Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Metode Storytelling dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Siswa Nonpenutur Asli Asyiah, Siti; Achmad Muhlis; Aynul Mardhiyah
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ctsw2b74

Abstract

Arabic language comprehension at the madrasah level presents challenges due to students' limited exposure to the language and the prevalence of traditional learning methods. This study evaluates the effectiveness of the storytelling method in enhancing Arabic language skills at MAN Sumenep. Employing a quantitative approach, the research utilized a one-group pre-test and post-test experimental design. The assessment instruments included tests for listening, speaking, reading, and writing, followed by descriptive and inferential statistical analysis (paired t-test and Pearson correlation). The results indicated significant improvements across all skills, with an average score increase of 17.45 points (28.56%). The t-test produced a significant value (p < 0.001), while the correlation analysis revealed a moderate but statistically insignificant positive relationship (r = 0.439; p = 0.561). In conclusion, the storytelling method effectively promotes enhancements in both receptive and productive Arabic skills, while also fostering students' learning motivation, participation, and critical thinking abilities. These findings suggest that storytelling is an innovative approach to teaching Arabic within the madrasah context. Abstrak Pemahaman bahasa Arab di tingkat madrasah masih menjadi tantangan akibat rendahnya eksposur siswa terhadap bahasa tersebut serta dominasi metode pembelajaran tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab di MAN Sumenep. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test and post-test. Instrumen yang digunakan meliputi tes menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji paired t-test dan korelasi Pearson). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh keterampilan, dengan rata-rata kenaikan skor 17,45 poin (28,56%). Uji t menghasilkan nilai signifikan (p < 0,001), sedangkan uji korelasi menunjukkan hubungan positif sedang namun tidak signifikan (r = 0,439; p = 0,561). Kesimpulannya, metode storytelling secara efektif mendorong peningkatan keterampilan reseptif dan produktif bahasa Arab, serta turut memperkuat motivasi belajar, partisipasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini merekomendasikan storytelling sebagai pendekatan inovatif dalam pengajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah.
SMART DRIP IRRIGATION BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KAWASAN AGROPOLITAN DI PROVINSI BANTEN Asyiah, Siti; Asy Syahid, Mush'ab 'Abdu; Purnaditya, Ngakan Putu; Ilham, Muhammad; Jonathan, Aiman; Ginting, Teodore; Zannah, Salsabila Miftahul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35812

Abstract

Abstrak: Pertanian merupakan sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, namun petani di kawasan agropolitan masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan air irigasi. Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi 65% jaringan irigasi mengalami kerusakan dan hanya 42% lahan yang memiliki akses irigasi teknis. Sebagian besar irigasi menggunakan sistem pompa, sehingga biaya irigasi mencapai 25–30% dari total biaya produksi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Kemendiktisaintek ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air, produktivitas, serta kapasitas petani melalui implementasi Smart Drip Irrigation berbasis Internet of Things (IoT). Kegiatan dilakukan di Kelompok Tani Rawa Banteng dengan 20 anggota warga petani aktif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis instalasi dan pengoperasian, pelatihan pemasaran produk melalui media sosial, serta pemasangan 300 titik polybag cabai menggunakan sistem Smart Drip Irrigation. Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 28 responden, petani mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, 57,1% responden menyatakan penggunaan air menjadi lebih efisien dan 42,9% menyatakan sangat efisien. Program ini sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan, pembangunan desa, dan adaptasi perubahan iklim.Abstract: Agriculture is a strategic sector in supporting national food security; however, farmers in agropolitan areas continue to face challenges in irrigation water management. Gempol Sari Village, located in Sepatan Timur Subdistrict, Tangerang Regency, Banten Province, has significant agricultural potential, yet 65% of its irrigation network is damaged, and only 42% of farmland has access to technical irrigation. Most irrigation systems rely on water pumps, causing irrigation costs to reach 25–30% of total production expenses. This Community Service Program (PKM) under the BIMA Kemendiktisaintek initiative aims to improve water use efficiency, productivity, and farmers’ capacity through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based Smart Drip Irrigation system. The program was conducted with the Rawa Banteng Farmers Group, consisting of 20 active farming members. The activities included technical training on installation and operation, marketing training using social media, and the installation of 300 chili polybags equipped with the Smart Drip Irrigation system. Based on the interviews and questionnaire results, the farmers were able to operate the system independently, with 57.1% of respondents reporting that water use became more efficient and 42.9% stating that it became highly efficient. This program aligns with Indonesia’s Asta Cita agenda to strengthen food security, promote rural development, and enhance climate change adaptation.