Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL BUDIDAYA KACANG TANAH DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Tika Leoni Putri; Dedeh Kurniasih; Sri Valdo Pangestu; Putri Mariska Fahmi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50 No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i3.19637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan budidaya kacang tanah dengan menggunakan teknologi bokasih ampas tahu sebagai pupuk organik. Metode yang digunakan adalah menghitung rasio profabilitas, pendapatan, BEP produksi dan BEP harga. Budidaya kacang tanah dengan penerapan bokasih ampas tahu menunjukkan peningkatan pendapatan dibandingkan dengan budidaya tanpa penggunaan teknologi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan budidaya kacang tanah menggunakan bokasih ampas tahu mencapai Rp. 736.000, sementara budidaya tanpa bokasih hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 512.000. Pemberian pupuk bokashi ampas tahu dapat memberikan produksi yang lebih tinggi yaitu 3,6 ton/ha dibandingkan dengan tanpa pemberian bokashi ampas tahu yaitu 2,5 ton/ha sehingga teknologi ini layak diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha budidaya kacang tanah secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi pemanfaatan limbah ampas tahu sebagai bahan bokasih yang ekonomis dan ramah lingkungan dalam budidaya kacang tanah.
Pendampingan Kelompok Tani dalam Penerapan Teknik Pembronsongan Buah untuk Pengendalian Hama Kakao Refki Sanjaya; Soleha Soleha; Abdul Azis; Jamaludin Adimiharja; Dian Latifathul Mar’ah; Tika Leoni Putri; Putri Mariska Fahmi; Irene Zaqyah
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v6i1.85

Abstract

Cocoa production in Indonesia is hampered by pest attacks, namely the fruit-sucking bug Helopeltis spp. And the cocoa pod borer Conopomorpha cramerella. Both pests reduce the quality and quantity of the harvest. This training aims to accompany cocoa farmers in implementing fruit-bagging techniques as an environmentally friendly pest prevention and management. The activity was carried out in Sidomulyo Village, Semaka District, Tanggamus Regency, using extension methods, field demonstrations, and direct practice with farmers. The results showed a notable increase in farmers' understanding of pest identification and their proficiency in applying the cocoa fruit bagging technique. Monitoring of demonstration plots revealed that bagging effectively reduced pest attack intensity from 48% in control plants to 15% in bagged fruits, while the proportion of healthy, harvestable pods increased from 52% to 85%. This technique is considered effective, low-cost, easy to implement, and free from chemical inputs, making it highly suitable for small-scale cocoa farmers. The activity also demonstrated the potential of participatory field-based training in accelerating technology adoption at the grassroots level, thereby supporting the sustainability of cocoa production and the welfare of farming communitie
Pengaruh Tingkat Kematangan Kulit Buah dan Suhu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia, Sensori, dan Kandungan Fitokimia Seduhan Cascara Kopi Robusta Putri Mariska Fahmi; Maryanti Maryanti; Febrina Delvitasari; Widia Rini Hartari
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): September 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.701

Abstract

Cascara merupakan hasil samping pengolahan kopi yang berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif, terutama polifenol. Pemanfaatan cascara dipengaruhi oleh tingkat kematangan buah dan suhu pengeringan yang dapat menentukan karakteristik kimia dan sensori produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kematangan kulit kopi robusta (merah, kuning, hijau, campuran merah-kuning, dan campuran merah-kuning-hijau) dan suhu pengeringan (50 °C dan 80 °C) terhadap karakteristik kimia dan sensori seduhan cascara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 5×2 dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi analisis kimia kadar air, kadar abu, pH seduhan, total polifenol, serta uji sensori (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Pengeringan pada suhu 80 °C menghasilkan kadar air lebih rendah, sedangkan kadar abu tertinggi diperoleh pada perlakuan kulit hijau suhu 80 °C. Nilai pH seduhan berkisar antara 5,82–6,77. Kandungan polifenol tertinggi diperoleh pada kulit merah suhu 80 °C. Secara sensori, perlakuan kulit merah pada suhu 50 °C menunjukkan tingkat penerimaan keseluruhan terbaik. Dengan demikian, tingkat kematangan bahan baku dan suhu pengeringan merupakan faktor penting dalam menentukan mutu kimia dan sensori seduhan cascara kopi robusta.