Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Sosial Anak (Studi Kasus di Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya Lombok Tengah) Salsabila Salsabila; Muhammad Mabrur Haslan; Samsul Hadi Hadi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2041-2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan gadget pada anak dan dampak penggunaan gadget terhadap perilaku sosial anak di Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang dilakukan melalui 3 tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk penggunaan gadget pada anak yaitu sebagai media pembelajaran dan sebagai sarana hiburan. Anak-anak umumnya mulai mengenal gadget pada usia 5-8 tahun. Adapun aplikasi yang sering digunakan adalah aplikasi YouTube untuk menonton video pendek, kartun dan hiburan lainnya. Selain itu, beberapa anak juga menggunakan aplikasi Google untuk mencari materi pembelajaran dan menggunakannya untuk bermain game. Sedangkan durasi penggunaan gadget berkisaran antara 2 sampai 3 jam perhari. Dampak positif penggunaan gadget ini dapat meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan kemampuan anak dalam menggunakan teknologi dan membantu anak dalam belajar. Namun, di sisi lain gadget memiliki dampak negatif terhadap perilaku sosial anak seperti anak menjadi lebih suka menyendiri dan mengurangi interaksi dengan teman sebayannya serta emosi anak terkadang tidak terkontrol, selain itu berdampak negatif juga pada kesehatan mata anak akibat paparan layar gadget.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament Berbantuan Media Question Card Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Pada Pembelajaran IPAS Salsabila Salsabila; Darmiany Darmiany; Radiusman Radiusman
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 4 (2026): November (In Press)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i4.3393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Question Card terhadap kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPAS materi organ dan mekanisme pernapasan manusia. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VI SDN 16 Mataram dengan sampel sebanyak 37 siswa yang terbagi menjadi kelas eksperimen (20 siswa) dan kelas kontrol (17 siswa). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes uraian berupa 5 butir soal indikator berpikir kritis dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test setelah memenuhi uji prasyarat normalitas (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Levene's Test). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (68,3) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (58,8). Hasil uji Independent Sample t-Test menghasilkan nilai signifikansi , sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 85% dengan kategori baik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT berbantuan media Question Card berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI SDN 16 Mataram pada mata pelajaran IPAS.
Peningkatan Resistensi Antibiotik Clarithromycin dan Metronidazole terhadap Helicobacter pylori dan Tinjauan Implikasinya terhadap Terapi Peptic Ulcer Disease Salsabila Salsabila; Ni Putu Widiadnyani Putri; Keisha Andini Sakina; Riesky Maulani; Mufida Lisya Fatiha; Tuhfatul Ulya
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1257

Abstract

Peptic Ulcer Disease (PUD) remains a significant global health problem, with a substantial proportion of cases associated with Helicobacter pylori infection. The success of eradication therapy depends largely on antibiotic effectiveness, particularly that of clarithromycin and metronidazole. However, increasing H. pylori resistance to these antibiotics has become a major challenge, leading to treatment failure and reduced eradication rates. This review aims to examine current H. pylori resistance patterns to clarithromycin and metronidazole and their implications for eradication therapy. Evidence from various studies indicates that clarithromycin resistance reduces the efficacy of standard triple therapy consisting of a proton pump inhibitor (PPI), clarithromycin, and either amoxicillin or metronidazole. Metronidazole resistance also contributes to eradication failure, although its impact may be partially overcome by adjusting the dose or extending treatment duration. Therefore, therapeutic regimens should be selected based on local resistance patterns and rational antibiotic use. Alternative regimens, such as bismuth-based quadruple therapy, may be considered in regions with high resistance rates. Continuous surveillance of H. pylori antibiotic resistance is essential to improve eradication success and clinical outcomes in patients with PUD.