Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The effectiveness of peer group health education in improving adolescents’ knowledge of menstrual personal hygiene Masytah, Masytah; Fitriani, Henny; Utami, Rahayu Budi
ELECTRON (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2024): ELECTRON (Journal of Science and Technology)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/electron.v6i1.646

Abstract

Adolescents often lack adequate knowledge about personal hygiene during menstruation, which can increase the risk of reproductive health problems. Effective educational strategies, such as the peer group method, are needed to improve adolescents’ understanding because information delivered by peers tends to be more easily accepted and understood. This study aimed to determine the differences in adolescents’ knowledge before and after receiving health education using the peer group method on personal hygiene during menstruation at SMP Negeri 21 Pontianak. This research employed a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 34 respondents selected through probability sampling. Data were collected from March 26 to April 3, 2019, using a structured questionnaire. Univariate and bivariate analyses were conducted to examine changes in knowledge levels. The results showed a p-value of 0.001, indicating a statistically significant difference in knowledge before and after the intervention (p < 0.05). The findings demonstrate that peer group–based health education is effective in increasing adolescents’ knowledge regarding menstrual personal hygiene. Therefore, the peer group method can be considered a beneficial approach for reproductive health education among young women at SMP Negeri 21 Pontianak.
7 PENGARUH STIMULASI MOTORIK HALUS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI TAMAN KANAK – KANAK PERTIWI TIRIPAN BERBEK NGANJUK Utami, Rahayu Budi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 nomor 1 tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.979 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i1.410

Abstract

Pada masa anak prasekolah perkembangan motorik halus sangatlah penting karena motorik halus merupakan aspek dasar anak untuk menuju pada masa sekolah, sepertimemegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf, angka, dan berhitung. Bilaperkembangan motorik halus ini terlambat berbahaya bagi penyesuaian sosial dan pribadianak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stimulasi motorik halusterhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun di TK Pertiwi TiripanBerbek Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one grouppre test-post test desaign. Dengan menggunakan sampling jenuh dan 20 responden.Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian stimulasi motorik halus,dengan uji Wilcoxon dengan α = 0,05 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh stimulasi motorikhalus terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun dengan ρ = 0,025< α = 0,05. Dengan demikian stimulasi motorik halus dapat merangsang kemampuandasar anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kata kunci : Stimulasi, Motorik Halus, Prasekolah
Rahayu PEMBERIAN DONGENG MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK RASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA I KEMADUH DESA KEMADUH KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK: PEMBERIAN DONGENG MELALUI AUDIO VISUAL TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK RASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA I KEMADUH DESA KEMADUH KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK Utami, Rahayu Budi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 1 No 2 (2017): volume 1 nomor 2 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.251 KB) | DOI: 10.29407/judika.v1i2.696

Abstract

Pemberian bercerita secara efektif jelas akan terjadi proses kemampuan bahasa dan mengembangkan bahasanya anak mencapai titik maksimal. Dengan membacakan buku atau mendongeng sama dengan mengenalkan kosa kata baru pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita 1 Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian ini Pra-Eksperimen dengan pendekatan one group pre test post test design pada tanggal 28 Maret – 08 April 2016 di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk pada anak prasekolah dengan populasi 20 anak. Teknik total sampling dengan 20 responden. Dalam penelitian ini variabel independen pemberian dongeng melalui audio visual variabel dependen perkembangan bahasa anak prasekolah dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05. Hasil penelitian sebelum diberikan dongeng melalui audio visual yaitu 7 responden (23,33%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulai lebih intensif. Sesudah diberikan dongeng tidak satupun dari responden (0,00%) mempunyai perkembangan bahasa anak perlu mendapatkan stimulasi lebih intensif. Hasil uji didapatkan p value = 0,003 ≤ α = 0,05 maka Ha ditrima berarti ada pengaruh pemberian dongeng melalui audio visual terhadap perkembangan bahasa anak prasekolah di TK Dharma Wanita I Kemaduh Desa Kemaduh kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk. Pemberian dongeng adalah salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak. Sehingga peran aktif orang tua perlu untuk meningkat perkembangan bahasa anak dengan memberikan dongeng.
Kegiatan Mewarnai Gambar Dalam Mestimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Pra-Sekolah Utami, Rahayu Budi; Nurhayati, Risa; Dwiyanti, Adelia Nur
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i1.27247

Abstract

Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot halus serta memerlukan koordinasi antara mata dan tangan. Motorik halus yang terganggu dapat menyebabkan kesulitan dalam mengeksplor lingkungan dan kesulitan dalam proses belajar di sekolah. Stimulasi motorik halus pada anak usia prasekolah perlu dilakukan sebagai permulaan prasekolah dalam menulis dan menggambar. Untuk meningkatkan motorik halus diperlukan stimulasi, salah satu stimulasi untuk meningkatkan motorik halus adalah mewarnai gambar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita I Werungotok Kabupaten Nganjuk, dengan melibatkan 29 anak usia 4-6 tahun. Metode yang digunakan dengan mengukur perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum kegiatan mewarnai (pretest) dan setelah mewarnai (posttest). Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan perkembangan motorik halus anak prasekolah sebelum mewarnai 31% menjadi 75,9% setelah mewarnai. Kegiatan ini membuktikan bahwa mewarnai gambar pada anak prasekolah dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi melalui koordinasi antara mata dan tangan anak sehingga perkembangan motorik halus akan berkembang optimal sesuai usia