Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

7 PENGARUH STIMULASI MOTORIK HALUS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI TAMAN KANAK – KANAK PERTIWI TIRIPAN BERBEK NGANJUK Utami, Rahayu Budi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 nomor 1 tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.979 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i1.410

Abstract

Pada masa anak prasekolah perkembangan motorik halus sangatlah penting karena motorik halus merupakan aspek dasar anak untuk menuju pada masa sekolah, sepertimemegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf, angka, dan berhitung. Bilaperkembangan motorik halus ini terlambat berbahaya bagi penyesuaian sosial dan pribadianak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stimulasi motorik halusterhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun di TK Pertiwi TiripanBerbek Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one grouppre test-post test desaign. Dengan menggunakan sampling jenuh dan 20 responden.Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian stimulasi motorik halus,dengan uji Wilcoxon dengan α = 0,05 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh stimulasi motorikhalus terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun dengan ρ = 0,025< α = 0,05. Dengan demikian stimulasi motorik halus dapat merangsang kemampuandasar anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kata kunci : Stimulasi, Motorik Halus, Prasekolah
Rahayu PEMBERIAN DONGENG MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK RASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA I KEMADUH DESA KEMADUH KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK: PEMBERIAN DONGENG MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK RASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA I KEMADUH DESA KEMADUH KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK Utami, Rahayu Budi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 2 (2017): volume 1 nomor 2 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.251 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i2.696

Abstract

Pemberian bercerita secara efektif jelas akan terjadi proses kemampuan bahasa dan mengembangkan bahasanya anak mencapai titik maksimal. Dengan membacakan buku atau mendongeng sama dengan mengenalkan kosa kata baru pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita 1 Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian ini Pra-Eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design pada tanggal 28 Maret – 08 April 2016 di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk pada anak prasekolah dengan populasi 20 anak. Teknik total sampling dengan 20 responden. Dalam penelitian ini variabel independen pemberian dongeng melalui audio visual variabel dependen perkembangan bahasa anak prasekolah dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05. Hasil penelitian sebelum diberikan dongeng melalui audio visual yaitu 7 responden (23,33%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulai lebih intensif. Sesudah diberikan dongeng tidak satupun dari responden (0,00%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulasi lebih intensif. Hasil uji didapatkan p value = 0,003 ≤ α = 0,05 maka Ha ditrima berarti ada pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Pemberian dongeng adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Sehingga peran aktif orang tua perlu untuk meningkat perkembangan bahasa anak dengan memberikan dongeng.
Kegiatan Mewarnai Gambar Dalam Mestimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Pra-Sekolah Utami, Rahayu Budi; Nurhayati, Risa; Dwiyanti, Adelia Nur
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27247

Abstract

Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot halus serta memerlukan koordinasi antara mata dan tangan. Motorik halus yang terganggu dapat menyebabkan kesulitan dalam mengeksplor lingkungan dan kesulitan dalam proses belajar di sekolah. Stimulasi motorik halus pada anak usia prasekolah perlu dilakukan sebagai permulaan prasekolah dalam menulis dan menggambar. Untuk meningkatkan motorik halus diperlukan stimulasi, salah satu stimulasi untuk meningkatkan motorik halus adalah mewarnai gambar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita I Werungotok Kabupaten Nganjuk, dengan melibatkan 29 anak usia 4-6 tahun. Metode yang digunakan dengan mengukur perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum kegiatan mewarnai (pretest) dan setelah mewarnai (posttest). Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum mewarnai 31% menjadi 75,9% setelah mewarnai. Kegiatan ini membuktikan bahwa mewarnai gambar pada anak prasekolah dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi melalui koordinasi antara mata dan tangan anak sehingga perkembangan motorik halus akan berkembang optimal sesuai usia
Factors related to mothers' compliance with MR immunization Prihatiningsih, Prihatiningsih; Utami, Rahayu Budi; Damayanti, Dini Fitri
ELECTRON (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 3 (2024): ELECTRON (Journal of Science and Technology)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/electron.v6i3.657

Abstract

The Measles–Rubella (MR) vaccine is a combined vaccine intended to prevent measles and rubella, two infectious diseases that can cause serious health complications in children and women of reproductive age. Despite the national MR immunization program, coverage remains suboptimal in several areas. Data from the Tuan Tuan Community Health Center, Benua Kayong District, in 2018 showed that during School Children Immunization Month (BIAS), only 281 out of 767 elementary school students received the MR vaccine, and five elementary schools refused MR immunization due to parental considerations. This study aimed to analyze factors associated with maternal compliance with MR immunization among elementary school students in the working area of the Tuan Tuan Community Health Center, Ketapang Regency. This study employed an analytical cross-sectional design. The sample consisted of 106 parents of first-grade elementary school students in Tuan Tuan Village, Benua Kayong District, Ketapang Regency. Samples were selected using simple random sampling, with proportional sampling applied to each elementary school. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed statistically. The results showed that maternal age was significantly associated with MR immunization compliance, while maternal occupation, socioeconomic status, and maternal knowledge were not associated with compliance. Environmental support was found to have a significant relationship with maternal compliance with MR immunization. In conclusion, maternal age and environmental support were factors associated with maternal compliance with MR immunization among elementary school students in Tuan Tuan Village. Strengthening environmental support and targeted health education may improve MR immunization coverage in this area.
Differences in knowledge and attitudes of bride to be women before and after receiving health education about preconception nutrition through a WhatsApp group Andriani, Evi; Sulistiawati, Rini; Utami, Rahayu Budi; Argaheni, Niken Bayu
ELECTRON (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 3 (2024): ELECTRON (Journal of Science and Technology)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/electron.v6i3.659

Abstract

Preconception health, particularly nutritional status, is a crucial factor in pregnancy preparation and is closely associated with maternal and neonatal outcomes. In West Kalimantan, the proportion of pregnant women at risk of Chronic Energy Deficiency (CED) reached 14.0% in 2017. Additionally, the prevalence of Low Birth Weight (LBW) increased from 3.20% in 2016 to 3.62% in 2017. This study aimed to determine differences in knowledge and attitudes of prospective brides before and after receiving health education on preconception nutrition delivered through a WhatsApp group in the West Pontianak Office of Religious Affairs (KUA) area. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 41 respondents were selected using consecutive sampling. Primary data were collected using a structured questionnaire. The results showed a significant improvement in both knowledge and attitudes of prospective brides after the health education intervention, with a p-value < 0.05 (p = 0.000). In conclusion, health education delivered through WhatsApp groups is effective in improving knowledge and attitudes regarding preconception nutrition among prospective brides.