Vol 4, No 1 (2026): Journal of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v4i1.236

Abstract

Kesehatan dan pendidikan merupakan dua pilar pembangunan sumber daya manusia yang saling menopang, namun aksesnya masih timpang di wilayah pedesaan yang secara geografis relatif terpencil. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui penguatan tata kelola kesehatan dan mutu pendidikan secara terintegrasi di Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada 25–26 Juni 2026 oleh Program Pascasarjana Universitas Megarezky bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Pascasarjana, menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan mencakup dua bidang, yaitu bidang kesehatan (pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, penyuluhan kesehatan, serta edukasi penelitian di sekolah) dan bidang pendidikan (penyuluhan dan sosialisasi pendidikan bagi siswa, guru, dan orang tua). Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, ditemukannya sejumlah warga dengan indikasi penyakit tidak menular yang sebelumnya tidak disadari, serta meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat dan pentingnya pendidikan berkelanjutan. Pendekatan multidisiplin yang memadukan kesehatan dan pendidikan terbukti memberikan dampak yang lebih menyeluruh, dan peran organisasi alumni memperkuat koordinasi serta keberlanjutan program. Kegiatan sejenis direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan cakupan sasaran yang lebih luas.Kata kunci: pengabdian masyarakat; multidisiplin; kesehatan; pendidikan; pemberdayaan
SOSIALISASI URBAN FARMING TANAMAN HERBAL BERNILAI EKONOMI SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BISSOLORO KABUPATEN GOWA Hardiyono Hardiyono; Alimuddin Alimuddin; Hairuddin K; Muamar Asykur; Bachtiar Baso
Journal of Career Development Vol 4, No 1 (2026): Journal of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v4i1.237

Abstract

Keterbatasan lahan dan belum optimalnya pemanfaatan pekarangan menjadi tantangan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga di wilayah pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan urban farming tanaman herbal bernilai ekonomi sebagai upaya pemberdayaan di Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan merupakan bagian dari rangkaian pengabdian bertema Sinergi Multidisiplin yang diselenggarakan Program Pascasarjana Universitas Megarezky bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Program Pascasarjana pada 25–26 Juni 2026. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi dan praktik langsung penanaman tanaman herbal pada media terbatas seperti polibag dan wadah bekas. Materi mencakup pemilihan tanaman herbal bernilai ekonomi seperti jahe merah, kunyit, serai, kencur, kelor, dan lidah buaya, teknik budi daya sederhana, serta peluang pengolahan dan pemasaran produk turunannya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi peserta yang tinggi serta meningkatnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan dan potensi ekonomi tanaman herbal. Sosialisasi urban farming terbukti menjadi pendekatan yang relevan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan. Kegiatan direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan pendampingan berkala hingga tahap pengolahan dan pemasaran produk.Kata kunci: urban farming; tanaman herbal; nilai ekonomi; pemberdayaan masyarakat
Legal Certainty for Small and Medium Enterprises in Agrarian Regions of South Sulawesi Alimuddin Alimuddin; Hardiyono Hardiyono; Dian Meiliani Yulis; Ifah Finatry Latiep; A. Resky Fausia Putri
Journal of Entrepreneur, Business and Management Vol 4, No 1 (2026): Journal of Entrepreneur, Business and Management
Publisher : Entrepreneurship Undergraduate Program at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jebm.v4i1.233

Abstract

Small and medium enterprises operating in agrarian regions depend on land as both a productive asset and collateral, yet a substantial share of that land remains unregistered. This study examines how legal certainty shapes business practice among SMEs in the agrarian districts of South Sulawesi, and identifies the institutional barriers that obstruct it. The study employed an empirical juridical approach combining statutory and conceptual analysis with field data obtained through structured interviews with SME operators, village officials, land agency staff, and cooperative supervisors across three agrarian districts. Data were analysed qualitatively using interactive analysis and triangulated against land administration records and regional regulations. The findings indicate that legal uncertainty for agrarian SMEs originates from three interlocking sources: unregistered land tenure that prevents the conversion of customary and inherited holdings into bankable collateral, fragmented business licensing in which the risk-based licensing regime has not been fully absorbed by district-level implementing units, and weak contractual formalisation in trading relationships between farmers, collectors, and processors. These conditions restrict access to formal credit, weaken bargaining positions in supply chains, and expose businesses to disputes that are resolved informally at considerable cost. The study concludes that legal certainty for agrarian SMEs cannot be achieved through licensing simplification alone, and recommends an integrated approach linking systematic land registration, one-stop licensing assistance at village level, and contract literacy programmes.Keywords: legal certainty; small and medium enterprises; agrarian region; land registration; business licensing.