Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Persepsi Guru Terhadap Artificial Intelligence di Madrasah: Antara Penerimaan dan Tantangan Abdul Kadir Ahmad; Kun Mardiwati Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIPĀ Universitas Lampung 2024: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIPĀ Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Namun pemanfaatannya di madrasah belum maksimal dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana penerimaan AI di kalangan guru dan mengidentifikasi tantangan khusus yang muncul dalam konteks tersebut. Melalui metode kuantitatif dengan pengumpulan data dari 54 guru dari beberapa madrasah Aliyah di Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi guru terhadap penggunaan AI dalam proses belajar-mengajar sangat baik (3.29), karena teknologi ini memberikan umpan balik instan dan memastikan ketersediaan materi pembelajaran. Sementara itu, faktor yang mendorong preferensi guru (3.26) meliputi efisiensi waktu, dan kesadaran teknologi. Namun demikian, tingkat optimalisasi pemanfaatan AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran masih terbilang rendah disebabkan oleh kurangnya pelatihan AI dan kurangnya kolaborasi guru dalam pemanfaatan teknologi AI. Riset ini juga mengulas hambatan-hambatan yang dihadapi guru dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi AI. Hasil penelitian menyoroti perlunya peningkatan literasi AI di kalangan guru. Ketidaksiapan guru menghadapi kemajuan AI dapat berdampak pada perkembangan teknologi dari satu generasi ke generasi berikutnya dan berpotensi menjadi hambatan dalam bersaing dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, pembelajaran AI dianggap sebagai strategi penting untuk mempersiapkan guru agar dapat beradaptasi dan berinovasi di era perkembangan AI.
Biocultural Potential of Multifunctional Flora in Urban Green Open Spaces: A Case Study of Tabebuya Park, South Jakarta Kun Mardiwati Rahayu; Andikha Bima Prasetyo; Ribath Ridwanulloh
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.19420

Abstract

This study aimed to identify the composition of flora species in Tabebuya Park, analyze the biocultural potential of its flora, and explain its implications for strengthening the ecological, social, and cultural functions of urban green open spaces. The main issue underlying this study is the lack of integrated information on species composition and the biocultural use potential of flora in urban parks as a basis for urban green space management. The study employed an exploratory approach using the cruise method through direct inventory of all vegetation at the study site. Species identification was conducted based on morphological observations, visual documentation, and the use of an artificial intelligence (AI)-based plant identification application as a preliminary tool, which was subsequently verified using botanical literature and taxonomic references. Data were analyzed descriptively and quantitatively by calculating relative frequency and grouping plants according to ethnobotanical use categories derived from the literature. The results showed that Tabebuya Park contains 53 plant species from 34 families, with high multifunctional potential, including 42 medicinal species, 31 ornamental plants, 9 aromatic plants, 2 dye-producing plants, 21 food and beverage plants, 5 culinary spice plants, 20 cosmetic plants, and 10 plants used for rituals or customary practices. These findings confirm that Tabebuya Park functions not only as an aesthetic element of the urban landscape, but also as a biocultural green space that plays an important role in providing ecosystem services, supporting educational activities, and improving the quality of life of urban communities.