Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rebranding Wisata Kali Sejuk untuk Pengembangan UMKM di Dusun Darungan Purwosono Lumajang Farid, Muhammad; Mahsun, Moch.; Barlian, Noer Aisyah; Hidayatullah, Indra; Arifah, Sa'adatu Mukarromatil; Latifah, Siti Nur
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i1.3259

Abstract

Kali Sejuk memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dusun Darungan. Karena beberapa alasan kali sejuk menjadi sepi. Karena itu diperlukan penciptaan nilai baru dan branding ulang (rebranding) terkait destinasi wisata tersebut. Penciptaan value adalah titik awal untuk setiap bisnis skala kecil atau besar. Ini memerlukan pembuatan produk dan penyediaan layanan yang menurut pelanggan berguna secara konsisten agar dapat membangun ikatan loyalitas. Dalam menciptakan nilai (creating value) selalu diperlukan perbaikan proses bisnis yang melibatkan berbagai pihak dalam organisasi, dengan melakukan upaya pemahaman sebaik mungkin mengenai pelanggan dan mengetahui apa kebutuhan mereka. Rebranding merupakan langkah transformasi penciptaan citra baru perusahaan yang ditopang oleh manajemen yang lebih solid dan kinerja yang lebih bagus. Rebranding dapat juga diartikan sebagai suatu proses pemberian nama brand baru atau identitas baru pada produk atau jasa yang sudah mapan tanpa perubahan berarti dari manfaat yang ditawarkan oleh produk. Proses rebranding dapat dilakukan pada suatu produk baru atau pada produk yang sudah mapan. Hasil pendampingan bersama UMKM dan POKMAS Wisata Kalisejuk disepakati beberapa hal antara lain, menjaga kebersihan, menjual jajanan khas dilengkapi dengan daftar menu. Pelaku UMKM dan POKMAS setuju untuk mengadakan event musik keroncong agar masyarakat Lumajang sebagai daya tarik awal
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK DISKUSI TERHADAP PERILAKU MENYONTEK SISWA KELAS VII Asih, Gabriella Nara Nadya Atas; Putro, Eko Adi; Latifah, Siti Nur
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7290

Abstract

Penelitian ini membahas bimbingan kelompok dan teknik diskusi perilaku menyontek. Tujuan Penelitian menganalisis: pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas VII di SMP Negeri 15 Surakarta mengenai perilaku menyontek. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data: sumber Primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data: angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Uji validitas yang digunakan: triangulasi data. Analisis data berdasarkan tahapan penelitian tindakan kelas. Hasil Penelitian: bimbingan kelompok dengan teknik diskusi mampu meningkatkan pemahaman siswa terkait perilaku menyontek. Saran Penelitian ini untuk: (1) Siswa, hendaknya memiliki perilaku yang lebih positif lagi saat pembelajaran; hendaknya menyampaikan permasalahan yang dihadapi terkait bidang akademik, pribadi, sosial, maupun karir kepada guru atau orang terdekat sehingga dapat menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. (2) Guru BK, hendaknya lebih mengaktifkan layanan bimbingan kelompok untuk mendorong pemahaman siswa terkait materi yang diangkat; hendaknya lebih memperhatikan kondisi kelas agar pembelajaran nyaman. (3) Agar penelitian lebih luas, peneliti lain harus melakukan penelitian sejenis dengan materi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penggunaan teknik diskusi bimbingan kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang perilaku menyontek.
Halal Tourism : Sikap Toleransi Wisatawan Lokal Terhadap Isu Arabisasi Wisata Syariah Pulau Santen di Banyuwangi Latifah, Siti Nur
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.553

Abstract

Banyuwangi is one of the provinces in Indonesia which is located at the easternmost tip of the island of Java which is developing the concept of sharia tourism, specifically on Santen Island. However, in the process of developing this destination, several parties consider the concept of sharia tourism to be a cult of certain religions and groups. The aim of this research is to determine the tolerance attitude of tourists regarding the issue of Arabization that is circulating amidst the development of halal tourism. The research approach used is quantitative with a survey method using a modified Likert scale. The research results show that respondents are quite tolerant of tourism development because it is quite in accordance with the sharia tourism concept which includes cleanliness, safety and comfort in worship. The concept of sharia is more about the comfort of traveling, not a particular religious doctrine
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL: STRATEGI POLA ASUH UNTUK GENERASI DIGITAL NATIVES Astrianingsih, Destri; Rohyati, Yuli; Hakim, Cecep Abdul; Sari, Novita; Atqoo, Raden Akhmad; Latifah, Siti Nur; Mulki, Faizul; Rizkiyah, Dinu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.33640

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar. Namun, banyak orang tua yang belum memahami sepenuhnya bagaimana pola asuh di era digital ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dalam memaksimalkan peranannya dalam memberikan hak anak sepenuhnya melalui strategi pola asuh di era digital. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan berupa kegiatan sosialisasi digital parenting mengenai pola asuh di era digital kepada orang tua siswa kelas rendah SDN Cipete 1. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi dari narasumber yang kemudian berdiskusi berdasarkan beberapa kasus. Beberapa strategi yang didiskusikan agar dapat dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak di era digital diantaranya adalah 1) membangun literasi digital, 2) memonitor dan mengarahkan penggunaan konten, 3) pengaturan waktu layar, 4) menerapkan etika dan tata krama online, 5) menjadi teladan yang baik, 6) membangun keterampilan kritis dan kreatif, dan 7) kolaborasi dengan sekolah dan komunitas. Kegiatan ini diakhiri dengan adanya pengisian angket respon orang tua mengenai kegiatan digital parenting. Respon yang diberikan terhadap empat aspek mulai dari penyajian materi, isi materi, manfaat kegiatan dan umpan balik diperoleh rata-rata persentase senilai 82%. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa munculnya pemahaman baru terkait strategi penggunaan digital yang efektif yang dikaitkan dengan pola asuh untuk digital natives di era digital.
Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi Siswa MA Nur Ilahi Purwati, Titik; Latifah, Siti Nur; Ningrum, Suci Putri
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.902

Abstract

Pentingnya kemampuan lembaga pendidikan dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi di era digital untuk meningkatkan visibilitas dan menarik minat peserta didik baru. Masih banyak sekolah yang mengalami keterbatasan dalam kapasitas sumber daya manusia, terutama di kalangan siswa, dalam memanfaatkan media digital secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MA Nur Ilahi sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan sekolah dalam memperkuat strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pemasaran digital, strategi branding sekolah, produksi konten kreatif, dan optimalisasi media sosial. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, Sebelum PKM, pelatihan interaktif, praktik langsung, dan Setelah PKM evaluatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap digital marketing, yang ditunjukkan melalui kenaikan skor Setelah PKM dibandingkan Sebelum PKM, serta meningkatnya antusiasme siswa dalam memproduksi dan menyebarluaskan konten promosi sekolah. Kegiatan ini turut membangun kesadaran digital, mengasah keterampilan praktis, serta mendorong kolaborasi dan semangat inovatif antar siswa. Hasil ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya digital yang mendukung inovasi dan partisipasi aktif siswa di lingkungan sekolah
Development of a Creative Economy for Shallot Farmers to Enhance Household Income in Sumberkedawung, Probolinggo Farid, Muhammad; Mahsun, Moch; Hidayatullah, Indra; Masyhuri, Muhammad; Burhanuddin, Aang; Latifah, Siti Nur
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v6i1.3719

Abstract

Sumberkedawung village, particularly the hamlets of Sempol and Kedungminian, is an agrarian area where shallots constitute the primary commodity and serve as a major driver of the local economy. Despite this potential, the shallot sector has not fully translated into improved farmer welfare due to several persistent challenges, including unstable market prices, limited financial capital, the absence of subsidised fertilisers, insufficient technical assistance from farmer groups and agricultural agencies, and weak post-harvest creative management. This study and community engagement programme employed a Participatory Action Research (PAR) approach, comprising several stages: general mapping, thematic mapping, transect walks, Focus Group Discussions (FGDs), problem- and objective-tree analyses, and the formulation of community-approved action plans. The principal intervention involved organising a seminar entitled “Creative Economy Development for Shallot Farmers to Improve Community Income in Sumberkedawung Village”, involving farmers and leaders of local farmer groups. The programme successfully encouraged a shift in farmers’ mindsets from relying solely on selling raw produce toward embracing value-added processing and developing high-quality shallot seed enterprises. These initiatives opened new opportunities for more stable and sustainable income generation. By the conclusion of the programme, the community demonstrated enhanced understanding of agricultural management and the potential of creative economic strategies, and formulated recommendations for developing processed shallot-based products as a pathway to improving the socio-economic well-being of farming households.